Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 93 - Doa Bersama Untuk Calon Bayi


__ADS_3

Kedatangan keluarga nya benar benar memberikan Firda kebahagiaan yg begitu besar, ia tak henti nya tersenyum dengan mata yg juga berbinar. Hal itu tentu tal luput dari pantauan Gabriel dan Gio, kedua pria itu yg sama sama tak memiliki keluarga jadi ikut merasakan bahagia dan mereka merasa mereka berada di tengah keluarga mereka sendiri.


"Ya Allah, Fir. Rumah Suami mu gede juga ya ternyata" ujar Ummi Aisyah saat Firda membawa nya jalan jalan ke sekitar rumah nya.


"Iya, Ummi. Kalau di jual pasti laku miliyaran" kata Firda yg membuat Ummi Aisyah melongo.


"Kamu engga ada niatan mau menguasai rumah ini kan, Fir? Ummi engga pernah ngajarin kamu jadi manusia matrealistis lho" tukas Ummi nya yg membuat Firda menghela nafas lesu.


"Ya kalau begitu jangan mikir yg aneh aneh, Firda tumbuh dengan ajaran Ummi kok" kata Firda yg membuat ibu nya bernafas lega.


"Alhamdulillah kalau gitu, karena Ummi takut saja kamu terperanguh dengan film film yg kamu tonton" kata Ummi Aisyah lagi.


"Sekarang Firda sudah hampir tidak pernah menonton film lagi" jawab Firda.


"Oh ya? terus kamu ngapain saja seharian di rumah? Engga sekolah, engga kerja" kata Ummi Aisyah dan kini mereka sampai di halaman belakang rumah.


"Makan sama tidur, nama nya juga istri sultan" jawab Firda sekena nya yg membuat ibu nya langsung menabok pipi anak gadis nya itu dengan gemas karena jawaban nya yg membuat nya geleng geleng kepala itu. Tentu Firda tak mungkin memberi tahu Ummi nya kalau sebelum hamil ia habiskan hari hari nya untuk belajar segala macam bela diri. Bisa jantungan Ummi nya kalau tahu fakta Gabriel dan semua misteri dalam kehidupan Gabriel itu.


"Ingat lho ya, Fir. Kekayaan dan kekuasaan itu adalah ujian yg jauh lebih berat dari kemiskinan, sedikit saja kamu sombong, bisa di buat bbq kamu sama malaikat Malik di neraka" ujar Ummi nya yg membuat Firda terkekeh namun kemudian ia malah mendapatkan ide.


"Malam ini bbq an yuk, Ummi' ajak nya yg membuat Ummi nya langsung mengelus dada, bukan nya bergidik ngeri karena di ingatkan tentang siksa neraka, anak perempuan nya ini malah kefikiran pada makanan.


" Gadis desa ini tidak berubah juga meskipun sudah jadi istri sultan" gerutu Ummi nya dan saat ia menunduk ia melihat sebuah papan yg bertuliskan Ciu Ciu. Firda memang sudah bercerita tentang kematian Ciu Ciu, bukan hanya pada Ummi nya saja tapi Firda sudah bercerita pada semua anggota keluarga nya satu satu.


"Ummi masih engga nyangka Ciu Ciu bisa meninggal secepat ini' kata Ummi Aisyah sedih.

__ADS_1


" Takdir, Ummi. Mau bagaimana lagi, harapan takkan selalu berakhir dengan sebuah pencapaian. Takdir itu misteri" kata Firda penuh teka teki namun Ummi nya tak menanggapi nya dengan serius.


"Habis sholat maghrib nanti, kakek mu mau mengadakan doa bersama untuk kehamilan mu' kata Ummi Aisyah lagi yg membuat Firda tersenyum senang.


..........


Setelah sholat maghrib, Firda meminta para pelayan dan juga beberapa penjaga rumah nya berkumpul di ruang tengah. Hal itu membuat mereka bingung dan mereka berfikir seperti nya mereka akan di introgasi atau sebagai nya.nsmun ada yg aneh karena Firda meminta mereka menghaparkan karpet di lantai kemudian Mereka di suruh duduk terpisah antara laki laki dan perempuan. Semua nya pun mematuhi perintah Nyonya muda mereka itu.


Yg membuat mereka semua semakin bingung karena Firda malah membagikan jilbab yg besar besar pada para pelayan wanita yg bisa menutupi setengah tubuh mereka.


"Di pakai ya, biar tutup aurat" kata Firda dan para pelayan nya pun mengikuti perintah Firda walaupun mereka sedikit bertanya tanya dari mana Firda sebenar nya mendapatkan barang ini.


Gabriel dan Gio memperhatikan Firda sejak tadi sambil menyenderkan punggung nya ke dinding sambil bersandekap tangan di dada. Kedua nya juga sedikit heran dengan apa yg akan di lakukan Firda meskipun Firda sudah menjelaskan bahwa kakek Firda akan melakukan doa bersama untuk kehamilan Firda.


'Kalian berdua kenapa diam saja? "teriak Firda pada kedua pria itu" Ayo sini...' Firda melambaikan tangan nya dan kemudian Gio dan Gabriel pun memenuhi panggilan Firda.


Gio pun langsung duduk sementara Gabriel malah garuk garuk kepala.


"Bang, ayo duduk..." pinta Firda dan Gabriel pun duduk di sisi Gio.


"Don Gabriel, Doa bersama seperti apa yg sebenarnya Nyonya Firda inginkan?" tanya Gio setengah berbisik.


"Aku juga bingung, mungkin ini adat dea nya saat ada yg hamil" jawab Gabriel.


"Lalu dimana lilin lilin nya?" tanya Gio lagi dan pertanyaan itu rupa nya di dengar oleh Firda.

__ADS_1


"Kamu fikir ini perkumpulan sekte?" pekik Firda yg langsung membuat Firda cengengesan. Sementara Gabriel malah mendelik, karena meskipun ia jauh dari agama nya tapi Gabriel tidak percaya dengan sekte sekte seperti itu.


Tak lama kemudian kakek dan nenek Firda datang dari kamar mereka, begitu juga dengan Abi dan Ummi Firda.


"Sudah datang semua rupa nya..." kata sang kakek.


"Iya, Kek. Doa nya bisa di mulai kok" jawab Firda.


"Kamu tidak menyediakan minuman atau makanan untuk tamu tamu, Fir?" tanya kakek nya lagi.


"Tuan, kami semua pekerja di sini. Bukan tamu dari luar" jawab seorang pelayan yg sudah senior, membuat kakek Firda sedikit terkejut.


"Masya Allah, Alhamdulillah kalau begitu, karena Nak Gabriel bisa memberikan mata pencaharian yg baik dan halal" ujar nya yg membuat Firda tersenyum.


"Kalau soal makanan dan minuman, Firda sudah pesan, Kek" ujar Firda.


"Baiklah, Nak. Kita mulai berdoa nya kalau begitu" ucap sang kakek yg kini sudah duduk di samping Gabriel yg di susul oleh Abi Farhan. Sementara nenek Firda dan Ummi Aisyah duduk bersama Firda di samping para pelayan.


Hal itu membuat mereka sedikit kaku karena mereka tidak pernah duduk bersama sedekat ini dengan para majikan, begitu juga yg di rasakan para penjaga rumah Gabriel.


Mereka tidak menyangka karena Firda tidak membedakan status mereka sedikit pun dan mau sama sama duduk di lantai dan berdampingan.


Kakek sudah memulai memimpin doa yg di awali dengan bacaan ayat Qur'an, di lanjutkan dengan dizkir dan sholawat.


Semua nya mengikuti nya dengan tenang dan suasana terasa begitu damai.

__ADS_1


Gio dan Gabriel sama sama tidak pernah melakukan hal seperti itu sebelum nya, awal nya mereka bingung namun lama kelamaan mereka berdua menikmati nya.


__ADS_2