Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 252 - Antara Hukum & Keadilan


__ADS_3

Bersyukur, adalah hal paling mudah sebenarnya untuk di lakukan namun bisa juga jadi hal paling sulit ketika seseorang berada dalam fase yang serba salah.


Bersyukur, adalah salah satu hal yang bisa membuat hidup seseorang tenang . Bersyukur ketika mendapat masalah karena menyadari ada hikmah besar di balik masalah itu.


Itulah yang sedang keluarga Firda rasakan sekarang, masalah yang menimpa mereka adalah masalah yang sangat besar dan melibatkan banyak orang. Namun mereka tetap bersyukur, setidaknya kejadian ini membuat satu penjahat pulang ke tempat asal nya. Dengan masalah ini, Gabriel juga menyadari bahwa tak selama nya ia akan ada di sisi sang istri. Dengan kejadian ini, meraka juga menyadari bahwa tak ada yang bisa di berikan oleh dendam kecuali kehancuran.


Dan meraka juga menyadari, akan ada takdir takdir Tuhan yang datang tanpa permisi. Kematian Edward bukan akhir dari masalah hidup Firda dan Gabriel, ini justru bisa jadi awal masalah yang baru. Seperti saat ini. Setelah dua hari sadar dari koma nya, Firda di datangi polisi. Ia di cecar berbagai pertanyaan oleh seorang polisi yang menangani kasus ini bahkan terkadang ia juga di tekan, namun Firda tetap bersikap tenang dan tak terpancing emosi nya.


"Aku melakukan nya murni untuk membela diri" tegas Firda untuk yang kesekian kali nya.


"Satu tusukan seharus nya cukup jika hanya untuk membela diri, tapi kau menusukan pisau itu sebanyak tiga kali, Nyonya Emerson" kata polisi itu lagi.


"Tusukan pertama untuk membela diri, tusukan kedua karena marah, tusukan ketiga untuk memastikan dia harus mati"


Gabriel dan yang lain nya berada di luar ruangan Firda dan mereka tidak di izinkan masuk apa lagi menemani Firda dan itu membuat Gabriel marah, namun polisi Abram yang ada di sana menenangkan Gabriel dan meminta Gabriel menunggu sampai interegoasi selesai.


"Sudah tiga jam mereka di dalam" geram Gabriel "Istri ku masih sakit, putra ku juga sudah merengek sejak tadi di rumah, dia belum menyusu"


"Tunggulah sebentar lagi, Gabriel" kata polisi Abram.


Di dalam, Firda menjawab semua pertanyaan yang diajukan pada nya tanpa kebohongan sedikitpun.


"Aku tidak tahu berapa kali aku menusuk nya, yang aku tahu aku tidak bisa membiarkan dia membunuh ku begitu saja. Jadi aku lakukan yang bisa aku lakukan untuk melindungi diri" jawab Firda.


"Kau tahu, kau bisa dihukum 20 tahun penjara karena pembunuhan ini. Dan juga, di temukan mayat seorang pria yang tertembak dan peluru nya sama seperti peluru senjata mu"

__ADS_1


"Aku terpaksa menembak nya tapi aku tidak bermaksud membunuh nya, karena itulah aku menembak di dada bagian kanan dekat dengan pundak. Seharus nya dia hanya kritis jika kehabisan banyak darah, tapi jika dia tewas, Aku_aku ikhlas menerima hukuman ku"


"Tidak ditemukan tanda tanda perkelahian pada pria itu, kau menembak nya dari jarak jauh?"


"Tidak, aku menembak nya dari jarak dekat. Saat itu mereka melakukan sebuah permainan, mereka menembak paha ku dan paha suami ku, mengikat tangan kami dan kemudian menyuruh kami melarikan diri. Sedangkan mereka akan memburu kami, kami hanya berdua dan dalam keadaan terluka. Sedangkan mereka ber empat, sehat, kuat dan bersenjata lengkap. Dan untuk menyelamatkan diri, kami harus membalik keadaan. Dari yang di buru menjadi pemburu" Firda berkata dengan sangat tenang, tak ada ketakutan yang ia tampakan di mata nya. Polisi yang mengintrogasi Firda tersenyum miring melihat keberanian dan rasa percaya diri Firda, apa lagi jika mengingat latar belakang keluarga Firda yang begitu religious. Rasanya sulit di percaya Firda bisa menembak dan menusuk leher seseorang dengan brutal.


"Kami hanya korban yang mencoba membela diri, Pak" ujar Firda kemudian "Tapi jika memang pengadilan memutuskan kami bersalah, kami ikhlas" ucap Firda yakin namun polisi itu tampak nya tak percaya dan justru kembali tersenyum miring pada Firda.


"Melihat siapa suami mu dan teman mu, aku rasa penjara bukan tempat yang menakutkan untuk mu. Kamu pasti memanfaatkan kekuasaan suami mu dan teman mu untuk membeli hukum" tuduh polisi itu yang justru membuat Firda tersenyum simpul, membuat Pak polisi merasa heran.


"Jika kami memang mau membeli hukum, kami sudah melakukan nya sejak lama. Apa lagi penyerangan ini bukan yang pertama bagi kami, ayah ku, teman ku, bahkan putra ku juga hampir merenggang nyawa karena ulah mertua ku sendiri, tapi kami percaya hukum bisa melakukan tugas nya dengan benar tanpa campur tangan kami" jawaban penuh percaya diri Firda Itu berhasil membuat polisi bungkam. Interogasi Firda pun di akhiri, namun sebelum polisi meninggalkan Firda, Firda menanyakan sesuatu tentang Raisa.


"Apakah dia punya catatan kejahatan sebelum nya?" tanya Firda namun polisi itu enggan menjawab nya.


"Kenapa? Bukankah dia yang menculik suami mu? Dia yang menembak mu?"


"Saya tahu, dia melakukan itu karena dendam. Tapi dia punya anak yang usia nya 4 tahun, anak nya masih sangat membutuhkan Ibu nya"


''Anda terlalu naif, Nyonya Emerson. Bagaimana jika dia kembali menyusun misi balas dendam?" tukas polisi itu yang kembali membuat Firda tersenyum simpul.


"Biarkan saja, aku akan menghadapinya" jawab Firda tenang.


Setelah polisi itu pergi, Firda langsung menghembuskan nafas nya dan ia memegang dada nya yang berdebar tak karuan sejak tadi namun Firda berusaha bersikap tenang.


"Ya Allah, gugup nya" Firda langsung mengambil air yang ada di atas nakas dan meminum nya.

__ADS_1


Gabriel dan yang lain nya pun masuk ke ruangan Firda dan Firda kembali memperlihatkan wajah tenang nya pada keluarga nya supaya mereka tidak mengkhawatirkan Firda, namun sepertinya itu tidak berhasil.


"Kamu tidak apa-apain kan sama mereka, Sayang?" tanya Gabriel cemas.


"Apa mereka menekan kamu, Firda?" tanya Gio yang juga cemas "Katakan saja pada ku, aku akan mengurus mereka"


"Atau jangan-jangan mereka mengancam kamu ya, supaya kamu mengaku bersalah" tukas Mini.


"Firda, kamu jangan mengaku bersalah ya..." lirih Ummi Aisyah kemudian "Kalau mereka memutuskan kamu bersalah, biar Ummi saja yang menggantikan hukuman kamu" ucap nya yang membuat mata Firda langsung berkaca-kaca dan hati nya begitu terenyuh.


"Ummi..." lirih nya "Firda yang melakukan nya jadi biar Firda yang mempertanggung jawabkan nya"


"Tapi aku yakin Firda tidak akan di tahan" seru polisi Abram yang ikut masuk ke dalam "Seharus nya pengadilan dan para polisi berterima kasih karena Firda telah meringankan beban mereka dengan membunuh burunon paling di cari dengan tingkat kejahatan paling tinggi"


"Benar, Firda itu pahlawan. Tidak adil jika Firda di hukum" sambung Mini antusias.


"Terima kasih atas dukungan kalian semua" kata Firda sambil tersenyum "Kalian tahu, hukum itu fakta tapi keadilan itu abstrak. Pengadilan tidak melihat niat seseorang membunuh, yang mereka lihat apakah terjadi pembunuhan atau tidak, apakah punya hak secara hukum untuk membunuh atau tidak"


...💞💞...


...Selamat pagi pembaca SkySal. Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?...


...Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya....


...Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘...

__ADS_1


__ADS_2