Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 186 - Setelah Kesulitan Ada Kemudahan


__ADS_3

Gabriel keluar dari ruang rawat Abi Farhan saat ia mendapatkan telfon dari Billy.


"Bagaimana? Sudah kau temukan ayah nya Angeline?" tanya Gabriel setengah berbisik. Setelah tahu Ayah nya Angeline di culik oleh Edward, Gabriel langsung bertindak cepat untuk menemukan mantan mertua nya itu.


"Sudah, Don. Dia baik baik saja, seperti nya penculikan ini di lakukan murni untuk di jadikan sandera" jawab Billy


"Alhamdulillah, ya Allah" gumam Gabriel lega.


"Amankan dia di markas, Billy. Dan cari semua anak buah Edward, kamu tahan mereka sampai mereka menyerah tapi jangan membunuh nya. Dan katakan juga pada mereka kalau Edward sudah mati di tangan ku"


"Baik, Don. Sesuai perintah anda"


....


"Aku ingin kita pulang" kata Angeline pada Frank yang saat ini sedang sibuk di laptop nya, kedua nya ada di kamar rawat Micheal sedangkan Micheal masih di kamar rawat Abi Farhan bersama keluarga Firda.


"Lalu bagaimana dengan Micheal?" tanya Frank menatap Angeline yang tampak murung itu.


"Ya kita bawa dia, pengobatan di Jakarta jauh lebih baik dari pada pengobatan di sini" Kata Angeline, meskipun sebenarnya ada alasan lain kenapa ia ingin pulang, tentu karena Angeline sudah tidak tahan melihat kemesraan Gabriel dan Firda, apa lagi ketika Micheal ada di tengah tengah mereka dan Micheal terlihat sangat bahagia. Angeline merasa minder dan takut Micheal lebih dekat dengan Firda dan keluarga nya dari pada dengan diri nya.


"Coba nanti kita tanya ke Dokter, apa Micheal boleh pulang apa lagi melakukan penerbangan" kata Frank, Angeline pun hanya mengangguk lemah.


Saat Frank hendak kembali melanjutkan pekerjaan nya, ponsel nya berdering dan tertera nomor asing di ponsel nya itu. Frank mengabaikan nya dan kembali fokus pada laptop nya, namun setelah beberapa saat kemudian ponsel nya kembali berdering, dengan kesal Frank pun menjawab telfon itu.


"Siapa?" ketus nya.


"Penjaga ayah mu" tentu Frank langsung melotot sempurna mendengar suara itu, suara yang sangat tidak asing di telinga nya "Bagaiamana? Apa kau merindukan ayah mu, Frank?" Frank langsung menatap Angeline dan tampak sekali ketakutan di mata nya.


"Siapa?" tanya Angeline dalam gerakan bibir saja.


"Edward..." Frank pun menjawab dalam gerakan bibir, Angeline juga tak kalah terkejut mendengar hal itu.

__ADS_1


"Dimana ayah ku? Aku mohon lepaskan dia, aku janji akan melakukan apapun yang kau Mau asal kau membebaskan ayah ku" tukas Frank yang sudah di landa kecemasan setiap kali memikirkan ayah nya itu.


"Aku hanya ingin kau melakukan satu hal untuk ku, Frank. Datang lah ke desa nya Firda dan jemput aku, tapi ingat jangan sampai ada yang tahu misi mu ini" Frank hanya tercengang, karena bersamaan dengan itu tiba tiba Gabriel datang dan masuk ke dalam ruang rawat Micheal. Gabriel sudah tahu bahwa Ayah nya itu pasti akan berusaha kabur dan ia pasti akan mengancam Frank. Gabriel melangkah tegas menghampiri Frank yang masih tercengang dan tidak tahu harus menjawab apa, Gabriel meletakkan jari nya di bibir nya pertanda ia meminta agar Frank tidak memberi tau keberadaan nya. Sementara Frank hanya bisa menelan ludah nya dengan susah payah.


"Frank, kamu mendengar ku kan?" tegas Edwards kemudian.


"I... Iya" Jawab Frank gelagapan. Gabriel mengambil ponsel Frank dan me load speakers ponsel iya.


"Dengar, kau harus datang hari ini juga. Aku ada di rumah sakit, aku akan kirimkan alamat nya pada mu" Gabriel tersenyum miring mendengar ucapan ayah nya itu. Gabriel menatap Frank dan memberi isyarat agar menyangupi permintaan Edward.


"B.. Baik..." jawab Frank dan kemudian panggilan pun terputus, tak lama kemudian pesan dari Edward datang yang memberi tahu alamat desa Firda dan alamat rumah sakit nya.


"Aku sudah menemukan ayah kalian..." kata Gabriel yang membuat Angeline dan Frank tentu sangat terkejut, Gabriel merogoh ponsel nya dari saku celana nya dan kemudian menghubungi Billy. Setelah panggilan itu terjawab, Gabriel langsung memberikan ponsel nya dan Angeline menyambar nya dengan tak sabar.


"Dad...." panggil Angeline dengan gugup.


"Angel..." Kedua bola mata Angeline langsung membulat sempurna karena itu memang suara ayah nya


"Apa itu Daddy?" tanya Frank dan Angeline mengangguk, Frank pun menyambar ponsel Gabriel dari tangan Angeline.


"Iya, aku baik baik saja. Kalian dimana? Aku ingin pulang"


"Kami sedang di luar kota, Dad. Mickey kecelakaan tapi secepat nya kami akan pulang dan menjemput mu" tukas Frank.


"Mickey kecelakaan? Apakah Mickey baik baik saja?"


"Iya, syukur lah dia baik baik saja saat ini"


Angeline dan Frank masih bicara selama beberapa menit, Gabriel pun hanya diam dan memperhatikan mereka. Ada sedikit rasa iri dalam hati Gabriel melihat mereka punya ayah yang sangat sayang pada mereka, berbeda dengan diri nya yang punya ayah seperti monster. Bahkan nyawa sang Ibu pun melayang di tangan orang yang seharusnya menjaga nya.


"Mom?" memikirkan tentang Ibu, Gabriel teringat dengan sesuatu. Sebuah bukti dari John yang pasti akan menjerat Edward ke dalam penjara.

__ADS_1


"Terima kasih, Gabriel..." lirih Angeline, ia menatap Gabriel dengan begitu sendu "Terima kasih karena kamu sudah menyelamatkan Daddy"


"Lalu apa yang harus kami lakukan sekarang?" tanya Frank.


Gabriel terdiam sejenak, ia harus membuat ayah nya itu di jerat hukum yang seberat berat nya.


"Tidak ada, polisi akan membuat nya resmi menjadi tahanan hari ini juga" tegas Gabriel.


Kemudian ia keluar dari kamar itu, meninggalkan Angeline dan Frank yang sama sama bernafas lega karena seperti nya semua nya akan baik baik saja. Hanya dalam waktu sekejap, Gabriel yang tetap di desa berhasil menemukan ayah Angeline dan Frank dan itu membuat sepasang saudara itu takjub dan juga malu. Karena mereka tidak bisa apa apa tanpa Gabriel.


Gabriel kemudian kembali menghubungi Billy, ia meminta Billy mengirimkan video yang pernah di buat John asli, saat John asli mengatakan bahwa Edward lah yang membunuh Ibu Gabriel. Gabriel yakin, dengan bukti ini akan semakin memberatkan Edward. Tak hanya itu, Gabriel juga meminta Billy agar membuat anak buah Edward bersaksi bahwa Edward memang merencanakan konspirasi pembunuhan terhadap Gabriel dan Firda.


Setelah selesai berbicara dengan Billy, Gabriel duduk termenung di depan ruang rawat Abi Farhan. Gabriel mengingat masa kecil nya, John memang jauh lebih dekat dengan nya dari pada ayah nya. Namun Gabriel tidak seperti Micheal yang merindukan kasih sayang ayah, saat itu ia sudah menjadi bagian dari sebuah kejahatan, kehidupan penuh kriminal. Gabriel bahkan tidak ingat apakah dimasa kanak kanak nya ia bermain, punya mainan seperti robot robotan atau mobil mobilan, memiliki teman bermain, atau apapun yang biasa di lakukan anak anak pada umum nya. Yang Gabriel ingat, ia di paksa belajar segala hal. Menguasai beberapa bahasa, belajar bisnis legal maupun ilegal, belajar bela diri dan menggunakan berbagai jenis macam senjata.


Gabriel menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya, ia menarik nafas beberapa kali dan menyesali masa lalu nya yang begitu kelam.


"Bang..." Gabriel langsung mendongak saat merasakan sentuhan lembut di pundak nya bersamaan dengan terdengar nya suara lembut sang istri.


"Iya, Sayang?"


"Kamu kenapa? Ada masalah lagi?" tanya Firda sembari duduk di samping sang suami, Gabriel memutar tubuh nya hingga bisa berhadapan dengan Firda.


"Tidak ada, Sayang" jawab Gabriel lembut, ia menarik tangan Firda, menggenggam nya dan mengecup nya "Terima kasih banyak karena kamu hadir dalam hidup ku, Sayang. Kalau saja tidak ada kamu, mungkin aku... Aku tidak tahu hidup ku akan jadi seperti apa" lirih nya yang membuat Firda tersenyum tipis.


"Jangan berterima kasih sama aku, Bang. Berterimakasih lah sama Allah. Dia yang menulis takdir mu, Dia yang menuntun mu" kata Firda.


"Kamu benar, dan gara gara aku, kamu bahkan keluarga mu selalu berada dalam kesulitan. Aku benar benar minta maaf"


"Bang, Allah berfirman, Inna ma'al usri Yusro. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan" Kata Firda "Jadi jangan takut dan jangan menyerah sebanyak apapun kesulitan yang kita alami, karena sesungguhnya Allah sudah menyiapkan kemudahan di sana. Tak hanya itu, ada pahala juga dalam cobaan hidup kita. Yaitu pahala sabar dan ikhlas" jelas nya yang membuat Gabriel kembali tersenyum, ia menangkup pipi sang istri dan mencium kening nya dengan mesra.


"Kamu benar benar sebuah lentera, Sayang" lirih nya setelah melepaskan ciuman di kening sang istri.

__ADS_1


"Lentera nya Don Gabriel Emerson" kata Firda sambil terkekeh "Sudah yuk, masuk. Abi nanyain bang Gabriel dari tadi" kata Firda.


"Kamu benar, Sayang. Ada kemudahan setelah kesulitan, dan sekarang setelah punya sosok ayah monster. Aku punya Abi luar biasa" kata Gabriel sambil bergandengan tangan dengan istri nya masuk ke ruang rawat Abi Farhan


__ADS_2