Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 264 -


__ADS_3

"Kalian benar cuma mau jalan jalan? Terus kira kira pulang nya jam berapa? Pergi nya kemana saja?"


Micheal menghela nafas berat saat mendapatkan todongan pertanyaan yang tiada henti dari Mommy nya itu.


"Kan sudah aku bilang, Mom. Pergi ke mall, nonton, pergi makan, setelah selesai semua itu, kami akan pulang" jawab Micheal.


"Terus kenapa kamu menolak memakai sopir dan bawa bodyguard?" tanya Angeline penuh curiga.


"Astagfirullah, ya Allah. Mommy ku yang cantik, Mommy tidak lihat aku dan Jibril sudah besar? Kami bisa melindungi diri dan melindungi Aira, aku juga sudah punya SIM. Ayolah, Mom. Aku sudah di atas 20 tahun" gerutu Micheal panjang lebar yang membuat Mommy nya meringis.


"Sudahlah, Sayang. Biarkan saja mereka pergi berenang senang, lagi pula kapan lagi mereka punya waktu bebas seperti ini kan?" Aryan menyambung yang tentu saja membuat Micheal dan kedua adik nya itu senang.


"Baiklah, tapi aku ingin kalian pulang secepatnya" tegas Angeline kemudian setelah berfikir sejenak.


"Terima kasih, Mom" ucap Aira kemudian memeluk Angeline.


"Ingat, Aira. Di sini kamu tanggung jawab ku, orang tua mu menyerahkan mu pada Mommy jadi jangan buat Mommy kecewa"


"Jangan galak begitu sama satu-satunya anak perempuan mu, Mom" tegur Micheal cemberut "Dimana mana ya, Mom. Kalau orang punya anak perempuan satu, itu di manja. Sedangkan Aira? Tidak ada yang memanjakan nya, tidak Mommy yang di sini apa lagi yang di sana" Aira hanya tersenyum samar mendengar gerutuan kakak sulung nya itu, gerutuan yang sudah sering ia dengar sejak kecil jika keluarga Aira membatasi Aira dengan segala hal.


"Justru karena Aira anak perempuan itu kami jaga, lagi pula anak manja itu tidak akan jadi apa apa" balas Angeline.


"Ya sudah, kami pergi dulu" seru Micheal yang sudah enggan mendengarkan ceramah Ibu nya itu, membuat Angeline dan Aryan hanya bisa geleng geleng kepala.


.........


Micheal, Jibril dan Aira pergi ke rumah seseorang yang akan menjual kuda nya sedangkan Zach sudah berada di sana.


Sesampainya di sana, Micheal dan Jibril turun sementara Aira tetap di dalam mobil.


"Ini rumah nya?" tanya Jibril pada Zach yang sejak tadi duduk di kap mobil nya.


"Iya, aku sudah telfon orang nya. Kata nya sih masih di jalan" jawab Zach kemudian melompat turun, Micheal mengintip ke dalam mobil dimana ada sopir sekaligus bodyguard Zach yang akan selalu bersama Zach seperti bayangan.


"Kamu tidak sopan, ada orang tua di dalam mobil dan kamu duduk di kap mobil" tegur Micheal.


"Nah, itu orang nya..." seru Zach sembari menunjuk seorang pria yang sedang mengendarai motor yang memakai helm dan pria itu berhenti di dekat mereka.


"Dia masih kecil rupa nya" Micheal berkomentar saat melihat Javeed setelah membuka helm nya.


"Aku juga berfikir penjual nya orang dewasa" sambung Jibril.

__ADS_1


"Tenang saja, dia tidak akan menipu. Aku sudah mencari tahu tentang nya, semua nya, secara detail" ujar Zach yakin.


"Ckck, kamu harus hati hati dengan kemampuan mu itu, boy. Suatu saat itu bisa berbahaya untuk mu" ucap Jibril santai namun Zach enggan menanggapi nya.


"Halo, dengan Zachary?" tanya Javeed yang kini sudah berada di dekat meraka.


"Iya, dimana kuda nya?" tanya Zach langsung pada inti nya.


"Di belakang, ayo" Javeed mengarahkan mereka ke belakang rumah nya.


Dan ketiga pria itu terkejut melihat ada kandang kecil dan di dalam nya hanya ada satu kuda mungil.


"Dia masih kecil seperti nya" ujar Jibril.


"Aku yakin belum baligh" sambung Micheal.


"Cocok kan sama Aira? Sama sama masih kecil, sama sama belum baligh" Zach menimpali.


"Aira sudah baligh, dia sudah mendapatkan haid pertama nya" ujar Micheal sementara Javeed mengernyit bingung mendengar obrolan absurd ketiga pria tampan di depan nya ini.


"Kuda nya sehat, aku merawat nya sejak dia di lahirkan. Aku beri nama Meethi" seru Javeed yang tak sabar untuk menjual kuda kesayangan nya itu.


"Meninggal saat melahirkan" jawab Javeed.


"Ma Shaa Allah, mati syahid" ucap Micheal yang membuat Zach tartawa geli sementara Jibril hanya menahan senyum dengan ucapan konyol kakak nya itu, lagi lagi Javeed di buat bingung dengan kelakuan para pria itu.


"Aku sebenarnya tidak ingin menjual kuda ini, tapi aku sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan Ibu ku yang sedang sakit parah" ucap Javeed terpaksa berbohong, ia ingin mematok harga yang tinggi dari kuda kesayangan nya ini.


"Ibu mu sakit?" tanya Jibril kemudian dan pandangan nya melembut pada Javeed.


"Iya, sangat parah dan butuh biaya sangat banyak" Javeed kembali berbohong.


"Baiklah, berapa kamu ingin menjual kuda ini?"


.........


Sementara di luar, Aira masih setia menunggu kedua kakak nya itu hingga tak sengaja dari spion mobil Aira melihat seorang wanita yang sedang berlari dan mengejar seorang pria yang seperti nya mencopet tas wanita itu.


Tanpa fikir panjang Aira turun dari mobil dan menunggu pria itu, saat pria itu hendak melewati nya, Aira melemparkan ransel nya dengan keras hingga mengenai wajah pria itu dan kesempatan itu tidak di sia siakan oleh Aira. Ia segera saja menyerang pria itu dan merebut tas yang di pegang nya, pria itu hendak melawan dan memukul Aira membuat wanita itu panik namun tanpa di sangka, Aira berhasil menangkis serangan pria itu kemudian menendang tulang kering nya dengan kuat.


"Pak, jangan begini. Tidak boleh" seru Aira kemudian pada pencopet yang kini meringis kesakitan itu.

__ADS_1


"Laporkan saja pada polisi" seru wanita itu marah namun si pencopet memohon agar tidak di laporkan pada polisi.


"Saya mohon, Bu. Jangan laporkan saya pada polisi, saya terpaksa melakukan ini karena saya butuh uang" pria itu memelas pada Aira dan hati lembut Aira tersentuh.


Ia pun mengambil ponsel nya dalam tas nya, kemudian mengambil gambar pria itu.


"Jika kamu ketahuan mencopet lagi, aku akan pastikan kamu mendekam di penjara" gertak Aira.


"Kamu bilang butuh uang kan, ini aku punya sedikit" Aira memberikan semua isi dompet nya pada pencopet itu membuat wanita yang di copet menganga heran.


"Terima lah" seru Aira karena pencopet itu hanya diam dan menatap uang Aira.


"Tapi..."


"Aku ikhlas, dan jangan mencopet lagi. Ada banyak pekerjaan halal lain nya" tukas Aira. Meskipun ragu, pria itu mengambil nya dan mengucapkan terima kasih pada Aira, bahkan pria itu tampak ingin menangis.


"Bersyukurlah pada Allah, berterima kasih lah pada nya. Dan jangan melakukan apapun yang di larang oleh Nya" tukas Aira.


"Saya faham, Bu. Terima kasih banyak" ucap pria itu.


"Pulang lah, Pak" seru Aira lagi dan pria itu pun langsung berlari pergi.


"Kamu terlalu naif" tukas wanita yang di copet itu pada Aira.


"Jika memang aku seperti itu, maka biarkan saja" jawab Aira sambil tersenyum meskipun wanita itu tak bisa melihat senyum Aira yang terhalang cadar itu.


Sementara wanita itu tercengang, ia teringat dengan seseorang yang pernah mengatakan hal yang sama pada nya selama beberapa tahun yang lalu.


"Apa yang dia katakan persis seperti yang Firda katakan"


.........


...Hai, kalian suka cerita ini?...


...Jangan lupa tap ❀️, kemudian tekan like, tinggalkan comments, dan aku sangat mengharapkan gift serta vote dari kalian ☺️....


...Jangan lupa juga follow SkySal supaya tidak ketinggalan Novel menarik lain nya....


...Aku tunggu jejak nya di setiap episode ya, thank you and I love you, all. 😘...


Episode ini masih berlanjut, tunggu episode selanjutnya yang pasti engga kalah seru nya ya... 😘

__ADS_1


__ADS_2