Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 87 - Mencari Identitas Gio


__ADS_3

Karena Firda dan Gabriel sudah baikan, Firda pun kembali menjalani hari hari nya seperti biasa namun ia tak lagi latihan karena itu bisa berbahaya bagi kandungan nya, itulah kata Gio. Gio juga sangat senang karena Firda kembali pulang dan Gio bernafas lega karena Nyonya muda nya itu baik baik saja.


Hal itu membuat Gio semakin bingung dengan tujuan nya yg semakin tampak abu abu, ia seperti kehilangan arah dalam perasaan nya yg semakin hari semakin tidak terkendali.


Pagi ini, Firda kembali membuatkan sarapan untuk Gio dan Gabriel. Karena semenjak Gio memasak karena tantangan Firda itu, itu malah menjadi kebiasaan baru bagi Firda dan Gio sehingga pelayan sudah sangat jarang memasak.


"Oh ya, aku punya hutang sama Om Arman" tukas Firda saat kedua nya sedang sarapan bersama, tentu saja dengan Gio juga di sana. Sementara Om Arman yg Firda maksud adalah penjaga yg ia minta uang kemarin.


"Hutang?" tanya Gabriel heran "Hutang apa?" Gio sendiri tak kalah heran nya dengan apa yg di maksud Firda.


"Waktu aku pulang sendirian dari rumah sakit, aku tidak punya uang. Jadi ya aku hutang sama Om Arman" jawab nya yg membuat Gabriel melongo sementara Gio malah terkekeh geli. Seperti biasa, Firda selalu memiliki kejutan yg unik.


"Firda, kamu itu seorang Nyonya Emerson, dan kamu hutang uang ke penjaga rumah?" tanya Gabriel tak habis fikir.


"Tas sama dompet ku ketinggalan di mobil..." jawab Firda yg tak mau di salahkan.


"Tadi nya aku itu mau kabur dari rumah karena kesal sama kamu, eh aku tidak punya uang" gerutu Firda lagi yg membuat Gio dan Gabriel sama sama tertawa.


"Tapi kenapa Nyonya Firda mau kabur dari rumah?" tanya Gio akhirnya karena ia memang tidak tahu masalah apa yg sebenarnya terjadi.


"Itu karena..."


"Aku fikir Gabriel selingkuh" jawab Firda dengan cepat yg membuat Gabriel menganga lebar karena Firda me fitnah nya dengan begitu kejam. Gio juga tak kalah terkejut nya dan ia menatap Gabriel dengan tatapan tak percaya nya.


"Tapi ternyata tidak" jawab Firda kemudian "Kenapa pada berhenti makan nya? Ayo lanjutkan..." seru Firda dengan santai nya dan kedua pria itu pun kembali makan.


Firda melirik Gio sekilas, Firda tidak bohong saat ia mengatakan Gio sudah seperti kakka nya sendiri. Karena itulah Firda tidak memberi tahu Gabriel tentang kecurigaan nya terhadap Gio apa lagi Firda tak memiliki bukti apapun sampai sekarang. Firda tidak mau Gabriel sampai menyakiti Gio apa lagi sampai membunuh nya, karena setahu Firda, orang orang seperti Gabriel akan memusnahkan siapa pun yg di anggap nya sebagai pengancam.


Dan alasan Firda mencari tahu identitas Gio, karena Firda ingin memastikan bahwa Gio tidak berbahaya untuk nya apa lagi untuk suami nya. Firda juga tak ingin Gio tahu tentang Micheal, karena jika Gio memang musuh, maka nyawa Michael juga dalam bahaya.

__ADS_1


Setelah sarapan, Gabriel bersiap berangkat ke kantor seperti biasa.


"Kamu tidak boleh kelelahan ya, Sayang. Ingat kata Dokter" tukas Gabriel sambil memasang kaos kaki nya sementara Firda mengambilkan sepatu untuk suami nya itu.


"Aku akan baik baik saja, jangan khawatir" jawab Firda kemudian ia berjongkok dan hendak memasangkan sepatu pada Gabriel namun Gabriel mencegah nya, Gabriel memegang pundak Firda dan membawa Firda berdiri.


"you're my queen, not my maid" kata Gabriel yg membuat Firda tertawa kecil.


"Benarkah? kalau aku ratu mu, apa kamu akan melakukan apa yg aku minta?" tanya Firda menggoda.


"Tentu saja, Sayang. Apapun itu" kata Gabriel penuh keyakinan.


"Hari ini aku ingin pergi makan siang ke restaurant dan sebelum itu, aku pergi berbelanja" ujar Firda dan Gabriel tampak tak senang dengan apa yg di katakan Firda.


"Firda, sebaik nya kamu di rumah saja ya. Aku takut kamu kenapa napa, Sayang . Sekarang kamu tahu kan kalau siapapun yg ada di sisi ku itu tidak bisa menjalani kehidupan yg normal seperti orang lain" papar Gabriel.


Gabriel tentu hanya bisa terdiam setelah mendengar penjelasan Firda dan hati nya tentu sangat membenarkan hal itu.


"Tapi kamu sedang hamil, Firda. Aku takut terjadi sesuatu dengan bayi kita" lirih Gabriel.


"Aku hanya akan sebentar, ada Gio dan beberapa bodyguard yg lain nya kan?" bujuk Firda.


"Biar aku saja yg belanja, kamu catat saja apa yg kamu butuhkan" tukas Gabriel akhir nya.


"Tapi, Gab..."


"Tidak ada tapi tapi, kata nya perintah suami wajib di patuhi..." kata Gabriel yg memang kadang kadang mendengar ceramah dari hp Firda.


"Kata nya aku ratu mu dan akan melakukan apapun untuk ku" balas Firda dengan keras kepala nya.

__ADS_1


"Kamu ratu ku dan aku raja mu, jadi ratu harus memenuhi perintah raja" tukas Gabriel yg membuat Firda tertawa.


"Baiklah baiklah, My king" jawab nya mengalah "Tapi aku ingin sekali makan di restaurant yg baru buka, yg ada di dekat kantor hotel mu itu" kata Firda lagi.


"Baiklah, tapi hanya pergi makan dan setelah itu langsung pulang" akhir nya Gabriel juga mengalah.


...


Saat jam makan siang, Firda dan Gio makan di restaurant yg Firda maksud kan. Tentu dengan beberapa orang yg juga menjaga Firda dari kejauhan karena Firda merasa tak nyaman jika keberadaan mereka terlalu mencolok.


"Gio, aku akan ke belakang sebentar..." ujar Firda kemudian berdiri dan Gio malah ikut berdiri.


"Aku antar, Nyonya..." kata Gio yg membuat Firda menganga.


"Aku mau ke toilet, Gio. Kamu mau ikut?" pekik nya namun Gio tentu tak mau mendengarkan Firda seperti biasa.


Firda pun bergegas ke toilet dan Gio menunggu tepat di depan toilet.


Di dalam ada seorang gadis berpenampilan metal yg sedang duduk di wastafel, kemudian keluar seorang wanita dari bilik toilet.


Firda mencuci tangan nya di wastafel, kemudian ia melirik wanita yg juga sedang mencuci tangan. Setelah itu, wanita itu membenarkan make up nya kemudian keluar dari toilet.


Saat itu juga, gadis berpenampilan metal melompat turun dan mengeluarkan sebuah flashdisk dari saku nya. Meletakkan nya di sisi Firda.


"Sejauh yg aku temukan...." kata gadis itu sambil mencuci tangan nya juga "Keluarga nya meninggal dalam sebuah kebakaran, tidak memiliki kerabat lagi tapi semua itu sangat mencurigakan. Ibu nya orang Swedia, tapi mereka tinggal di Indonesia. Kata nya dia anak tunggal tapi aku menemukan sebuah foto dimana di sana ada dua anak laki laki, dan seperti nya itu saudara nya"


"Mungkin teman nya" kata Firda tanpa menatap gadis itu dan ia berbicara dengan setengah berbisik.


"Bukan, ibu nya tidak mungkin merangkul teman nya seperti putra nya sendiri"

__ADS_1


__ADS_2