Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 265 -


__ADS_3

Micheal memang bersedia membayar harga kuda itu dengan mahal demi membahagiakan Aira, namun tidak jika Javeed mematok harga tiga kali lipat dari harga normal apa lagi kuda itu masih belum baligh menurut nya.


"Kamu mau memeras kami, hm?" tanya Micheal menatap tajam anak muda di depan nya itu.


"Aku rasa jual beli memang seperti ini, aku mematok harga sekian, kamu boleh menawar nya dan akan aku putuskan apakah aku bersedia menjual nya. Jika kau tak mau mengambil nya, tidak apa apa. Aku bisa menjual nya pada orang lain" tukas Javeed panjang lebar.


Javeed yang sudah tahu untuk apa kuda itu tentu tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini apa lagi lomba nya sudah dekat dan para pemuda ini tidak akan punya waktu untuk mencari kuda yang lain.


"Sudahlah, ambil saja" ujar Jibril kemudian yang membuat Micheal melongo, ia pun segera menarik Jibril untuk berbicara dengan nya dan Zach pun mengikuti mereka berdua. Sementara Javeed hanya memandangi ketiga pria itu dengan harap harap cemas.


"Tapi harga nya selangit, Dek. Dia mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Micheal kemudian sembari melirik pada Javeed.


"Sudahlah, sekalian sedekah" ujar Jibril santai.


"Masalah nya uang yang di kasih Daddy tidak cukup" ucap Micheal lagi.


"Kita patungan saja" sambung Zach.


"Uang mu halal?" tanya Jibril dengan enteng nya yang membuat Zach melongo kemudian mendengus kesal.


"Aku tidak tahu, yang pasti aku tabung uang itu untuk membeli laptop gaming" ketus nya kemudian namun Jibril hanya menanggapi nya dengan senyum simpul.


"Baiklah, jadi kita beli dengan harga segitu?" tanya Micheal memastikan.


"Iya, lagi pula kasihan juga pria itu. Dia melakukan semua ini demi Ibu nya, kalau kita ada di posisi dia, mungkin kita akan melakukan hal yang sama"


"Ketika Lora Jibril berkata panjang kali lebar, itu arti nya dia benar" ujar Zachary sambil terkekeh geli.


"Bener sih" sambung Micheal mengingat adik nya adalah tipe orang yang irit bicara, jadi ketika banyak yang di bicarakan sudah pasti itu penting.


Mereka bertiga pun kembali pada Javeed dan menyetujui harga yang sudah di tentukan oleh Javeed, tentu saja Javeed sangat senang.

__ADS_1


.........


Sementara di luar, Aira yang hendak masuk kembali ke dalam mobil langsung di hentikan oleh wanita yang di tolong nya.


"Kamu sudah menolong ku, aku sangat berterima kasih. Bagaimana jika kamu masuk dan aku bisa menyajikan teh untuk mu" ujar wanita itu.


"Masuk? Memang rumah mu dimana, Bu?" tanya Aira.


"Ini rumah ku..." kata wanita itu menunjuk ke rumah di depan nya, yang membuat Aira tercengang "Oh ya, kenapa kamu ada disini? Kamu menunggu siapa?"


"Em, sebenarnya aku menunggu kakak ku dan maaf aku tidak bisa ikut. Kedua kakak ku memerintahkan ku untuk tetap di mobil sampai mereka kembali" jawab Aira.


"Memang dimana kakak mu?" tanya wanita itu lagi.


"Di rumah itu, mau membeli kuda" jawab Aira menunujuk rumah yang sama dan seketika wanita itu melongo.


"Oh, anak ku yang mau menjual kuda nya. Kamu masuk dulu, ajak kakak mu juga masuk" tukas nya namun Aira tetap menolak.


"Kenapa kamu patuh sekali pada kakak mu? Bukankah kakak mu mengenal anak ku? Jadi aku rasa tidak apa apa jika kamu masuk terlebih dahulu"


"Karena orang tua ku menyerahkan ku pada kakak, jadi perintah kakak ku sama dengan perintah orang tua ku" jawab Aira lirih.


"Kamu baik sekali, Nak. Orang tua mu mendidik mu dengan sangat baik" tukas wanita itu sambil tersenyum.


"Baiklah, aku akan masuk dan menemui kakak mu, aku bisa menyajikan makanan untuk kalian" tukas nya dan Aira mengangguk saja.


Wanita itu berjalan ke rumah nya, sementara Aira kembali ke mobil nya. Dan saat wanita itu masuk, saat itu lah Javeed dan ketiga kakak Aira itu muncul dari samping rumah. Mereka bersalaman dan tampak membicarakan sesuatu kemudian meraka bertiga pun meninggalkan Javeed.


Micheal dan Jibril masuk ke mobil nya begitu juga dengan Zachary yang masuk ke mobil nya sendiri.


"Bagaiamana, Kak?" tanya Aira antusias.

__ADS_1


"Deal, nanti dia akan bawa kuda nya langsung ke lokasi lomba"


"Alhamdulillah" syukur Aira dengan senang hati tanpa ia tahu bahwa ketiga pria tampan nya itu telah mengorbankan uang meraka.


"Harga nya berapa?" tanya Aira kemudian.


"Tidak usah fikirin harga nya, yang penting Aira dapat apa yang Aira mau. Tapi setelah ini, fokus belajar ya" tukas Micheal dan Aira langsung mengangguk senang.


........


"Loh, orang yang mau beli kuda dimana, Jav?" tanya Raisa, Ibu Javeed. Saat ia melihat Javeed masuk ke dapur kemudian Javeed mencuci tangan nya


"Sudah pulang, Ma. Kenapa?" tanya Javeed.


"Padahal Mama mau menjamu meraka, tadi adik meraka sudah menolong Mama dari copet" tukas Raisa yang membuat Javeed langsung menatap Mama nya itu dengan heran.


"Di copet? Di copet dimana? Terus kok Mama tahu itu adik nya orang yang mau membeli kuda?"


"Di depan rumah tadi tuh, untung saja gadis itu tolong Mama. Dia bisa bela diri juga, terus dia bilang lagi menunggu kakak nya yang sedang membeli kuda pada pemilik rumah ini" tutur Raisa dan Javeed hanya mengangguk anggukan kepala nya sembari menggumam tidak jelas.


... .......


...Hai, kalian suka cerita ini?...


...Jangan lupa tap ❀️, kemudian tekan like, tinggalkan comments, dan aku sangat mengharapkan gift serta vote dari kalian ☺️....


...Jangan lupa juga follow SkySal supaya tidak ketinggalan Novel menarik lain nya. ...


...Aku tunggu jejak nya di setiap episode ya, thank you and I love you, all. 😘...


...Episode ini masih berlanjut, tunggu episode selanjutnya yang pasti engga kalah seru nya ya... 😘...

__ADS_1


__ADS_2