Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 177 - Cemburunya Dua Wanita


__ADS_3

Hari sudah malam, keluarga Firda bergantian berjaga di rumah sakit. Kecuali Ummi Aisyah yang belum pulang sama sekali karena ia tak ingin meninggalkan kekasih hati nya itu, ia mandi di rumah sakit, makan di rumah sakit dan bahkan ia meminta Ummi nya membawakan Al Qur'an nya juga ke sana.


Sementara itu, Firda memperhatikan Gabriel yang seperti nya tidur di atas bangsal milik nya, pemandangan yang sangat aneh sejak kejadian penyerangan itu. Tadi mereka sudah sholat bersama, kemudian makan malam bersama dan kemudian Gabriel mengatakan ia ingin istirahat. Firda fikir, mungkin istirahat yang di maksud Gabriel hanya rebahan, tapi seperti nya suami nya benar benar tidur lelap sekarang.


Dan Gabriel ingin tidur bersama Firda juga, bahkan ia meminta pada dokter untuk memberikan ranjang yang besar untuk Firda supaya ia bisa tidur bersama Firda.


"Kasihan juga sih Bang Gabriel, bagaimana pun juga dia terluka cukup parah dan seharus nya memang beristirahat" monolog nya. Firda mengambil Al Qur'an nya yang ada di atas nakas, ia membuka nya membaca nya dengan hikmat. Dalam keadaan seperti ini, sangat penting bagi nya untuk lebih dekat dengan Tuhan nya. Agar hati nya bisa tenang dan agar Tuhan nya menolong nya juga.


Setelah beberapa menit fokus dengan bacaan ayat ayat suci nya, pintu kamar nya terbuka dan menampilkan Angeline. Firda mempersilahkan nya masuk, Angeline pun masuk dan duduk di sofa.


"Maaf ya, Kak Angel. Aku mau selesaikan ngaji dulu" kata Firda dan Angel hanya menganggukan kepala nya. Angel menatap Gabriel yang sedang tertidur pulas di samping Firda, ia tak bisa membohongi hati nya yang masih menyimpan rasa rindu untuk mantan suami. Angeline teringat dengan masa masa saat ia meninggalkan Gabriel dulu dengan alasan demi keselamatan anak nya, namun ia juga tak bisa menyangkal bahwa ia takut berada di posisi Gabriel dan ia sudah menduga penyerangan dan pertumpahan darah pasti selalu terjadi seperti sekarang ini.


Namun melihat bagaimana Firda selalu berada di sisi Gabriel dalam segala keadaan membuat Angeline merasa iri dan cemburu.


Gabriel yang tadi tidur terlentang kini berbaring menyamping dan tangan nya di lingkarkan di perut Firda yang duduk. Firda menjauhkan tangan nya sendiri dari Gabriel karena takut Gabriel menyentuh nya dan membatalkan wudhu nya, Firda segera menyelesaikan ngaji nya dan meletakkan kembali Al Qur'an nya ke tempat nya.


"Maaf ya, Kak Angel. Jadi menunggu lama" kata Firda sembari menarik selimut dan menutupi sebagian tubuh Gabriel.


"Tidak apa apa" kata Angeline 'Aku... Aku hanya ingin menjenguk mu" ujar nya kemudian yang membuat Firda tersenyum.


"Terima kasih, Kak Angel. Apa Kak Angel sudah bertemu Micheal? Pasti Micheal sangat senang bertemu Mommy nya'' kata Firda memelankan suara nya karena tadi sempat Gabriel bergerak mungkin Karena terganggu dengan suara nya.


"Ya, dia senang" Jawab Angeline namun pandangan nya tertuju pada Gabriel.


"Maaf ya, Kak Angel. Kami tidak bisa menjaga Micheal dengan baik, sampai membuat dia masuk rumah sakit seperti ini" lirih Firda dan ia meminta maaf dengan tulus.

__ADS_1


"Tidak apa apa, Gabriel sudah menceritakan semua nya, ini bukan salah kalian. Itu sudah menjadi resiko menjadi anggota keluarga Mafia kan" ujar Angeline lagi. Firda hanya menanggapi nya dengan senyum samar, ia mengelus kepala Gabriel dengan lembut dan lagi lagi hal itu memercikan api cemburu di hati nya.


"Aku mau kembali ke kamar Micheal" kata Angeline sembari beranjak dari tempat duduk nya dan Firda menganggukan kepala nya, karena Firda menyadari tatapan Angeline yang sejak tadi tertuju pada suami nya itu. Dan sebagai seorang istri, Firda tidak suka jika ada wanita lain yang menatap suami nya sekalipun wanita itu adalah mantan istri suami nya.


...


Sementara Gio dan Gerry menjaga Mini yang masih belum siuman.


"Kasihan sekali dia ya, Tuan muda. Tidak punya siapa siapa" kata Gerry.


"Hmmm" jawab Gio yang masih memandang lurus menatap Mini.


"Dia sama seperti kita, sudah tidak punya siapa siapa lagi" ucap Gerry lagi meskipun ia tahu Gio masih masih Paman nya, Eduardo.


"hemm" jawab Gio


"Hem" Gio kembali menjawab dengan gumaman tanpa mendengarkan dengan jelas apa yang Gerry katakan, namun ketika ia sadar apa yang di katakan Gerry ia langsung menoleh dan menatap tajam bodyguard nya itu. Membuat Gerry hanya cengengesan.


"Kenapa kamu cengengesan?" tanya Gio heran, sementara biasa nya Gerry selalu hormat dan segan pada nya.


"Maaf, Tuan muda" Gerry menahan senyum dan langsung menundukkan kepala nya. Gerry bukan nya tak menghormati Gio lagi, namun ia sudah tidak begitu segan lagi dengan Gio. Karena selama berada di desa ini, Gio menunjukan sikap berbeda yang tak perna Gerry lihat sebelum nya. Dan karena mereka tinggal di satu kamar, hal itu juga membuat Gerry merasa lebih dekat dengan Gio dari pada sebelum nya.


"Tidur, sudah malam!" titah Gio.


"Tuan muda, sebaik nya Anda yang tidur, biar aku yang berjaga" jawab Gerry.

__ADS_1


"Iya... Ya.." gumam Gio, ia bahkan lupa siapa yang Tuan siapa yang bodyguard.


Gio pun merebahkan tubuh nya di sofa panjang itu dan beberapa saat kemudian ia langsung tertidur, karena Gio memang merasa sangat lelah dan mengantuk. Sementara ponsel Gio bergetar di atas meja, Tertera nama Uncle Ed di layar itu, tanpa sungkan Gerry langsung menjawab nya.


"Gio..."


"Ini saya, Don Ed..." jawab Gerry setengah berbisik karena tak ingin menganggu Gio "Tuan Muda sedang tidur"


"Bagaimana keadaan Gio dan Firda? dan juga ayah nya Firda?" tanya Eduardo, Gerry memang sudah melaporkan semua nya pada Eduardo karena Eduardo selalu berpesan pada Gerry agar melaporkan semua hal yang terjadi pada Gio.


"Mereka lebih baik, Don. Kecuali Ayah nya Firda dan Mini, mereka berdua yang benar benar terkena ledakan mobil, mereka koma sekarang" jawab Gerry menjelaskan.


"Aku akan mengirim Dokter spesial terbaik kesana secepat mungkin untuk menangani mereka, katakan itu pada Firda dan Gio" ujar Eduardo.


"Baiklah, Don"


"Aku akan menelpon nya kembali nanti"


...


Sementara itu, Frank dan Angeline ada di kamar Micheal, mereka berdua menjaga Micheal sedangkan Micheal saat ini sudah tertidur. Mereka juga sudah makan malam, tadi Nenek membawa makanan yang di masak sendiri dan membagi nya juga dengan Angeline dan Frank.


"Aku benar benar tidak menyangka semua ini akan jadi seperti ini" ucap Frank.


"Seandainya Gabriel dan Micheal tidak pernah bertemu, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi" ujar Angeline yang menyesali pertemuan Gabriel dan Micheal "Mungkin sekarang hidup kami tenang" Imbuh nya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Angel" ujar Frank "tapi sejak awal, aku memang sudah bekerja sama dengan Edward. Bahkan penyerangan yang terjadi pada Gabriel di hotel juga bagian dari rencana Edward untuk bisa mengasingkan Gabriel sementara waktu, dan aku berpura pura menjadi penyerang nya" kata Frank yang membuat Angeline menghela nafas berat.


"Lain kali, aku mohon pada mu, Frank. Jangan tukar putra ku dengan apapun lagi, jika kamu mau, kamu bisa menukar nyawa ku saja" lirih Angeline yang membuat Frank semakin merasa bersalah.


__ADS_2