
Gabriel memandangi wajah teduh Firda yg saat ini sedang terlelap, padahal jam baru menunjukkan pukul 8 malam dan Firda belum makan malam.
Ponsel Gabriel bergetar, Gabriel mengambil ponsel nya yg ada di atas meja dan ia melihat ada pesan yg masuk. Gabriel membuka pesan itu yg ternyata dari John, pesan itu berisi ajakan minum kopi bersama karenas saat ini John sudah sedang ada di Resort Gabriel.
Sebelum pergi, Gabriel menyelimuti Firda dengan benar, kemudian mengecup kening nya lembut dan setelah itu ia pun keluar dari kamar.
Di depan kamar nya, ada Gio dan dua bodyguard lain nya yg sedang berjaga.
"Gio, aku mau bertemu dengan John. Jaga Firda, jangan biarkan siapa pun masuk" titah Gabriel.
"Tuan John?" tanya Gio heran dan Gabriel hanya menjawab nya dengan gumaman dan kemudian ia pun pergi dari sana.
Gio tampak bingung dengan kehadiran John yg tiba tiba, ia pun mengambil ponsel nya dan mengirim pesan kepada salah satu anggota Black Swan yg sampai saat ini masih berteman dengan Gio. Gio menanyakan apakah John memiliki sebuah agenda, dan teman nya itu membalas. Karena setelah penyerangan dan pembantaian di kapal itu, John memerintahkan anak buah nya agar tidak bergerak dan tetap berhati hati.
Pesan itu membuat Gio semakin bingung, jika penyerangan itu hanya untuk merebut kembali milik John, lalu kenapa John harus takut?
Karena selama Gabriel yg berkuasa, Gabriel memimpin dengan adil, ia juga bersaing dengan sehat dengan lawan lawan nya kecuali jika memang di haruskan berperang.
Gio kembali bertanya, apakah kapal itu sudah di kirim ke Ukraine. Dan jawaban yg lebih mengejutkan Gio kembali dapatkan.
"Kapal nya sudah sampai di Ukraine satu minggu yg lalu"
"Jadi kapal siapa yg John rebut?" gumam Gio.
__ADS_1
...... ...
"Jadi kau kesini untuk membawa istri mu liburan?" tanya John setelah ia menyesap kopi nya.
"Ya, dia ingin tahu tentang ku jadi aku membawa nya ke sini, ke kantor, ke hotel" jawab Gabriel santai.
"Bukan kah itu bisa berbahaya untuk nyawa nya? Dulu pernikahan mu dengan Nyonya Angeline sudah sangat di rahasiakan, tapi musuh tetap mengetahui nya dan ia menyerang nya" tukas John.
"Aku tahu, aku sendiri bingung, aku seperti tidak bisa menolak permintaan Firda. Aku seperti takut dia tidak percaya pada ku, karena itu lah aku ingin menjadi orang yg sedikit lebih terbuka pada nya" jawab Gabriel lagi, ia pun juga menyesap kopi nya yg masih hangat itu. Sementara John yg mendengar penuturan Gabriel itu terkekeh
"Tuan Gabriel, terkadang wanita memang seperti itu. Tapi seharusnya kau tidak membiarkan perasaan seperti itu menguasai hati mu, karena di dunia ini tidak ada yg lebih menyakitkan dari di tinggal oleh wanita tercinta. Aku rasa kau faham akan hal itu karena kau pernah merasakan nya"
"Aku tahu, tapi aku juga ingin merasakan hidup yg normal, John. Bersama pasangan ku, memiliki anak, hidap bersama sampai rambut kami memutih" ujar Gabriel lagi.
"Aku harus kembali ke kamar, aku meninggalkan Firda sendirian di sana" ujar Gabriel kemudian sembari bangkit berdiri.
"Kau tampak mengkhawatirkan Nyonya muda, Tuan Gabriel. Apakah ada yg menyakiti nya sejauh ini?" tanya John yg melihat raut yg berbeda di wajah Gabriel.
"Iya, tadi seseorang seperti sengaja menjebak nya. Entahlah, seperti kata mu, aku tidak menyembunyikan hubungan ku dengan Firda jadi ada banyak sekali kemungkinan yg terjadi..." tukas Gabriel.
"Apa kau butuh bodyguard tambahan untuk menjaga Nyonya muda?" tanya John lagi "Aku bisa mengirim orang orang terbaik ku untuk menjaga istri mu 24 jam"
"Aku akan menghubungi saat aku membutuhkan nya, John. Aku memang sangat mengkhawatirkan nya. Aku pergi dulu..." ujar Gabriel lagi dan John pun mempersilahkan Gabriel untuk pergi.
__ADS_1
Gabriel kembali ke kamar nya, Gabriel melihat Firda yg sudah terbangun dari tidur nya dan saat ini ia sedang memakan semangkuk mie kuah.
"Apa yg kau makan, Firda? Siapa yg membawa nya ke sini?" tanya Gabriel panik.
"Gio, aku meminta Gio mencarikan mie kuah. Aku mau makan mie kuah" jawab Firda di tengah kesibukan nya menikmati mie kuah yg masih mengepulkan asap nya itu. Gabriel pun bernafas lega.
"Kamu dari mana?" Tanya Firda kemudian.
"Menemui John" jawab Gabriel kemudian ia melepaskan jaket dan kaos nya, menyisakan celana panjang yg ia kenakan.
"John?" tanya Firda lagi, karena Gabriel seperti nya sering sekali menemui pria bernama John itu.
"Aku juga mau..." ujar Gabriel dan ia membuka mulut nya di depan Firda, Firda pun menyuapi suami nya itu, kemudian menyuapi diri nya sendiri. Begitu seterusnya nya sampai mie nya habis. Setelah makan dan menggosok gigi, Firda dan Gabriel kembali ke atas ranjang dan Gabriel menarik Firda supaya tidur dalam pelukan nya.
...... ...
Keesokan harinya, sebelum Gabriel membawa Firda keluar dari Resort, Gabriel membawa Firda untuk bertemu dengan John dan memperkenalkan nya sekalian mereka sarapan bersama.
Firda yg melihat John seketika teringat pada pria paruh baya itu, dia adalah pria yg bersama Gabriel di desa nya dulu.
"Kita sebelum nya pernah bertemu..." ucap Firda pada John, John hanya menanggapi nya dengan senyum tipis.
"Ya, dia mengantarkan ku saat ke desa mu, Fir..." ujar Gabriel dan Firda mengangguk mengerti.
__ADS_1
Mereka makan di salah satu restaurant di sana, dan saat dekat dengan John, Firda seketika menghirup aroma parfum yg sama dengan aroma pria yg ia tabrak di kamar itu.