
Semua keluarga Firda menyambut kesadaran Mini dengan ucapan syukur, dan sekarang tinggal Abi Farhan saja yang belum juga belum sadarkan diri.
Ummi Aisyah senang Mini sadar, namun ia juga sedih karena suami nya belum menunjukan tanda tanda akan sadar.
Namun orang tua nya, mertua nya dan saudara saudara nya terus meyakinkan Ummi Aisyah kalau suami nya aka segera sadar.
Sementara itu, Edward kini juga sudah siuman, dan Dokter pun memeriksa nya secara menyeluruh. Tidak ada luka dalam yang di alami Edward dan Dokter bisa memastikan bahwa pria itu akan baik baik saja.
Sementara Edward, ia yang mencoba menggerakkan tangan nya namun tak bisa langsung menyadari bahwa diri nya di borgol. Edward masih lemah dan ia memanfaatkan hal itu untuk mencari cara agar diri nya bisa melarikan diri.
Sementara Dokter yang menangani Edward segera mengabarkan pada polisi yang berjaga bahwa Edward sudah sadar.
Seorang kepala polisi segera datang ke rumah sakit untuk bisa mengintrigasi Edward. Gabriel yang mendengar kabar bahwa Ayah nya sudah sadar pun juga ingin segera menemui ayah nya.
"Aku ingin masuk..." kata Gabriel karena dua polisi yang berjaga di depan ruang rawat Edward melarang nya masuk.
"Hanya Dokter yang di izinkan masuk, Pak" kata polisi itu yang membuat Gabriel menggeram kesal.
"Gabriel..." Gabriel menoleh saat mendengar suara lembut Ibu mertua nya yang tadi sengaja mengikuti Gabriel, karena Ummi Aisyah tidak mau jika sampai Gabriel kembali terbakar amarah nya.
"Ummi, ada apa?" tanya Gabriel.
"Untuk apa kamu menemui nya, Nak?" tanya Ummi Aisyah dengan lembut, seolah ia berbicara dengan anak anak.
Gabriel terdiam, ia ingin menemui ayah nya memang hanya untuk mengancam nya, menggertak nya, atau apapun yang bisa dia lakukan untuk melampiaskan kemarahan nya pada pria itu.
"Ayo, sebaik nya kamu temui Micheal" ujar Ummi dan Gabriel tak bisa menolak permintaan Ibu mertua nya itu.
Sementara di dalam, Edward mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut kamar rawat nya itu, ia juga mendengar suara Gabriel tadi di luar. Dan juga percakapan polisi yang menjaga nya. Edward tidak takut sama sekali dengan polisi, karena sudah tak terhitung berapa kali ia berurusan dengan polisi dan ia selalu selangkah di depan polisi. Namun yang ia takut kan sekarang adalah Gabriel, apa lagi Gabriel tahu siapa diri nya.
__ADS_1
"Jika aku tidak bisa melarikan diri, maka satu satu nya senjata yang aku miliki adalah Ayahnya Angeline"
...
Sementara itu, Micheal sedang bersama Mommy nya sekarang. Mommy nya membacakan buku cerita karena kata nya Micheal kangen saat saat Mommy nya membacakan buku cerita untuk nya.
Keadaan Micheal juga semakin membaik, dan Angeline sangat berharap Micheal bisa segera bisa keluar dari rumah sakit. Angeline juga ingin membawa Micheal ke Jakarta, karena ia yakin pengobatan di sana pasti jauh lebih dari pad desa.
"Mom..." seru Micheal setelah Mommy nya selesai membaca buku cerita.
"Ya, Sayang? Ada apa? Mickey lapar?" tanya Angeline dan Micheal menggeleng.
"Lalu ada apa?" tanya Angeline lagi.
"Mom, Mickey tidak mau berpisah lagi sama Mommy" lirih Michael tiba tiba yang membuat hati Angeline tersenyuh, diri nya dan Micheal memang tidak pernah berpisah jauh, bahkan kita Angeline harus bepergian karena urusan pekerjaan ke luar kota mau pun ke luar negeri, Micheal selalu di bawa nya.
"Tapi Mickey juga mau tinggal sama Daddy..." rengek Micheal kemudian yang membuat Angeline terhenyak, ia hanya bisa membuka mulut tanpa bisa menjawab permintaan putra nya.
Bersamaan dengan itu, pintu kamar nya terbuka menampilkan sosok Ayah Micheal yang tampan dan gagah.
"Daddy...." pekik Micheal girang. Gabriel mempercepat langkah nya menghampiri Micheal, ia langsung menunduk dan mencium kening putra nya itu dengan sayang.
"Bagaiamana keadaan Mickey hari ini, hm?" tanya Gabriel.
"Masih sakit dan lemas, Daddy" jawab Micheal memanyunkan bibir nya.
"Sabar ya, Sayang. Daddy doakan, semoga Mickey cepat sembuh. Dan Mickey juga harus berdoa, semoga Mickey cepat fi beri kesembuhan sama Allah" ujar Gabriel sambil tersenyum.
"Baik, Daddy..." kata Micheal.
__ADS_1
"Daddy juga pernah berdoa sama Allah, dan Allah beneran memberikan apa yang Daddy minta. Daddy di ajari Mommy Cantik..." seru Gabriel kemudian "Sekarang, angkat tangga Mickey seperti ini..." Gabriel menadahkan kedua tangan nya ke langit, Micheal pun meniru apa yang di lakukan ayah nya.
"Sekarang, Mickey pejamkan mata dan berdoa dengan tulus dari hati" seru Gabriel. Micheal pun memejamkan mata nya.
"Ikuti Daddy ya..." kata Gabriel yang melihat putra nya sudah memejamkan mata, Micheal menganggukan kepala nya "Ya Allah, berikan kesembuhan untuk Mickey..." lirih Gabriel
"Ya Allah, berikan kesembuhan untuk Mickey" Micheal mengikuti nya.
Angeline memperhatikan kedua pria yang sangat di cintai nya itu. Angeline tidak pernah menyangka, setelah memutuskan meninggalkan Gabriel, ia akan berada di moment seperti ini. Melihat ayah dan anak itu yang seperti memiliki ikatan yang kuat, apa lagi Gabriel selalu bersikap sangat lembut pada Micheal, dan mengajari nya berdoa seperti ini membuat Angeline merasa terharu dan perasaan nya di lingkupi dengan perasaan hangat nan bahagia.
"Andai aku bisa melihat kebersamaan mereka seperti ini setiap hari" batin nya berkata penuh harap.
Sementara Gabriel masih terus mengucapkan beberapa doa, termasuk mendoakan Abi Farhan dan juga Mini. Dan tentu Micheal mengikuti ucapan doa itu.
"Aamiin..."
"Aamiin..." Gabriel dan Micheal mengusapkan kedua telapak mereka ke wajah mereka. Gabriel kemudian menatap Micheal sambil tersenyum "Kalau Mickey merasa sakit, atau takut, atau ingin sesuatu, berdoa saja sama Allah. Nanti pasti Allah kasih..." ujar nya. Mendengar itu, kedua mata Micheal langsung berbinar dan ia mengangkat kembali ke dua tangan nya. Ia memejamkan mata nya.
"Ya Allah...." lirih nya "Mickey ingin tinggal sama Daddy dan Mommy, ya Allah" ucap nya yang tentu saja membuat Gabriel terkejut dan ia langsung menatap Angeline, sementara Angeline hanya diam saja dan memandang Gabriel dengan sendu. Karena hati nya menginginkan apa yang di inginkan Micheal juga.
"Aamiin...." Micheal mengusap kedua tangan nya ke wajah nya seperti yang di lakukan Gabriel tadi. Kemudian Micheal menatap Gabriel dengan senyum di bibir nya dan mata yang berbinar.
"Daddy, Mickey sudah berdoa. Apa sekarang Daddy dan Mommy akan tinggal bersama Mickey?"
..........
Tangan Firda memegang handle pintu namun ia tidak jadi masuk ke kamar rawat Micheal setelah mendengar doa Micheal, hati Firda terenyuh mendengar doa anak tiri nya itu. Namun ada perasaan resah juga di sana, perasaan yang pasti akan di rasakan oleh setiap istri. Perasaan takut jika ada wanita lain di sekitar suami nya, perlahan Firda menutup kembali pintu nya dan saat itu lah Gabriel menyadari keberadaan Firda.
Gabriel segera berlari mengejar Firda sudah pergi meninggalkan ruang rawat Micheal dengan perasaan yang tak karuan.
__ADS_1