
Keluarga Firda sedang menertawakan Gabriel yang menyiapkan barang barang keperluan Firda sejak dua minggu yang lalu dan selalu di cek setiap hari untuk memastikan tidak ada yang ketinggalan, namun saat pergi ke rumah sakit, bukan ada barang Firda yang ketinggalan namun semua barang Firda di tinggalkan sehingga membuat Om nya Firda harus kembali pulang untuk mengambil tas Firda dan setelah di buka...
Semua orang tertawa...
Ada tiga lembar baju gamis Firda, ada kaos dan rok juga, kaos kaki, mukena, sejadah, dua sandal jepit, tiga pasang jaket tebal, pakaian dalam beberapa lembar, jilbab, selimut, bedak, sabun, Shampoo, minyak kayu putih, kapas wajah, tissue dan berbagai macam hal lain nya seolah Gabriel ingin pindah rumah saja.
"Ya aku cuma takut Firda butuh, itu saja" kata Gabriel malu karena semua orang menertawakan nya, ia bahkan menyembunyikan wajah nya di dada Firda membuat Firda juga tertawa geli.
"Lagian masak kamu biarin suami mu menyiapkan beginian, Fir?" tanya Ummi nya.
"Firda tidak tahu, Ummi. Bang Gabriel yang siapin sendiri dan Firda tidak memeriksa nya lagi" kata Firda menjelaskan sambil mengusap kepala suami nya yang masih malu malu itu.
"Ya sudah, itu arti nya Gabriel suami yang pengertian" ujar Sang Kakek membela sang menantu.
"He'em..." Gabriel menyahut senang karena ada yang membela nya.
"Tapi tadi kata Suster ada yang nangis nangis di ruang persalinan..." kata Ummi Aisyah sambil melirik Gabriel dengan senyum geli dan Firda kembali tertawa mengingat Gabriel yang merengek pada Dokter tadi.
__ADS_1
"Kenapa? Firda tadi menangis di sana, Nak?" tanya Abi Farhan cemas "Sangat sakit ya? Kamu yang sabar ya, Sayang" lanjut nya yang membuat Firda terkekeh, sementara Gabriel kembali menyembunyikan wajah nya di dada Firda karena seperti nya semua orang akan mengejek nya sekarang.
"Itu, Mas. Menantu mu, merengek ke Dokter. Firda yang mau melahirkan dia yang merengek..." kata Ummi Aisyah sambil terkekeh.
"Ya kan kasihan Firda nya, Ummi.." sambung Gabriel lirih.
"Emm so sweet..." Firda kembali mengusap kepala sang suami dengan gemas.
"Aku fikir Don Mafia itu tidak punya air mata..." ujar Sang Nenek.
"Panggil nya Jay saja ya..." kata Firda tiba tiba "Biar keren, hehe..."
"Jangan, panggil Jibril saja..." kata Gabriel yang kini sudah berani mengangkat wajah nya "Jibril juga keren, bagus, nama yang mulia" jelas nya.
"Iya deh, tapi sesekali panggil Jay tidak apa apa kan? Singkat, simpel, keren yang pasti. Baby Jay" kata Firda lagi yang membuat Gabriel terkekeh.
"Iya, khusus kamu saja" kata Gabriel yang akhirnya mengalah.
__ADS_1
....... ...
Sementara itu, Angeline dan Micheal nebeng ke jet pribadi nya Gio untuk pergi ke desa Firda karena Gio tadi sudah memberi tahu Gabriel bahwa dia lah yang akan membawa Micheal dan Angeline ke desa.
Dan sekarang Micheal sedang sibuk dengan Mini, sibuk tebak tebakan hal yang bahkan Gio tak mengerti. Mereka masih dalam penerbangan dan akan mendarat 15 belas menit lagi.
"Paus apa yang bisa berjalan ke masjid?" tanya Mini, Micheal mengetukan jari nya ke dagu nya dan ia tampak berfikir keras.
"Paus apa ya..." kata Micheal berfikir keras.
"Pa Us tadz..." kata Mini dan seketika kedua nya tertawa.
"Hem sekarang giliran ku..." kata Micheal "Emm emm apa yang keluar dari Mommy yang bikin Mickey senang?" tanya Micheal yang tentu saja membuat Mini, Gio dan Angeline tertawa terbahak bahak, bahkan mereka sampai memegang perut mereka dan mata nya sudah berair.
"Yang keluar adik bayi..." kata Gio menebak dengan benar, membuat Micheal tertawa juga.
"Om Gio pintar" kata nya.
__ADS_1