
Semenjak pertemuan nya dengan putranya, kini Gabriel terlihat lebih bahagia, mudah tersenyum dan tampak tenang. Firda yg melihat itu tentu tentu juga sangat bahagia, namun sayang, kebahagiaan nya tak sempurna setiap kali ia harus melihat kenyataan hidup yg rumit dan berat.
Hari ini, Firda berniat ingin mendatangi rumah John dan ingin bertemu keluarga nya. Namun dari alamat yg di dapatkan oleh Mini, rumah itu sangat jauh, bahkan berada di pinggir kota.
Firda sungguh bingung bagaimana cara nya ia sampai kesana tanpa ada yg tahu.
"Bang..." panggil Firda pada Gabriel yg saat ini sedang duduk manis di balkon sembari membaca koran, Firda menghampiri suami nya itu dan duduk di depan nya.
"Bang, tidak kerja hari ini?" tanya Firda.
"Kerja, Sayang. Tapi dari rumah" jawab Gabriel. Hilang sudah harapan Firda supaya bisa keluar rumah hari ini.
Sementara Gabriel yg masih terfikirkan akan penuturan Firda tentang John, langsung meletakkan koran nya dan ia menatap istri nya itu.
"Sayang, apa yg kamu katakan tentang John saat itu..." ujar Gabriel yg langsung membuat Firda mendongak
"Aku berkata jujur, Bang" kata Firda dengan cepat.
"Dia datang ke kamar ku, mengancam ku, dan dia mengaku sebagai ayah mu, dia bahkan bilang dia juga yg mau mencelakai istri pertama mu, supaya dia meninggal kan mu" tutur Firda.
"Tapi ayah ku sudah meninggal, Firda. Dan rasa nya tidak mungkin John melakukan hal seperti itu, aku tumbuh di bawah asuhan nya, dia juga yg melatih ku, menjaga ku" tukas Gabriel.
"Tapi aku tidak bohong, aku berani bersumpah" tegas Firda yg membuat Gabriel menatap sendu istri nya itu, di mata Gabriel, Firda adalah orang terjujur di dunia, dan sekarang Firda bahkan bersumpah.
"Iya, Sayang. Aku percaya sama kamu" kata Gabriel kemudian.
"Terus? Bang Gabriel engga mau mencari tahu tentang John begitu?"
__ADS_1
"Saat ini dia sedang berada di Rusia, Sayang" jawab Gabriel "Tapi aku akan mencari tahu tentang nya, kamu jangan khawatir" tukas nya.
"Bang..." seru Firda kemudian, ia menatap suami nya dengan sendu. Firda ingin menyerah mencari teka teki tentang Gio dan John, Firda merasa dia harus memberi tahu Gabriel semua ini, namun entah mengapa, Firda merasa ragu.
"Kenapa, Sayang? Kamu ingin memberi tahu ku hal yg lain?" tanya Gabriel penasaran.
"Gio..." kata Firda lirih.
"Ada apa dengan Gio?" tanya Gabriel semakin penasaran, karena untuk yg kedua kali nya, Firda berbicara tentang Gio.
"Dia menyakiti mu?" Firda menggeleng "Lalu ada apa, Firda?" tanya Gabriel penasaran. Firda membuka mulut nya hendak berbicara namun ponsel yg ia pegang sejak tadi bergetar, Firda memeriksa nya dan ia mendapatkan pesan dari Mini.
Mini Apotek
"Aku menemukan fakta baru tentang Gio Glatzel, informasi ini aku dapatkan dari laptop teman ku yg menghilang, melihat isi laptop nya, sepertinya dia punya hubungan dengan Gio Glatzel"
"Ada apa, Sayang?" tanya Gabriel heran.
"Em, besok kita sudah waktunya memeriksakan kandung ku, Bang" ujar Firda.
"Iya, aku ingat, Sayang. Maka nya besok aku sudah mengosongkan jadwal ku" jawab Gabriel.
Firda pun membalas pesan si Mini Apotek.
"Di rumah sakit, besok, jam 12.30"
..........
__ADS_1
Sementara itu, Gio saat ini sedang berada di rumah Paman nya yg tak lain adalah Eduardo Glatzel. Gio sudah berada di sini selama dua hari ini.
Gio berada di kamar nya, duduk merenung sembari menatap foto mendiang ibu dan kakak nya.
Eduardo mendatangi keponakan sekaligus anak angkat nya itu, ia menepuk pundak nya.
"Minggu ini aku akan kembali ke Swedia, dan menetap di sana. Aku tidak akan kembali lagi ke sini" kata nya "Segera selesaikan pekerjaan mu dan fokus lah pada apa yg sudah aki wariskan untuk mu. Orang orang ku akan selalu siap mempertaruhkan nyawa mereka untuk mu"
"Paman Ed, bisakah organisasi ini di bubarkan? Aku ingin hidup seperti orang normal, Paman" Tutur Gio.
"Sayang nya tidak bisa, Son. Organisasi ini sudah berjalan puluhan tahun, orang orang yg berkuasa membutuhkan kita untuk memusnahkan orang orang yang melawan kekuasaan nya"
"Tapi aku tidak ingin menjadi sepertinya ayah ku, seorang pembunuh bayaran" tukas Gio kesal.
"Son, Ini takdir mu, kau di latih untuk menjadi pewaris ku dan pewaris ayah mu. Jadi lah seperti Gabriel Emerson, yg menerima takdir nya sebagai Don Mafia, pewaris kerajaan Mafia ayah nya"
"Tapi dia sudah berhenti..."
"Demi seorang wanita?" Eduardo bertanya dengan sinis "Dan kau juga ingin berhenti demi wanita yg sama?"
"Aku sangat mencintainya, Paman Ed. Aku bahkan tidak tega melihat nya menangis, dia sangat baik, sangat lembut, dia selalu membuat jantung ku berdebar" tukas nya.
"Yah, aku mengerti itu, Son. Aku juga pernah berada di posisi mu..." Eduardo berkata dengan sedih "Begini saja, kau bisa membunuh Gabriel Emerson maka kau akan mendapatkan wanita nya. Buy one free one, Bukan kah itu bagus?" tanya Eduardo.
"Aku memang memikirkan hal itu, Paman. Tapi aku sangat takut Firda mengetahui hal itu, dia pasti akan membenci ku"
"Tidak akan ada yg memberi tahu nya, jangan khawatir. Sekarang siapkan sebuah rencana yg matang, Son. Dan eksekusi dengan baik. Orang orang ku sangat bisa di andalkan"
__ADS_1