
Gabriel memerintahkan Gio untuk segera mencari Firda dan menemukan nya secepat mungkin, dan Gio sungguh terkejut saat Gabriel mengabarkan bahwa Firda sedang mengandung anak nya.
Gio merasakan perasaan tak suka akan hal itu, namun itu juga memberi nya sebuah perasaan yg semakin aneh terhadap Firda.
Gio menyetir sendirian sembari mencari Nyonya muda nya, sementara Gabriel juga menyetir sendirian untuk mencari Firda. Kedua nya berpencar, tak lupa Gabriel juga memerintahkan anak buah nya untuk mencari Firda.
"Dimana kamu, Sayang?" gumam Gabriel penuh kecemasan. Tentu ia juga tak bisa mencari Firda karena Firda meninggalkan ponsel nya di mobil. Hal itu membuat Gabriel semakin cemas, apa lagi nyawa Firda bisa terancam kapan pun dan dimana pun, mengingat ia adalah istri tercinta Gabriel Emerson. Musuh musuh pasti sudah tahu hal itu.
Y
Sementara itu, Gio juga berusaha mencari Firda, ia juga cemas dan panik.
"Bagaiamana jika ada musuh Don Gabriel yg menemukan mu, Nyonya Firda? Mereka bisa menghabisi mu"
.........
Sementara itu, Firda berhenti di sebuah taman dan ia tidak bisa membayar taksi karena ia tidak membawa apapun.
Sang sopir taksi juga enggan membiarkan Firda pergi karena Firda belum membayar nya.
"Kalau tidak punya uang jangan naik taksi..." tukas sopir taksi itu kesal.
"Begini saja, bapak pergi ke alamat rumah saya. Bapak minta saja ongkos nya berapa pun yg bapak mau di sana. Bilang saja istri nya Gabriel yg suruh" suruh Firda karena ia juga merasa kasihan jika sopir taksi ini tak di bayar.
"Kamu fikir aku akan percaya?" seru sopir itu.
"Benar juga" fikir Firda "Sepertinya di dunia ini hanya aku satu satu nya orang yg mudah percaya pada orang lain"
"Ya sudah deh, ayo antar aku kerumah" ajak Firda kemudian sambil kembali masuk ke dalam taksi.
"Jangan bohong ya..." sopir itu memperingatkan Firda dengan tegas.
"Tidak akan" jawab Firda, padahal ia ingin pergi dari rumah Gabriel tapi ia malah tidak punya uang.
Mau tak mau Firda kembali ke rumah nya, dan Sesampai nya Firda di rumah. Ia langsung meminta uang kepada salah satu penjaga rumah nya.
Sementara sang sopir menganga saat tahu betapa besar nya rumah Firda, ia bahkan tak berfikir ini adalah sebuah rumah.
__ADS_1
Sang pepenjaga di mintai uang oleh Firda juga hanya bisa menganga karena ini hal yg sangat aneh bagi nya, begitu juga bagi Firda. Karena Firda tak meminjam uang pada siapa pun sebelum nya.
"Nanti aku ganti ya, Om" ujar Firda kemudian.
"Tidak apa apa, Nyonya Firda" Jawab penjaga itu.
Firda pun masuk ke dalam kamar nya, ia merebahkan tubuh nya ke ranjang, memijit kepala nya yg terasa pening karena efek kehamilan nya dan juga memikirkan nasib nya yg harus menjadi istri pria seperti Gabriel.
"Ya Allah, apa yg harus aku lakukan?" gumam Firda, di saat seperti ini ia merasa sangat membutuhkan ibu nya. Firda ingin bercerita tentang kehidupan rumah tangga nya, tentang Gabriel dan semua masalah yg menimpa nya. Namun di sisi lain, Firda tidak ingin semakin membebani ibu nya dan keluarga yg lain. Mereka juga pasti juga sangat kecewa dengan kebohongan Gabriel. Apa lagi dengan pernikahan Gabriel yg sudah menghasilkan satu anak.
Karena terlalu lelah, akhir nya Firda pun jatuh tertidur.
.........
Gabriel yg tak kunjung menemukan Firda merasa putus asa, ia tidak tahu kemana Firda.
Begitu juga dengan Gio.
Hingga akhir nya Gabriel mendapatkan telpon dari salah satu penjara rumah nya yg mengatakan bahwa Firda sudah di rumah.
Gabriel pun bergegas pulang dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh.
"Nyonya Firda masuk ke dalam rumah, Tuan" jawab nya yg membuat Gabriel langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Ia menaiki tangga dan berlari menuju kamar nya, saat membuka pintu, Gabriel bernafas lega karena melihat Firda yg sedang tertidur di ranjang nya.
"Ya Tuhan, Firda..." gumam Gabriel dan ia pun menghampiri Firda di ranjang nya, Gabriel membelai pipi Firda dengan lembut "Aku fikir kamu meninggalkan ku, Sayang" lirih Gabriel.
Sentuhan nya itu membuat Firda terbangun dari tidur nya dan ia langsung memasang wajah kesal nya pada Gabriel, Firda berbalik badan dan membuang muka dari suami nya.
"Sayang, aku kan sudah minta maaf" ucap Gabriel memelas namun Firda enggan menanggapi nya.
"Sayang, aku dan Angeline sudah bercerai" tukas Gabriel lagi namun Firda masih terdiam dan tak merespon sedikitpun.
"Sayang, aku tidak bermaksud membohongi mu, aku hanya takut kamu menolak ku saat itu jika kamu tahu aku sudah menikah dan memiliki anak"
"Lalu kenapa sekarang kamu jujur?" tanya Firda dengan ketus tanpa menoleh.
__ADS_1
"Karena aku sadar, kamu berhak tahu semua kebenaran tentang ku" lirih Gabriel yg membuat Firda tersenyum kecut.
"Entah berapa banyak kebenaran yg kamu sembunyikan dan kamu ganti dengan berbagai kebohongan" kata Firda kesal.
"Apa yg harus aku lakukan, Firda? Angeline meninggalkan ku saat kandungan nya baru beberapa bulan, aku bahkan tidak di izinkan bertemu anak ku sendiri sejak ia di lahirkan sampai detik ini" Gabriel berkata dengan lesu, karena memang itu fakta nya.
Firda pun perlahan menoleh, apa yg di katakan Gabriel menarik perhatian nya.
"Dengarkan saja penjelasan nya, Fir. Tapi asal jangan langsung percaya" ia mensugesti diri nya sendiri, karena Firda sudah merasa terlalu lelah dengan semua kebohongan Gabriel.
"Aku mohon, dengarkan cerita ku, Sayang. Aku janji setelah ini tidak akan ada kebohongan lagi" tukas Gabriel sungguh sungguh.
"Sebelum nya kamu juga berjanji hal yg sama, Gabriel" lirih Firda masih kecewa.
"Aku tahu, tapi sekarang aku sungguh. Dan akan aku buktikan bahwa aku akan selalu jujur sama kamu" ujar Gabriel.
"Jadi, kamu sudah pernah menikah?" tanya Firda dan entah mengapa hati nya terasa sesak membayangkan Gabriel pernah mencintai wanita lain.
"Iya, Sayang. Saat itu aku juga berhenti dari segala aktifitas yg berhubungan dengan Black Swan, sama seperti yg aku lakukan sekarang. Aku melakukan nya demi Angeline saat itu, tapi ya... Dia juga tidak tahu masa lalu ku, sisi gelap ku. Dan saat dia tahu, dia...dia meninggalkan ku, sama seperti ibu ku meninggal kan ayah ku" tutur Gabriel dan ia menatap Firda tanpa sedikit pun mengedipkan mata nya. Begitu juga dengan Firda.
"Seperti kata John, tidak akan ada wanita yg mau berada di sisi kami. Seorang kriminal" lanjut nya. Firda masih setia mendengarkan dengan seksama ketika Gabriel menceritakan tentang ibu nya yg meninggalkan nya saat usia nya 10 tahun, tentang pernikahan Angeline dan perceraian mereka.
Gabriel berkata dengan sejujur mungkin. Hal itu membuat Firda merasa bimbang, di satu sisi ia masih ragu, namun di sisi lain ia bisa merasakan kejujuran Gabriel saat bercerita.
"Aku mohon, Sayang. Jangan meninggalkan ku, apa lagi sekarang kamu sedang hamil, berikan aku kesempatan lagi ya..." pinta Gabriel memelas, Firda tak menanggapi dan hanya menatap Gabriel.
"Aku mohon, Firda. Aku tidak mau kehilangan anak ku lagi, rasa nya sangat menyakitkan, Firda" Gabriel berkata dengan begitu lirih.
Firda menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.
"Kamu janji tidak akan ada kebohongan lagi?" tanya Firda kemudian.
"Tidak akan, aku janji" jawab Gabriel cepat.
"Jika kamu berbohong lagi, aku akan pergi membawa anak ini..." ancam Firda yg membuat Gabriel langsung menggeleng tegas.
"Jangan, aku mohon, Firda..." Gabriel berkata dengan memelas, membuat Firda tersenyum lebar.
__ADS_1
Entah mengapa mood nya bisa berubah hanya dalam sepersekian detik, mungkin kah itu karena hormon hamil nya?