Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 95 -


__ADS_3

Malam hari nya, Firda masih ngotot ingin bbq an di rumah nya bersama Ummi dan yg lain nya, tentu mereka akan dengan senang hati mengikuti kemauan putri mereka yg sedang mengandung itu.


"Hem, aroma nya menggoda" kata Firda.


"Seperti kamu" sambung Gabriel menggoda Firda sambil menyenggol nya, membuat Firda terkekeh.


"Memang nya aku menggoda?" tanya Firda sembari mengedipkan sebelah mata nya, membuat Gabriel tertawa gemas dengan kelakuan istri tercinta nya itu.


"Sangat, Sayang. Aku selalu tergoda sama kamu..." bisik Gabriel di telinga sang istri. Kelakuan kedua nya itu tertangkap basah oleh Ummi Aisyah.


"Engga boleh begitu di depan orang banyak, nanti saja kalau sudah di kamar" tegur nya yg membuat Firda tersipu.


Gio tentu juga bergabung dengan mereka dalam setiap aktivitas yg mereka lakukan, Gio bahkan sudah tidak canggung lagi pada mereka dan merasa begitu nyaman berada di antara mereka.


Mereka menikmati malam itu dengan perasaan yg bahagia dan perut yg kenyang tentu nya, di selingi beberapa obrolan ringan tentang banyak hal, hingga tanpa sadar kini mereka malah membicarakan Gio yg masih sangat muda.


"Sepertinya kamu seumuran sama Firda ya?" tanya Nenek Firda.


"Aku lebih tua satu tahun dari Firda" jawab Gio.


"Oh begitu, masih muda sekali" gumam sang nenek.


"Orang tua mu tinggal dimana, Gio?" tanya Ummi Aisyah yg membuat wajah Gio langsung tampak sedih.


"Mereka sudah meninggal, Tante" Gio berkata dengan lirih, kematian keluarga nya adalah sesuatu yg sangat menyakitkan bagi nya bahkan sampai detik ini.


"Oh, maafkan tante, Nak Gio. Semoga Allah menempatkan mereka di sisi Nya" kata Ummi Firda tulus.


"Tidak apa apa, Tante" kata Gio sambil melirik Gabriel yg saat ini merangkul Firda, kedua nya tampak begitu romantis dan mesra. Membuat Gio merasa iri, dan bahkan merasa cemburu.

__ADS_1


"Jika Firda dan Gabriel pulang ke desa kami, kamu ikut ya" pinta Ummi Aisyah.


"Iya, tentu saja aku akan ikut, Tante" jawab Gio antusias.


.........


Keesokan harinya, Firda dan Gabriel mengantar mereka yg sudah hendak pulang. Firda tampak sangat sedih namun harus bagaimana lagi? Keluarga nya juga punya kesibukan masing masing yg harus mereka lakukan.


Gio bahkan merasa kehilangan saat mengantar pergi dan menyaksikan mereka menaiki jet.


Ponsel Gio bergetar, Gio segera merogoh ponsel nya itu dan ia mendapatkan pesan yg lagi lagi mengingatkan Gio tentang misi Gio.


"Ingat lah, Tuan muda Glatzel. Kamu sudah tidak punya waktu lagi, lakukan lah atau kami yg akan melakukan nya"


Gio menggeram tertahan membaca pesan itu, apa kini bukan hanya rencana nya yg berantakan tapi juga perasaan dan tekad nya.


Sementara ponsel Firda juga bergetar, ia mendapatkan notif pesan dari *apotek.


Informasi itu membuat Firda menghela nafas lesu.


..........


"Dia mengaku sebagai ayah Gabriel, aku bingung. Aku tidak tahu harus percaya pada siapa" kata Firda pada seseorang yg saat ini sedang ia hubungi di telpon.


"Itu sangat aneh, aku bekerja dengan nya hanya selama lima tahun. Jadi aku tidak tahu banyak tentu itu" terdengar suara parau seorang pria dari seberang telpon.


"Dan semua anggota Black Swan juga di larang membicarakan masalah keluarga Emerson, tapi memang ada yg tidak beres tentang Don John. Dia pernah berbohong pada Don Gabriel soal kapal yg hendak di kirim ke Ukraine. Kapal itu terkirim dengan aman tapi Don John dan mengatakan kapal nya di curi, sehingga anggota Black Swan yg di pimpin langsung oleh Don Gabriel melakukan penyerangan dan merebut kapal kembali. Dan itu sebenarnya adalah kapal Eduardo" tutur orang itu dan Firda mendengarkan nya dengan seksama.


"Siapa itu Eduardo?" tanya Firda kemudian.

__ADS_1


"Eduardo Glatzel juga seorang pemimpin kelompok Mafia, musuh bebuyutan Black Swan"


"Jadi, apa yg terjadi setelah itu?" tanya Firda lagi.


"Tangan kan Eduardo Glatzel yg bernama Kiroz terbunuh di sana, bahkan semua orang yg ada di kapal itu di bantai habis oleh Don Gabriel dan anak buah nya"


Firda langsung terduduk lemas setelah mendengar apa yg di katakan orang itu, tubuh nya kembali gemetar dan bahkan ia merasa kesulitan bernafas mendengar berita tentang pembantaian itu.


"Ka... Kapan kejadian nya?" tanya Firda dengan gugup.


"Pada tanggal 28 Mei yg lalu" jawab Pria itu yg membuat nafas Firda langsung tercekat di tenggorokan nya.


"28 Mei, itu artinya setelah aku tinggal di sini" ia menggumam kecewa, bahkan saat Firda sedang menunggu Gabriel di rumah dengan cemas, ternyata Gabriel sedang membunuh orang di luar sana.


............


Dua hari setelah kedatangan keluarga Firda, Gio kembali menyusun rencana dan misi nya. Kini ia bertekad akan membunuh Gabriel, hanya Gabriel. Amarah Gio tentu ingin ia tuntaskan dengan membunuh semua orang yg memiliki hubungan dengan Gabriel. Namun hati kecil Gio tak mengizinkan nya, ia merasa lemah setiap kali mengingat Firda apa lagi wanita itu sedang mengandung sekarang.


Gio mempersiapkan senjata nya dan memastikan senjata nya itu terisi penuh dengan peluru.


Ponsel Gio kembali berdering, dan Gio pun langsung menjawab nya.


"Gio, apa kau yakin ingin membunuh Gabriel?" tanya paman nya itu.


"Iya, Paman Ed. Aku tidak ingin membunuh Firda" jawab Gio tegas.


"Bagaiamana jika suatu hari nanti istri nya itu malah balas dendam atas kematian suami nya?"


Gio tersenyum samar mendengar pertanyaan itu.

__ADS_1


"Aku rela, Paman Ed. Aku rela mati di tangan nya, karena... Karena aku mencintai nya"


__ADS_2