
Gabriel dan semua anggota Black Swan bersiap untuk merebut kembali kapal John yg berisi senjata.
Jam menunjukan pukul 11 malam, Gabriel dan semua anggota Black Swan termasuk John sudah ada di pelabuhan dimana Eduardo menyimpan kapal mereka.
Gabriel bersiap dengan senjata di tangan nya, ia dan yg lain nya menyelinap memasuki kapal itu dan berhasil melumpuhkan beberapa penjaga secara diam diam.
John memberi isyrat pada anak buah nya untuk berpencar, sementara sniper juga bersiap siaga melindungi Gabriel dan John dari jauh.
Sementara itu, anak buah Eduardo yg bernama Kiroz mulai mencurigai ada nya penyusup ke kapal mereka. Ia pun memberi alarm peringatan kepada seluruh anggota nya untuk bersiap menyambut tamu yg tak di undang itu.
Hingga tiba saat nya penyerangan terang terangan di lakukan, adu tembakan pun terjadi, tak luput juga adu kemampuan bela diri.
Anggota Black Swan menggiring Gabriel untuk bisa menemukan Kiroz, tangan kanan Eduardo yg juga ada di kapal itu.
Sementara saat ini sedang sibuk melayani tamu yg tak di undang itu, ia juga mencuri kesempatan untuk mengirimkan pesan rahasia kepada sang ajudan bahwa ada yg menyerang nya.
Ia menemukan banyak sekali anak buah nya yg sudah tak bernyawa, Kiroz tidak tahu apakah ia bisa bertahan atau tidak.
Pertarungan sengit antara dua kelompok gengster itu berlangsung cukup lama. Itu membuat Gabriel sedikit keheranan, karena John mengatakan mungkin ada 24 - 26 penjaga. Tapi setelah Gabriel ingat ingat, mungkin ada lebih dari 50 orang di kapal ini.
"Bagaiamana pengamatan mu bisa salah, John?" tanya Gabriel sembari mengisi kembali peluru nya yg sudah habis "Ada setidak nya 50 orang di kapal ini..."
"Maafkan kesalahan ku, Tuan. Tapi Tuan jangan khawatir, kita bisa menghabisi mereka semua..." ujar John masih dengan menembaki satu persatu anak buah Eduardo yg terlihat.
"Kita kesini bukan untuk membantai mereka..." ujar Gabriel dan ia juga berusaha melindungi diri saat ia menjadi sasaran peluru anak buah Eduardo yg tertinggal "Kita kesini hanya untuk merebut kembali kapal mu..."
"Untuk merebut kapal, kita harus membantai karena jika tidak maka kita yg akan di bantai..." ujar John dan ia keluar dari persembunyian nya saat peluru nya juga sudah kosong.
Pertarungan fisik pun terjadi antara John dan salah satu anggota Kiroz, Gabriel pun keluar dan membantu John untuk melumpuhkan lawannya itu.
Kedua pria itu kemudian terlibat pertarungan fisik dengan beberapa anggota Kiroz yg tersisa.
Setelah saling bahu membahu bersama John, dan mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuan nya akhirnya Gabriel dan John berhasil menyumbangkan lawan.
__ADS_1
"Kita harus mencari Kiroz dan menghabisi nya..."
"Kau bilang, ada pria dari Cina, bukan? Tapi aku tidak menemukan nya..." ujar Gabriel penasaran.
"Dia sudah tewas di tangan sniper" jawab John dengan enteng nya yg membuat Gabriel melongo.
Di tengah perbincangan mereka, mereka mendengar langkah seseorang yg sedang berlari kemudian terdengar suara ceburan air. Gabriel dan John pun segera menghampiri asal suara itu dan mereka mendapati anggota Black Swan yg sedang menembaki seseorang yg sudah mengambang di laut.
"Siapa dia? Apa dia Kiroz?" tanya Gabriel.
"Benar, Don..." jawab salah satu anak buah John.
"Kenapa kalian juga membunuh nya? Apa kalian tahu dia tangan kanan Eduardo? Pertumpahan darah ini akan membuat permusuhan Black Swan dan Eduardo akan semakin memanas..."
"Karena itulah dia harus mati, Tuan. Supaya dia tidak memberi tahu Eduardo siapa tamu tak di undang nya..." ucap John tenang "Bereskan semua nya!!!!" titah John kemudian kepada anak buah nya.
.........
Firda terbangun saat adzan berkumandang seperti biasa, namun saat bersiap sholat ia menyadari sesuatu yg membuat nya bernafa lega.
Setelah selesai, Firda melirik sisi ranjang nya yg masih kosong, perasaan resah kembali hinggap di hati Firda. Entah dimana suaminya sekarang, bersama siapa, dan sedang apa.
"Astagfirullah, semoga saja dia tidak selingkuh ya Allah..." gumam Firda, ia pun mencoba kembali tidur toh tidak sholat juga fikir nya.
Namun Firda hanya bisa berguling ke kanan dan ke kiri, bahkan membuat seprei nya sampai kusut tak berbentuk. Namun setelah setengah jam kemudian, akhirnya rasa kantuk kembali menyerang Firda dan ia pun tertidur.
Hingga tanpa terasa matahari kian tinggi dan Firda merasakan cahaya hangat itu yg menyelinap dari sela sela tirai jendela kamar nya, Frida menggeliat malas dan dan menguap, ia berbalik badan dan mencari guling nya. Mencari posisi tidur nyaman kembali namun mata nya tiba tiba menangkap sesosok pria yg memarkerkan tubuh seksi nya sedang duduk di sofa yg ada di sudut ruangan.
Firda langsung terlonjak bangun dan duduk tegap, ia mengucek mata nya dan mempertajam penghilatan nya, seketika ia mendengus saat tatapan nya bertemu dengan tatapan sang pria yg saat ini berjalan mendekat ke pada nya, kemudian membungkuk mendekatkan wajah nya pada wajah Firda.
"Selamat pagi, Nyonya Emerson..." ucap nya di sertai kecupan hangat di kening Firda, bahkan ciuman serta suara berat nan seksi itu seperti nya tidak sedikitpun menghibur Firda.
"Om dari mana saja? Kenapa baru pulang?" seru Firda cemberut kesal "Kata nya mau pulang pagi pagi sekali, tapi ini matahari sudah tinggi..." ia berdecak kesal.
__ADS_1
Gabriel terkekeh geli, ia duduk di depan sang istri, merapikan rambut nya yg berantakan dan menganggu wajah ayu istrinya.
"Aku sudah pulang sejak tadi, tapi kamu masih tidur" ucap Gabriel.
Firda menyibak selimut nya, kemudian ia duduk bersila dan menatap lurus tepat ke dalam mata Gabriel.
"Firda punya beberapa pertanyaan, Om harus jawab jujur!!!" tegas Firda dan Gabriel mengangguk patuh "Ini introgasi, Om Gabriel harus jawab jujur dan tidak boleh bohong" tegas Firda lagi dan lagi lagi Gabriel mengangguk patuh sembari tersenyum simpul.
"Om Gabriel punya istri berapa?"
"Huh?" pekik Gabriel melongo, Firda yg mendapatkan jawaban huh itu langsung melotot kesal.
"Jawab, Om bohong kan sama Firda? Semalam Om pergi ke rumah istri yg lain kan?" tuduh Firda bahkan dengan mata yg kini sudah berkaca kaca, membuat Gabriel panik karena ia tak ingin kembali membuat sang istri menangis.
"Tidak, Firda... Itu tidak benar, Sayang" ujar Gabriel cemas "Aku pergi bersama John, nanti aku akan kenalan dia pada mu, dan aku hanya punya istri satu, yaitu kamu" jawab Gabriel.
"Beneran?" tanya Firda lirih dan Gabriel langsung mengangguk cepat.
"Terus apa iya Om tidak punya keluarga? Om kan orang kaya, masak hidup sendirian? Engga punya keluarga besar gitu? Teman?" tanya Firda penuh selidik.
Gabriel menatap Firda dengan lembut, ia bahkan membelai pipi Firda dengan begitu mesra.
"Aku memang tidak punya keluarga, Fir. Dan soal teman, aku punya beberapa teman bisnis. Tidak lebih dari itu..."
"Firda pernah mencari tentang Om Gabriel di Internet, tapi tidak ada apa apa di sana. Kenapa?"
"Aku orang yg tertutup, Firda. Aku selalu menjaga ketat privacy hidup ku"
"Jadi karena itu lah tidak ada yg tahu apakah Om pernah punya kekasih atau tidak? Firda takut...."
"Takut apa?" tanya Gabriel lembut.
"Takut Firda cuma jadi istri simpanan, Om..." jawab Firda lirih sembari menundukkan kepala nya dalam "Firda tidak tahu apa pun soal Om Gabriel dan keluarga Om"
__ADS_1
"Kamu bukan istri simpanan, ada ada aja kamu ini. Kalau kamu mau tahu tentang ku. Ayo, mandi lah dan kita pergi bersama..."