Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 201 - Mini VS Gio


__ADS_3

DSemalaman Gabriel tak bisa tidur dengan nyenyak, ia terus terjaga demi menjaga Firda dan Lora Jibril dari serangan Micheal yang bergerak ke sana ke mari. Bahkan ia yang memang dapat bagian di tepi ranjang harus rela duduk atau Micheal akan menendang nya jatuh dari ranjang.


Sekitar jam dua pagi Firda terbangun karena putra nya merengek padahal tiga puluh menit yang lalu Firda sudah bangun untuk menyusui sang buah hati. Sambil mengucek mata yang terasa begitu berat, Firda bangun dan ia memeriksa sang putra.


"Ada apa, Sayang? Hm? Haus ya?" tanya Firda pada putra nya yang tentu saja tak bisa menjawab pertanyaan itu.


"Mungkin popok nya penuh..." kata Gabriel yang membuat Firda terlonjak kaget dan ia langsung menoleh, tatapan nya langsung bertemu dengan tatapan sang suami yang kini beranjak turun dari ranjang.


"Belum tidur, Bang?" tanya Firda yang melihat Gabriel mengitari ranjang dan menghampiri Firda di sisi ranjang yang lain.


"Tidak bisa tidur, aku khawatir sama Micheal..." kata Gabriel dan ia duduk di sisi Firda yang memeriksa popok Jibril.


"Popok nya belum penuh kok" kata Firda dan kemudian ia menguap.


"Mungkin haus lagi..." kata Gabriel sembari merapikan rambut Firda yang berantakan, ia membuka laci dan mencari tali rambut Firda yang biasa Firda gunakan untuk mengikat rambut nya.


Firda mengangkat bayi nya dan meletakkan sang putra di pangkuan nya, kemudian ia pun menyusui kembali putra nya itu. Sementara Gabriel, ia duduk di belakang Firda dan mengikat rambut nya pelan pelan.


"Beneran haus ya?" tanya Gabriel.


"Kayak nya engga, nyedot nya cuma sedikit" kata Firda.


"Mungkin tidak keluar, Sayang. Coba sini aku tes..." kata Gabriel yang tentu saja membuat Firda langsung terkekeh.


"Mau nya..."


.........


Gio terbangun saat para penghuni kamar nya terbangun, awal nya Gio kesal sekali dengan keramaian ini apa lagi ini benar benar mengganggu tidur nya. Namun sekarang Gio sudah terbiasa, saat para Ustadz melaksanakan sholat subuh, Gio pun mandi karena pagi ini ia harus kembali ke Jakarta bersama Mini dan Angeline.


Setelah mandi dan bersiap, Gio masuk ke kediaman keluarga Firda tanpa permisi. Keluarga ini benar benar sudah seperti keluarga nya sendiri, Gio tidak sungkan apa lagi malu, semua itu terjadi karena keluarga Firda selalu memperlakukan Gio seperti putra mereka sendiri.


"Nek..." teriak Gio pergi ke dapur dan di sana ia menemukan Mini yang makan buah di depan kulkas, lampu dapur masih menyala karena hari masih sedikit gelap di luar.


"Hey, pencuri!!!" pekik Gio yang membuat Mini terlonjak kaget.


"Apa sih?" ketus Mini dan ia menarik buah anggur dari dalam kulkas.


"Kamu sedang apa pagi pagi buta begini ada di dapur?" tanya Gio sembari mendekati Mini.

__ADS_1


"Aku lapar" kata Mini.


"Masak di rumah orang main masuk dapur saja?" tanya Gio dan ia justru mengambil buah anggur dari tangan Mini "Pagi pagi sudah makan anggur..." komentar nya namun ia sendiri memasukan satu buah anggur itu ke dalam mulut nya.


"Terserah aku lah, kamu itu pria tapi banyak bicara..." ketus Mini.


"Heh, sorry ya, aku itu pria paling kalem dan paling bisa jaga image..."


"Iya, di luar sana. Lah asli nya?" cibir Mini.


"Asli nya aaa....." Gio tiba tiba berteriak saat ia melihat ada bayangan besar dinding dan tampak mendekat dan saat menoleh ia melihat ada makhluk putih yang mendekat. Gio sontak langsung bersembunyi di belakang Mini sambil berteriak "Hantu..." Mini yang mendengar hal itu justru tertawa terbahak bahak.


"Haha.."


"Dimana ada hantu?" Gio langsung mengintip dari pundak Mini dan ternyata itu Nenek yang memakai mukena.


"Nenek, kenapa malah nakut nakutin?" tanya Gio yang membuat sang Nenek mengernyit bingung, sementara Mini masih tertawa terpingkal pingkal bahkan sampai memegang perut nya.


"Siapa yang nakut nakutin?" tanya Nenek masih terlihat bingung.


"Itu, kenapa kerudung nya tidak lepas?" tanya Gio menggerutu.


"Ngaku nya tuan muda Glatzel, klan Mafia, tidak takut pistol atau bom. Tapi takut pada bayangan" ejek Mini masih tertawa, membuat Gio mendelik kesal.


"Kalian berdua memang nya sedang apa?" tanya sang Nenek.


"Mini lapar, Nek" kata Gio.


"Terus tadi kenapa kamu memanggil ku, Gio?" tanya sang Nenek lagi.


"Aku juga lapar, gara gara tadi bangun nya pagi sekali" tukas Gio yang membuat Mini mencebikan bibir nya.


"Memang lah makhluk yang satu ini benar benar aneh" cibir Mini.


"Kalian makan saja apa yang ada dulu, kami masih mau selesaikan doa kami dulu" kata sang Nenek.


...


"Kalian jadi pulang hari ini?

__ADS_1


" tanya Gabriel yang kini sudah berkumpul di halaman rumah bersama Angeline, Gio, Mini dan Abi Farhan.


"Iya, Gab. Aku banyak pekerjaan" kata Angeline.


"Aku juga harus kuliah" sambung Mini, sementara Gio justru sibuk menikmati singkong goreng yang ada di depan nya..


"Kalau kamu, Tuan muda Glatzel?" tanya Gabriel.


"Aku... Hemmm" Gio mengunyah singkong goreng yang memenuhi mulut nya.


"Astagfirullah, bocah ini..." gumam Gabriel.


"Dia paling cuma sibuk menghitung peluru dalam senjata nya" lagi lagi Mini mencibir nya "Tapi kamu itu kan masih muda, Gio. Kenapa kamu tidak kuliah saja? Mau kuliah di kampus ku?" tanya Mini dan ia sangat serius dengan pertanyaan nya itu.


"Aku bahkan lebih sukses dari pemilik kampus mu" jawab Gio dengan sombong nya yang membuat Mini langsung mencebikan bibir nya.


"Kesuksesan mu itu warisan, itu saja bangga" cibir nya.


"Bilang saja kamu iri" balas Gio.


"Kalian ini seperti minyak dan air ya, tidak bisa di satukan.." ujar Abi Farhan yang sering sekali melihat Mini dan Gio adu mulut.


"Tidak bisa di satukan tapi bisa berdampingan" sambung Angeline menggoda.


"Aku?" Mini menunjuk diri nya sendiri kemudian ia menunjuk Gio "Berdampingan sama dia? Ugh, bisa kiamat sebelum pernikahan kami di gelar" tukas nya.


"Memang mya siapa yang membicarakan pernikahan?" sambung Abi Farhan yang membuat Mini langsung terdiam "Rupa nya kamu sudah berfikir sejauh itu ya, Min" goda Abi Farhan lagi sementara Gio hanya mendelik.


"Jangan memikirkan pernikahan dulu, kalian masih kecil" sambung Gabriel.


"Firda juga masih kecil" sambung Gio yang justru membuat Gabriel terkekeh.


"Oh, jadi maksud mu seharus nya tidak masalah menikahi Mini yang masih kecil karena Firda juga saat masih kecil?" goda Gabriel yang justru membuat Gio tak tahu harus menjawab apa.


...💞💞...


Selamat pagi pembaca SkySal. Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?


Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya.

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘


__ADS_2