
Setelah tiga hari di rawat di rumah sakit, Kini Firda sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter. Apa lagi Lora Jibril juga baik baik saja dan sangat sehat, dan tentu yang paling senang dan antusias dengan hal itu adalah Gabriel dan dan Micheal. Mini dan Gio juga masih di sana dan Gio memang mengurus kuliah Mini dengan sangat baik, tak ada ancaman. Hanya menyuruh seseorang mengerjakan tugas Mini dan mengumpulkan nya pada Dosen Mini. Dan saat sang Dosen bertanya kemana Mini, Gerry hanya akan memberikan satu jawaban
"Bersama Tuan Muda Glatzel"
Awal nya sang Dosen tidak mengerti kenapa jawaban itu yang dia dapat, namun setelah ia mencari di internet siapa itu 'Glatzel' sang dosen hanya bisa terdiam dan menerima tugas Mini walaupun sebenarnya tugas di kerjakan orang lain itu tidak sebaik tugas yang di kerjakan Mini karena Mini memang mahasiswi yang cerdas dan berbakat.
.........
Sementara di rumah Firda...
"Adik Lora... " teriak Micheal sambil berlari ke kamar Firda dalam keadaan yang hanya berbalut handuk dan rambut basah yang masih meneteskan air, Micheal bahkan bertelanjang kaki.
"Micheal, tunggu..." teriak Angeline yang berlari mengejar Micheal.
Sementara di kamar Firda, Lora Jibril menangis saat sedang di pakaikan baju oleh Ummi Aisyah, karena itulah Micheal berlari ke kamar Firda setelah ia mendengar suara tangis adik nya bahkan tak perduli ia yang baru saja selesai mandi.
"Pegang nya hati hati pas mau di pakaikan baju, hati hati dengan lengan nya dan itu yang paling penting" kata Ummi Aisyah yang mengajari Firda cara merawat bayi nya. Firda dan Gabriel memperhatikan nya dengan baik baik dan tak ada satu pun yang mereka lewatkan dari pelajaran pelajaran yang di berikan Ummi Aisyah dalam merawat bayi, dari cara menidurkan, cara mengambil nya dari ranjang, cara memandikan dan sebagai nya.
"Adik Lora...." pintu kamar Firda di tendang begitu saja oleh Micheal membuat para penghuni kamar itu terkejut.
"Mickey, kenapa kamu tidak pakai baju?" tanya Gabriel heran.
"Tadi Mickey dengar adik Lora menangis, Adik Lora nya kenapa?" tanya Micheal dan dengan santai nya ia merangkak naik ke atas ranjang bahkan kini handuk nya itu sudah terlepas dari tubuh nya.
__ADS_1
"Astagfirullah, Mickey. Pakai baju dulu, Nak" kata Firda.
"Micheal..." Angeline menyusul ke kamar Firda dengan membawa baju dan celana Micheal "Maaf ya, tadi Mickey langsung lari saat mendengar Jibril menangis" kata Angeline sambil berjalan masuk.
"Oh, kirain kenapa tidak pakai baju" kata Firda.
"Ayo pakai baju dulu, Mickey. Lihat, adik Lora juga pakai baju" kata Angeline sembari mendekati Micheal yang duduk manis di ranjang Firda sambil memperhatikan adik nya.
'Adik Lora pakai bedak, Mickey juga mau pakai bedak" kata Micheal yang membuat Ummi Aisyah terkekeh. Kemudian ia memakaikan bedak ke tubuh Micheal.
"Adil Lora wangi, Mickey juga mau wangi seperti itu" kata Micheal yang lagi lagi membuat Ummi Aisyah terkekeh, sementara Gabriel, Firda dan Angeline hanya bisa geleng geleng kepala. Ummi Aisyah pun memakaikan minyak bayi Jibril ke tubuh Micheal, setelah itu Angeline memakaikan baju Micheal.
Sekarang Ummi Aisyah memakaikan kaos kaki dan kaos tangan pada Lora Jibril dan lagi lagi Micheal ingin yang sama, membuat Ummi Aisyah tertawa.
"Micheal sudah besar, buat apa pakai kaos tangan?" tanya Ummi Aisyah heran.
"Biar seperti adik Lora" Jawab Micheal dengan santai nya yang membuat semua orang tertawa.
"Adik Lora pakai kaos tangan karena masih bayi, Mickey. Kalau Mickey kan sudah besar" kata Angeline berharap putra nya ini mengerti.
"Tapi mau sama, Mommy..." rengek Micheal menatap memelas pada Angeline.
"Tapi kamu tidak punya kaos tangan di sini, Nak" kata Angeline yang sudah kesal dengan tingkah putra nya itu.
__ADS_1
"Ya belikan..." Micheal kembali merengek yang memmbuat Gabriel terkekeh.
"Ya sudah, ayo beli sama Daddy..." ajak Gabriel yang tentu saja membuat Micheal langsung memekik girang "Micheal mau selalu sama seperti adik Lora, hm?" tanya Gabriel sambil menggendong Micheal dan membawa nya pergi setelah menyambar kunci mobil nya.
"He'em, kan adik Kakak. Harus sama..." kata Micheal semangat
.........
Gabriel membawa Micheal pergi ke pasar untuk mencari kaos tangan yang Micheal mau, dan di pasar itu Gabriel membeli pentol daging dan memberikan nya pada Micheal dan seperti Gabriel dulu, awal nya Micheal tidak mau tapi setelah tahu rasa nya, dia mau membeli lima bungkus kata nya.
Setelah pulang dari pasar, Micheal lagi lagi berlari masuk ke kamar Firda sambil membawa pentol nya yang di bungkus plastik lengkap dengan tusukan bambunya dan lagi-lagi ia meneriakan nama adik Loranya itu.
"Adik Lora..." Micheal melihat Lora Jibril yang sedang menyusu pada ibuonya di tengah ranjang dan Micheal pun dengan semangat naik ke atas ranjang.
"SShtt, adik Lora mau bobok. Jangan ribut ya.." bisik Firda karena putranya memang terlihat mengantuk.
"Tapi Mickey Punya pentol enak, Mommy. Adik Lora pasti suka" kata Micheal yang tentu saja membuat Firda langsung tertawa, apa lagi setelah melihat Micheal memakai kaos tangan dan kaos kaki, Gabriel pun ikut masuk ke dalam kamar dan langsung menutup pintu nya rapat rapat karena Firda sedang menyusui. Gabriel juga tertawa mendengar apa yang di katakan putra sulungnya itu.
"Sayang, adik Lora cuma minum susu. Tidak boleh makan yang lain," kata Firda menjelaskan dengan hati hati, berharap Micheal mengerti namun lagi lagi harapan tinggal harapan...
"Hem kalau begitu Mickey juga mau sama, seperti adik Lora. Tidak mau makan yang lain mau minum susu saja"
"HUH??"
__ADS_1