
Gabriel melaksanakan sholat di kamar nya sendirian, dulu ia hanya tahu ada ibadah yang nama nya sholat. Namun ia tak tahu bagaimana melakukan nya, seperti apa dan kapan. Bahkan setelah menikah bersama Firda dan Firda mengajari nya banyak hal tentang keagamaan, Gabriel tak berarti benar benar mengikuti aturan agama nya kecuali di suruh oleh Firda dan melakukan nya bersama Firda. Dulu ia juga sholat, namun hanya saat sholat bersama Firda. Ketika ia pergi ke kantor nya, Gabriel tidak sholat.
Namun setelah Firda hilang di bawa Gio, hati Gabriel mulai tergerak untuk benar benar dekat dengan Tuhan nya, karena saat itu ia sangat ketakutan, ia merasa begitu lemah dan ia hanya punya Tuhan nya saat itu. Dan sampai detik ini, Gabriel tetap sholat meskipun tidak di suruh oleh Firda.
Setelah selesai sholat, Gabriel berdoa dengan tulus, ia meminta agar semua masalah nya segera selesai dan hidup nya kembali damai bersama keluarga nya.
Sementara itu, Micheal berlari masuk ke kamar Daddy nya dan Angeline mengikuti nya dari belakang. Saat Micheal membuka pintu, Gabriel sedang melipat sejadah nya.
"Daddy..." teriak Micheal girang yang membuat Gabriel tersenyum.
"Iya, Sayang..." ujar nya.
"Daddy, Daddy sedang apa? Malam ini Mickey tidur sama Daddy ya..." kata nya yang membuat Gabriel terdiam sejenak, karena ia tidak berniat menginap di mansion nya. Namun melihat tatapan penuh harap Micheal membuat hati Gabriel merasa tak tega jika harus menolak permintaan putra nya itu.
"Jadi Mickey mau tidur sama Daddy? Boleh..." Gabriel pun langsung mengangkat Micheal ke dalam gendongan nya dan membawa nya ke ranjang. Angeline pun mengikuti nya dan duduk di tepi ranjang.
"Daddy, kenapa Daddy tidak pernah menemui Mickey dulu?" tanya Micheal dengan tatapan yang sendu, membuat hati Gabriel terenyuh. Ia mengangkat tangan nya dan membelai kepala putra nya itu dengan lembut.
"Maaf ya, Sayang. Daddy baru bisa menemui Mickey sekarang..." ucap nya lirih.
"Lalu, kenapa Daddy tinggal bersama Tante cantik? Kenapa tidak tinggal bersama Mickey dan Mommy saja?" tanya kemudian yang membuat Gabriel terhenyak, ia menatap Angeline bingung sementara Angeline justru menunjukan raut wajah memelas nya.
"Karena Tante cantik itu istri Daddy, Sayang..." jawab Gabriel karena ia tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Terus Mommy siapa Daddy?" tanya Micheal lagi yang membuat Gabriel menghela nafas panjang, ia kembali menatap Angeline, berharap Angeline membantu nya memberikan jawaban pada Micheal namun Anglien hanya bungkam.
"Mommy dulu istri Daddy juga, tapi itu dulu.." kata Gabriel yang membuat Micheal mengerutkan kening nya dalam, karena ia sungguh tidak mengerti apa yang di maksud ayah nya itu.
"Terus sekarang?" tanya Micheal dengan polos nya, kedua mata nya yang bulat menatap Gabriel penasaran.
"Sekarang tidak lagi, jadi Daddy tidak mungkin lagi tinggal sama Mommy..." Gabriel berkata dengan lirih yang membuat Micheal langsung tertunduk sedih dan kedua mata bulat nya itu menunjukan sorot kekecewaan.
"Kenapa begitu?" tanya nya sedih, kedua mata nya sudah berkaca kaca dan hidung nya sudah kembang kempis karena ia menahan tangis. Hal itu membuat hati Gabriel juga sakit, ia tidak ingin membuat aanak nya sedih dan kecewa.
__ADS_1
"Jangan sedih ya, Nak..." bujuk Gabriel.
"Sayang...." Angeline mengusap kepala Micheal yang masih tertunduk sedih "Nanti Mickey akan mengerti, sekarang jangan fikirkan itu lagi ya. Yang penting kan sekarang sudah ada Daddy, ya kan?" tanya Angeline dengan lembut.
Micheal masih tertunduk sedih, sebagai seorang anak tentu ia ingin memiliki keluarga yang utuh seperti teman teman nya yang lain.
"Terus, Mommy cantik dimana? Apakah dia akan tinggal bersama Daddy?" tanya Micheal yang membuat Angeline teperangah karena Micheal yang memanggil Firda dengan sebutan Mommy. Sementara Gabriel bukan main senang nya setelah mendengar putra nya memanggil ibu sambung nya dengan sebutan Mommy tanpa di minta.
"Micheal..." lirih Angeline "Itu Tante, Son. Bukan Mommy, kan Mickey sudah punya Mommy..." tukas Angeline yang tentu saja membuat wajah bahagia Gabriel langsung berubah masam.
"Tapi kan sekarang Mommy Cantik istri nya Daddy yang sekaran. Kata Daddy, Mommy kan istri Dady dulu, jadi Mickey panggil nya Mommy. Terus tante cantik istri Daddy sekarang, jadi panggil nya Mommy juga. Ya kan?" kata nya dengan mata yang berbinar dan bibir yang menyunggingkan senyum dan hal itu sungguh membuat hati Gabriel tersentuh. Sungguh ia tak percaya anak nya akan memiliki hati yang sangat baik dan lembut seperti sekarang.
"Tapi, Sayang.. "
"Angel..." Gabriel menyela, kemudian ia menatap putra nya dengan senyum lebar, Gabriel mencium kening putra nya itu dengan sayang.
"Sayang, sekarang kita turun ya, siap siap makan malam. Malam ini Mickey tidur sama Daddy.."
"Hore..." teriak nya girang, Gabriel membantu nya turun dari ranjang kemudian ia membawa Micheal ke meja makan begitu juga dengan Angeline.
Ada perasaan menyesal dalam diri nya karena dulu ia meninggalkan Gabriel dan bahkan tak membiarkan Gabriel mendekati putra nya sendiri.
Setelah makan malam, Micheal menggosok gigi nya, mengganti pakaian nya dengan piyaman dan Gabriel membawa nya ke ranjang.
"Mommy mau kemana?" tanya Mickey saat Angeline hendak pergi dari kamar Gabriel setelah mengganti pakaian Micheal dan mengantar buku dongeng nya.
"Mommy mau kembali ke kamar, Sayang" kata Angeline.
"Tidur di sini saja, Mickey mau tidur sama Daddy dan Mommy" ajak nya yang membuat Angeline dan Gabriel langsung saling melempar tatapan.
Gabriel hendak berbicara namun Angelien malah mendahului nya "Ya udah, Mommy akan di sini" ucap Angelien sambil tersenyum, Gabriel tak bisa apa apa karena ia tidak mau di todong dengan berbagai macam pertanyaan oleh Micheal lagi.
"Daddy, bacakang dongeng ya..." pinta Micheal dan Gabriel pun hanya bisa mengangguk pasrah. Gabriel duduk setengah bersandar di samping Micheal, sementara Angeline tidur menyamping di dan memeluk Micheal.
__ADS_1
Gabriel mulai membacakan dongeng untuk putra nya itu, sementara Angeline mengelus punggung Micheal dengan lembut hingga perlahan kedua mata anak nya itu mulai terpejam dan deru nafas nya terdengar lembut.
Setelah memastikan Micheal tertidur, Gabriel meletakkan buku dongeng nya di atas nakas. Angeline pun duduk dan ia menatap Gabriel yang saat ini menatap putra nya itu.
"Maafkan aku..." Angeline berkata dengan lirih, Gabriel mendongak dan menatap nya dengan tatapan yang datar.
"Aku sudah memaafkan mu, sekarang kita punya hidup kita masing masing" jawab Gabriel langsung pada inti nya yang membuat Angelien menelan saliva nya dengan susah payah, ia menjilat bibir nya yang tiba tiba terasa begitu kering.
"Aku tahu aku salah, seharus nya aku mengalahkan rasa takut ku" ujar nya kemudian, Gabriel tak menanggapi nya, ia merebahkan diri nya dan memeluk Micheal dari belakang, ia mencium kepala putra nya itu dengan sayang "Aku pergi demi keselamatan anak kita..." kata Angeline lagi yang membuat Gabriel langsung mendongak dan menatap nya.
"Aku tahu, kita tidak perlu membahas nya lagi. Aku juga tidak menyalahkan mu" kata Gabriel tanpa ekspresi dan itu membuat Angeline merasa sedih, Gabriel sekarang begitu dingin pada nya.
"Gabriel, aku..." Angeline menggeser duduk nya dan ia hendak menyentuh tangan Gabriel yang memeluk Micheal namun Gabriel dengan cepat menarik tangan nya.
"Apa yang kau lakukan. Angel?" tanya nya setengah berbisik agar tak mengganggu tidur Micheal.
"Aku.. Aku hanya ingin minta maaf, Gabriel. Aku tahu seharus nya aku tidak menjauhkan mu dari Mickey, aku hanya takut dia dalam bahaya, aku meninggalkan mu demi anak kita" tukas Angeline memelas, Gabriel menghela nafas panjang kemudian ia duduk di tegak dan menatap Angeline.
"Kamu sudah menjelaskan hal itu berkali kali, aku bukan pria bodoh dan egois jadi aku sangat mengerti maksud mu" tukas Gabriel.
"Sekarang semua nya sudah berlalu, aku memaafkan mu dan aku ikhlas dengan apa yang terjadi pada ku. Aku tidak marah atau membenci mu, aku tahu saat itu kamu juga tidak bisa menerima sisi gelap ku dan aku juga mengerti itu. Dan sekarang aku milik seseorang yang sudah menerima ku dan semua sisi gelap ku.. " tutur Gabriel penuh penekanan, apa lagi Gabriel bisa merasakan seperti nya perasaan Angeline masih ada untuk nya dan itu Gabriel tahu itu bisa menyakiti Firda, Gabriel akan menjauhkan apapun yang bisa menyakiti Firda.
Hati Angeline tentu sakit mendengar apa yang di katakan oleh Gabriel namun ia tak bisa apa apa sekarang, semua nya sudah terlambat.
"Firda juga takut, dia juga khawatir dengan nyawa nya apa lagi nyawa anak nya. Tapi Firda tidak lari ketika dia takut, dia justru melawan rasa takut nya dan sekarang ini lah jadi nya, dia berhasil menarik ku keluar dari kegelapan ku, dia memberikan ku cahaya yang tak pernah aku dapatkan dari siapapun... "
"Maafkan aku... " lirih Angeline menunduk sedih.
"Berhenti meminta maaf, Angel. Sungguh aku telah memaafkan kamu... " ujar Gabriel sambil tersenyum tipis.
"Kalau begitu, bolehkah aku tidur di sini malam ini bersama kalian? " tanya Angeline yang membuat kedua mata Gabriel langsung melebar terkejut.
"Angel, maafkan aku tapi ini ranjang istri ku dan sangat tidak mungkin aku biarkan ada wanita lain di ranjang kami..." tegas Gabriel yang membuat hati Angeline seperti remuk seketika. Angeline pun langsung melompat turun dari ranjang nya dan segera keluar dari kamar Gabriel tanpa berbicara atau pun menoleh pada Gabriel.
__ADS_1
Sementara Gabriel kembali menjatuhkan tubuh nya di samping Micheal dan memeluk putra nya. Hal itu justru membuat Gabriel teringat dengan Firda, teringat saat mereka bertiga tidur satu ranjang saat mereka bersembunyi.