Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 99 - Misteri John 2


__ADS_3

Firda kini sudah sampai di rumah nya, ia menggendong Sweetie dengan begitu hati hati. Kemudian Firda meminta Gabriel dan Gio duduk di sofa sementara Firda akan mengambilkan obat untuk mereka namun sebelum itu, Firda mengambil kan es batu untuk kedua nya.


"Ini..." Firda memberikan es batu yg di bungkus dengan handuk "Aku mau ambil obat dulu" kata nya. Gio dan Gabriel pun mengambil handuk itu dan mengompres luka mereka sendiri.


"Sshh..." kedua nya meringis sakit, kemudian saling pandang dengan tatapan kebencian.


"Bagaiamana jika aku mengambil nya dari mu?" tanya Gio sambil tersenyum miring pada Gabriel, tatapan nya menyiratkan dendam yg membara.


"Menurut mu kau bisa?" tanya Gabriel meremehkan "Dia wanita terbaik yg pernah aku temui dalam hidup, dia mencintai ku dan akan selalu begitu"


"Lalu, bagaimana jika aku membunuh mu dan kamu mati? Dia tidak mungkin ikut mati, kan?" Gabriel kembali tersenyum dan menggeleng.


"Dia tidak akan ikut mati, dia akan bertahan hidup untuk anak kami...."


"Anak kami..." Gabriel menekankan hal itu kembali "Camkan itu, kamu tidak akan pernah bisa menggantikan posisi itu sebagai ayah dari bayi nya"


Sekarang Gio merasa kalah, dia memang tidak memiliki ke istimewaan itu dalam hidup Firda, Gio hanya bodyguard yg di anggap teman oleh Firda. Sedangkan Gio mencintai nya setengah mati.


"Kalian membicarakan apa?" tanya Firda yg datang dekat kotak p3k.


"Hanya membicarakan masalah yg membuat kami jadi babak belur begini, Sayang" kata Gabriel.


"Memang nya tidak ada cara lain ya selain dengan cara kekerasan?" tanya Firda sambil meringis, ia mulai mengobati luka suami nya dengan hati hati, sesekali Gabriel mengerang sakit dan kini ia tidak seperti pembunuh di depan istri nya.


"Sakit, Fir..." rengek Gabriel manja yg membuat Firda mendengus, sementara Gio hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Lebih sakit pas di pukul atau pas di obati?" tanya Firda, seketika Gabriel terdiam sesaat namun kemudian ia tersenyum tipis.


"Sama sama sakit" kata nya masih dengan nada yg sangat manja. Setelah mengobati Gabriel, Firda memberikan kotak p3k nya pada Gabriel.


"Obati Gio, ya. Aku mual cium bau keringat kalian berdua. Berantem nya sampai mau saling membunuh ya sampai keringetan begini" tukas Firda dengan enteng nya yg membuat Gio dan Gabriel melongo. Entah karena bau keringat yg bikin mual atau berantem yg sampai mau saling membunuh.


"Ehem ehem..." Gabriel berdeham "Ya sudah, aku mandi dulu, Sayang. Biar tidak bau keringat" kata Firda.


"Eits, obati dulu Gio nya..." tegas Firda.


"Dia bisa sendiri..." kata Gabriel yg merasa ogah mengobati Gio.


"Engga bisa, dia lagi sakit" kata Firda "Aku mau ke kamar dulu" lanjut nya.


.........


Di kamar nya, Firda segera membuka laptop nya dan memeriksa rekaman cctv yg ada di kamar nya.


"Kenapa rekaman nya beneran hilang?" gumam Firda bingung.


Ia pun menghubungi orang dengan kontak yg bernama Mini Apotek.


"Ada apa, Nyonya?" terdengar suara seorang wanita yg sedikit berat dari seberang telpon.


"Rekaman cctv di kamar ku hilang saat John memasuki kamar dan mengancam ku, kok bisa ya? Apa cctv nya rusak? Kamu tidak menghapus nya, kan?" Tanya Firda bingung.

__ADS_1


"Aku hanya menghapus rekaman Anda saat menghubungi kami, Nyonya. Kemungkinan John yg meretas nya, Nyonya"


"Tapi tidak ada yg tahu kalau di kamar ku ada cctv selain aku dan Bang Gabriel" kata Firda lagi.


"Jika John orang kepercayaan Don Gabriel, maka dia juga pasti tahu"


Firda seketika langsung terduduk lemas, padahal satu satu nya bukti yg bisa Firda berikan pada Gabriel adalah rekaman cctv itu.


Tak lama kemudian Gabriel datang, Firda langsung memasang wajah tenang nya dan menyunggingkan senyum polos nya.


"Mau mandi, Bang? Aku siapin air hangat ya..." kata Firda. Gabriel tersenyum dan mengecup ujung hidung Firda dengan gemas.


"Tidak apa apa, Sayang. Kamu istirahat lah" kata Gabriel.


Firda ingin bertanya pada Gabriel siapa saja yg tahu kalau di kamar nya ada cctv, apakah John juga tahu? Tapi melihat kondisi suami nya, Firda tak ingin menambah beban nya.


.........


Jari John menekan tombol Delete di keyboard laptop nya dan ia tersenyum miring.


"Angeline, Micheal, Firda..." gumam nya "Kalian adalah kelemahan putra ku, aku tidak bisa membiarkan kalian dekat dekat dengan putra ku. Kalian harus berpisah dengan nya, karena putra ku adalah pewaris kerajaan ku, dia tidak boleh meninggalkan Black Swan. Dan Michael akan menjadi pewaris selanjutnya"


"Dan kamu Firda..." John memperhatikan layar monitor yg saat ini sedang menampilkan Firda yg sedang menyiapkan pakaian untuk Gabriel di kamar nya.


"Kamu adalah yg paling berpengaruh pada nya, sihir apa yg sudah kamu lakukan pada putra ku sehingga dia begitu mencintai gadis kecil dari desa seperti mu?"

__ADS_1


__ADS_2