Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 162 - Akan Beraksi


__ADS_3

Sudah dua hari Gio dan yang lain nya berada di rumah Firda, dan mereka sangat menikmati hal itu. Apa lagi mereka selalu di perhatikan layak nya keluarga sendiri oleh keluarga Firda, dan jangan lupakan juga masakan para para perempuan di rumah Firda yang selalu memanjakan lidah mereka. Dan yang paling penting, pemandangan dan cuaca yang takkan mereka temukan di kota. Bagian yang itu adalah favorit Mini.


Mini yang hanya hidup berdua dengan ayah nya sejak kecil kini merasakan bagaimana rasa nya punya keluarga yang sengat lengkap, membuat Mini begitu betah berada di desa Firda.


Dan Micheal, ia masih tidur dengan Mommy dan Daddy nya, membuat Gabriel selalu memberengut setiap kali mereka memasuki kamar. Dan saat Micheal sudah terlelap, Gabriel akan bermesraan sebentar dengan Firda namun hanya sebatas itu. Tidak lebih, selain takut berbahaya bagi kandungan Firda jika terlalu sering, mereka juga takut aksi nya itu di cium oleh Micheal yang sudah pasti akan menodong mereka dengan berbagai pertanyaan. Firda juga tetap memakai jilbab sekarang meskipun di dalam kamar nya karena bekas yang di tinggalkan Gabriel di leher dan di dada nya masih ada.


Dan hari ini adalah hari ketiga mereka berada di sana, tepat nya hari ini hari Jum'at. Gio sudah berencana akan pulang karena Gio tak bisa meninggalkan pekerjaan nya lebih lama lagi.


Sementara Gabriel saat ini sedang bersiap siap untuk pergi ke Masjid bersama Abi dan Kakek Firda.


Gabriel memakai baju gamis berwarna putih, mengenakan peci putih. Kemudian Firda mengambil sorban milik Abi nya dan meminta Gabriel duduk di tepi ranjang, Gabriel pun melakukan nya.


Firda melilitkan sorban Gabriel di kepala nya, dan setelah selesai, Firda bersandekap sembari berdecak kagum.


"Ckckkck... Suami Ning Firda memang tampan nya tidak ada dua nya" puji nya yang membuat Gabriel terkekeh.


"Pakai setelan jas ala CEO, sangat tampan, pakai pakaian serba hitam dan jaket kulit hitam ala Don Mafia, semakin tampan. Pakai baju gamis dan sorban, aduh, lebih tampan lagi" lanjut nya sambil senyum senyum.


"Bagaiamana rasa nya punya suami yang selelu terlihat tampan, hm?" tanya Gabriel kemudian tangan nya terulur hendak mencubit pipi Firda namun Firda segera menghindar.


"Jangan pegang pegang, nanti batal wudhu nya" seru Firda yang membuat Gabriel langsung menepuk jidat nya.


"Oh ya, lupa" gumam nya. Firda tersenyum lebar, sebelum akhirnya ia terdiam saat mengingat kata kata Micheal dua hari yang lali. Hal itu mengganggu fikiran Firda sebenarnya.


"Ada apa?" tanya Gabriel lembut setelah melihat istri nya terdiam dan raut wajah nya berbeda.

__ADS_1


"Em tidak apa apa" kata Firda berusaha menyunggingkan senyum nya namun senyum itu tidak sampai ke mata nya.


"Sayang..." Gabriel menarik lengan Firda hingga Firda duduk di tepi ranjang juga "Kamu kefikiran apa yang di katakan Micheal, hm?" tanya nya dan Firda mengangguk pelan.


"Jangan fikirkan itu, aku sudah berbicara dengan Angeline agar tidak mengatakan hal yang tidak tidak pada Michael"


"Sebenarnya aku faham sih, Bang" kata Firda kemudian "Nama nya Ibu, pasti sangat takut di pisahkan sama anak nya dan pasti ingin anak nya mendapatkan kebahagiaan dari ayah nya. Yang aku tidak faham, kenapa dia berbicara seperti itu tentang ku? Padahal tidak pernah sekalipun aku berfikir untuk menjauhkan mu dari Micheal, aku sayang sama Micheal dan rasa sayang ku sangat tulus. Sejak saat Micheal bersama ku selama 24 jam sewaktu kita dalam masalah dulu, aku sudah menganggap nya sebagai putra ku sendiri dan aku rela melakukan apapun untuk kebahagiaan nya"


"Iya, Sayang. Aku faham, dan Micheal juga pasti faham akan hal itu" bujuk Gabriel.


"Terus bagaimana cara nya kita menjelaskan pada Micheal kalau tidak mungkin Mommy sama Daddy nya tinggal bersama lagi?" tanya Firda lagi.


"Lambat lain Micheal pasti akan mengerti dengan sendiri nya, Sayang. Sekarang dia masih anak anak dan belum mengerti apapun tentang hubungan orang dewasa" papar Gabriel dan Firda mengangguk mengerti.


"Sudah waktunya pergi ke masjid"


"Iya..." jawab Gabriel. Ia pun beranjak dari duduk nya begitu juga dengan Firda.


Firda dan Gabriel sama sama keluar dari kamar, Firda mengantar Gabriel sampai ke depan pintu dan para lelaki itu akan berjalan kaki ke masjid karena masjid nya dekat.


Para Ustadz juga berangkat bersama mereka, dan sekarang tinggi Gio dan Gerry di sana.


..........


Sementara itu, Edward sudah sampai di desa Firda. Ia tinggal di rumah dulu Gabriel tinggali. Edward mencari cari saat yang tepat untuk menculik Firda dan Gabriel, tentu juga Micheal. Dan Edward bahkan Edward juga sudah tak sabar untuk menghabisi mereka berdua.

__ADS_1


Saat ini, Edward dan ketiga anak buah nya sedang merakit bom dan senjata yang mereka selundupkan dua hari yang yang lalu lewat kiriman ikan. Senjata itu mereka simpan di dalam perut ikan kemudian membeku kan nya.


Saat mereka sedang fokus pada pekerjaan mereka, tiba tiba terdengar suara ketukan di pintu yang membuat mereka bertempat terlonjak kaget.


"Mungkin hanya orang yang akan membersihkan rumah" kata Edward "Aku yang akan keluar, kalian kunci pintu nya dan jangan membuat suara apapun!" titah nya.


"Baik, Don" mereka bertiga menjawab serempak.


Edward pun membuka pintu nya dan seorang wanita paruh baya langsung menyunggingkan senyum pada nya.


"Maaf, Pak. Saya Yanti, tetangga sebelah" kata Yanti yang membuat Edward langsung menoleh ke sebelah saat Yanti menunjuk ke sana.


"Ada apa?" tanya Edward ketus.


"Saya cuma mau mengingatkan, kalau Bapak bertamu lebih dari 24 jam. Harap melapor RT, pak" ujar Yanti.


"Hm" jawab Edward malas.


"Hem kalau begitu, saya permisi" kata Yanti kemudian. Ia pun pergi dari sana dan Edward kembali masuk ke dalam rumah, Edward menutup semua jendela rumah itu dan mengunci nya dari dalam.


Kemudian ia kembali ke kamar dimana ada anak buah nya di sana.


"Kita harus bisa menculik Gabriel dan Firda malam ini" kata Edward.


"Dan jika mereka tidak kemana mana malam ini, maka kita harus ke rumah mereka saat tengah malam. Dan ingat satu pesan ku, kalian boleh menyakiti Gabriel tapi jangan sampai mati. Karena aku butuh dia hidup hidup untuk mengalihkan semua kekayaan nya pada ku, dan tidak boleh ada yang menyakiti Micheal. Dan jika rencana kita ketahuan atau ada orang yang berusaha menjalani misi kita, kalian harus langsung menghabisi nya dengan cepat "titah nya.

__ADS_1


__ADS_2