Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 231 - Bisa Masuk?


__ADS_3

Gabriel dan Firda pamit pulang sebelum pesta usai, Mini dan Gio tentu tak masalah dengan hal itu dan mereka bisa mengerti. Angeline dan Micheal pun ikut, Gabriel mengantar Angeline ke rumah mereka terlebih dulu sebelum akhir nya mereka melanjutkan perjalanan pulang.


Sesampai nya di mansion, mereka langsung menuju kamar mereka dan mandi bergantian. Sementara Lora Jibril tentu sudah terlelap sejak beberapa menit.


"Bang, rencana mu apa lagi setelah ini?" tanya Firda sembari mengepang rambut nya supaya tidak berantakan, ia sudah siap dengan piyama nya yang kancing atas nya tak perlu ia pasang, karena sebentar lagi juga Jibril pasti akan bangun.


"Aku rasa kita akan di sini beberapa hari, aku juga harus pergi ke kantor besok pagi pagi sekali" jawab Gabriel sembari memasang kaos nya kemudian ia naik ke atas ranjang.


"Kamu mau ikut, Sayang? Biar Jibril tahu sebesar apa perusahaan ayah nya" kata Gabriel yang membuat Firda tertawa geli.


"Engga deh, lagian kekayaan mu sudah patut di curigai" kata Firda sembari menarik selimut dan menyelimuti diri nya sendiri.


"Kenapa begitu?"


"Ya habis nya masak kamu mau nyuruh orang rumah masak kambing sendiri supaya irit" gerutu Firda yang membuat Gabriel tertawa geli.


"Eh, tapi semenjak melahirkan kamu berubah lho" kata Gabriel kemudian dengan nada merajuk.


"Kenapa? Makin gendut? Badan ku melar?" tanya Firda


"Bukan itu, tapi kelakuan kamu. Dulu ya, kamu itu kalau pakai selimut, aku juga di selimuti, sekarang kamu menyelimuti diri kamu sendiri" protes nya yang membuat Firda tercengang.


"Ya Allah, kalau mau pakai selimut bilang saja, tidak usah muter muter" kata Firda kemudian ia pun menyelimuti suami nya itu.


"Tapi masih ada lagi yang kurang..." kata Gabriel lagi merengek "Biasa nya aku selalu di cium dan aku cium kamu" Firda terkekeh dan ia pun sudah memajukan bibir nya hendak mencium Gabriel namun terdengar suara Jibril yang sudah merengek.

__ADS_1


"Yah, misi gagal"


....


Di sisi lain, setelah pesta usai dan tamu kembali ke kamar nya masing masing. Gio dan Mini pun langsung bergegas ke kamar pengantin mereka.


Sesampainya di kamar mereka, jantung Mini yang sejak tadi berdetak cepat kini semakin cepat saja. Apa lagi ketika tatapan nya tertuju pada ranjang yang di taburi Kelopak bunga mawar berbentuk hati.


"Kenapa berdiri di sana?" tanya Gio sembari melepaskan jas nya dan melempar nya ke sofa. Sementara Mini masih berdiri mematung karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


"Terus?" tanya Mini kemudian.


"Ya naik ke ranjang , sudah waktu nya malam pertama" kata Gio dan kemudian ia melepaskan satu persatu kancing kemeja nya, sementara tatapan nya melirik Mini dengan intens seolah ingin melahap Mini. Sementara Mini hanya mencebikan bibir nya.


"Kenapa? Tidak mau?" tanya Gio dan kini ia sudah melepas semua kancing kemeja putih nya itu, menampilkan dada nya yang bidang dan perut kotak kotak nya yang membuat mata Mini langsung terbuka lebar, ia menelan ludah nya dan tangan nya mengepal. Karena entah mengapa, kedua tangan nya ini ingin terbang dan mendarat di dada serta perut suami nya itu.


"Kamu ingin menyentuh nya kan?" tanya Gio dengan suara serak, ia menuntun tangan Mini yang hanya diam di dada nya untuk bergerak tangan, meraba ulu hati nya, perut nya bahkan hingga pusar nya. Tatapan kedua nya saling mengunci, dengan pandangan yang sama sama berkabut akan gairah. Kini tangan Mini terdiam di perut suami nya yang kerasa dan punya kotak kotak itu.


Sementara kini saat nya tangan Gio yang bertugas, ia mengangkat tangan nya dan membelai lembut pipi Mini, turun ke garis rahang nya dan berhenti di leher nya. Membuat Mini merasakan sensasi panas yang menjalar di seluruh pembuluh darah nya. Tangan Gio mengelus pundak Mini, mengecup nya sebelum akhir nya ia menarik turun resleting gaun yang ada di punggung sang istri.


"Tunggu..." lirih Mini dengan suara yang benar benar parau.


"Kenapa?" tanya Gio dan ia langsung menatap Mini dengan tajam.


"Matikan dulu lampu nya, aku malu" ucap Mini malu malu, bukan nya mengerti perasaan Mini sebagai gadis perawan, Gio justru melontarkan pertanyaan yang membuat Mini menggeram kesal.

__ADS_1


"Memang nya tubuh mu panuan, aduhhh" Gio mengaduh saat Mini menindu perut nya itu.


"Engga lah, mana mungkin tubuh ku panuan. Mulus terawat tahu" jawab Mini dan ia pun menjauhkan diri dari Gio, meskipun sebenar nya sangat malu, namun Mini melepaskan gaun nya sendiri hingga menampilkan tubuh nya yang hanya memakai dalaman berwarna putih.


"Mulus kan? enak saja di bilang panuan" gerutu Mini kemudian menahan malu. Sementara Gio menelan ludah nya melihat tubuh Mini secara langsung, hasrat lelaki nya langsung bangkit dan tanpa aba aba, ia langsung menggotong Mini dan melemparkan nya ke ranjang membuat Mini kembali memekik.


"Pelan pelan, Gio..." teriak Mini kesal sementara Gio kini sudah mengungkung tubuh Mini sambil cengegesan.


"Hehe, maaf" ucap nya kemudian ia mendarat kan kecupan di kening istri nya itu. Kecupan itu turun ke kedua Kelopak mata sang istri, turun ke ujung hidung nya dan berhenti di bibir nya. Kecupan yang perlahan beruabah menjadi ciuman, awal nya hanya ciuman lembut dan memabukan namun lama kelamaan ciuman itu menjadi menuntut dan menggebu.


Mini mencoba membalas serangan suami nya itu dengan mengikuti gerakan nya, meskipun awal nya Mini masih kaku namun Gio sangat menikmati hal itu. Sementara bibir kedua nya sibuk berbagi saliva, tangan kedua nya juga sibuk melepaskan kain yang menutupi tubuh mereka hingga kini tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh yang sudah siap menyatu itu.


"Aku masuk ya, jangan tegang, nanti susah" kata Gio dengan nafas yang memburu. Meskipun ac di kamar itu menyala, namun atmosphere kamar itu terasa begitu panas bahkan kedua nya sudah mulai berkeringat.


"Agghhh" teriak Mini saat Gio berusaha memasuki diri nya.


"Maaf, susah" kata Gio yang sadar ia telah menyakiti istri nya. Gio pun mencoba memasuki nya lagi namun lagi lagi Mini berteriak histeris dan Gio belum juga bisa masuk.


"Sebenar nya bisa masuk engga sih, huh? Sakit lho" rengek Mini dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya.


"Bisa, kamu sabar dulu" kata Gio dan ia pun menghentak lebih keras, membuat Mini berteriak lebih nyaring lagi bahkan ke sepuluh jari tangan nya mencakar punggung Gio dengan dalam.


......💞💞......


... Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?...

__ADS_1


...Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya....


...Tolong tinggalkan jejak nya, juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘...


__ADS_2