Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 246 - Kesedihan


__ADS_3

Firda, Gabriel dan Raisa segera di terbangkan menuju rumah sakit di desa. Dokter desa dan bahkan beberapa mahasiswa Kedokteran pun di panggil untuk menangani mereka bertiga sembari menunggu Dokter yang lebih profesional.


Meraka melakukan sebisa nya terutama dalam menangani Firda yang mengalami luka sangat dalam di dada nya dan kehilangan banyak darah. Gabriel pun dalam keadaan yang sama, luka tusukan di pinggang, punggung, dan dua tembakan di paha dan punggung nya juga membuat ia kehilangan banyak darah. Rumah sakit yang tadi nya sepi jika malam hari karena belum di resmikan mendadak begitu ramai dan ada banyak polisi yang mengamankan, warga desa berkumpul di sana dan situasi terasa begitu mencekam.


Mereka juga membawa tiga mayat pria, dan mayat Edward sendiri adalah yang paling mengerikan karena apa yang di lakukan oleh Gabriel atas kemarahan nya.


Sementara keluarga Firda begitu histeris saat melihat kondisi Firda, apa lagi Ummi Aisyah yang sebelum nya sempat di larang dan di cegah sebisa mungkin agar tak datang ke rumah sakit. Namun tak ada yang bisa menghentikan seorang Ibu yang ingin melihat putri nya, dan ketika mengetahui keadaan Firda. Ummi Aisyah begitu histeris, ia teringat dengan mimpi nya yang memang selalu terasa begitu nyata dan sekarang mimpi nya itu menjadi kenyataan.


Tangan Abi Farhan yang berlumuran darah Firda merengkuh tubuh istri nya dan kedua nya menangis tersedu sedu, menangisi putri kecil mereka yang sedang berjuang melawan maut.


Bahkan, tak lama kemudian Ummi Aisyah pun jatuh pingsan karena tak kuasa menahan sesak di dada nya dan ia segera di tangani oleh keluarga nya. Sementara di rumah Firda, hanya ada Nenek yang menjaga Lora Jibril yang tertidur setelah di suapi.


Nenek juga tak bisa menghentikan air mata yang terus mengalir di pipi keriput nya, ia juga ingin melihat cucu nya namun ia tahu ia takkan kuasa sehingga ia memilih di rumah menjaga Lora Jibril dan mendoakan Firda dari sana. Kakek dan yang lain nya pun berada di rumah sakit, dan setelah sekian lama tidak menangis. Kini Kakek terlihat meneteskan air mata nya walaupun bibir nya tak bersuara.


Gio dan Mini pun tak kalah sedih nya, meraka hanya bisa berdoa tanpa henti.


"Seharusnya kita bisa menjaga mereka, seharusnya kita datang lebih cepat" lirih Gio dengan suara tercekat.


"Firda akan baik baik saja, Gio" lirih Mini "Dia tidak mungkin meninggalkan Jibril, karena Firda mengatakan akan menyusui Jibril sampai usia nya 2 tahun. Kalau dia pergi, siapa yang akan menyusui Lora Jibril?"


Tak lama kemudian beberapa Dokter dan perawat terbaik dari kota pun datang untuk menangani Firda yang sudah setengah jalan di tangani. Para Dokter dan perawat dari desa juga bekerja sama dengan baik, mereka berusaha menghentikan pendarahan Firda yang kini terbaring di ruang operasi dan seperti dugaan mereka, Firda kehilangan banyak darah dan membutuhkan transfusi darah detik ini juga.

__ADS_1


Dokter segera memberi tahu hal itu pada keluarga Firda dan mereka semua siap menyumbangkan darah mereka pada Firda namun tanpa di sangka, polisi Abram justru berdiri paling depan dan ia siap menyumbangkan darah nya sebanyak yang di butuhkan pada Firda. Polisi Abram menawarkan diri karena ia tidak tega melihat keluarga Firda yang begitu terpukul dan ia juga tahu golongan darah nya cocok dengan darah Firda. Polisi Abram tahu hal itu saat di kasus penyerangan sebelum nya.


..........


Waktu terus bergulir masih dalam keadaan dan situasi yang sama, tak terasa jam sudah menunjukan pukul 3 dini hari dan semua orang bermalam di rumah sakit.


Operasi Gabriel, Firda dan Raisa juga sudah selesai di lakukan namun ketiga nya masih dalam keadaan yang kritis.


Ummi Aisyah kini sudah berhenti menangis, ia duduk di kursi di ruang tunggu dengan tatapan yang kosong. Wajah nya begitu pucat dan ia terlihat sangat lemas, Abi Farhan yang sudah membersihkan diri duduk di samping nya dan ia menarik istri nya itu ke dalam pelukan nya.


"Dia akan selamat, Sayang. Dia akan bangun...." lirih Abi Farhan dengan suara yang bergetar "Apa lagi kalau nanti dia mendengar suara tangis Jibril yang haus dan ingin menyusu, dia pasti langsung bangun" lanjut nya untuk menghibur sang istri dan diri nya sendiri.


"Kamu ingat engga? Dulu waktu usia Firda 7 tahun, kita bawa dia ke pesantren dan dia di sapa sama Ning di sana yang memanggil Firda juga sebutan Ning. Dan saat itu Firda bertanya apa arti nama panggilan itu..."


"Ning itu tuan putri yang sholehah dan kuat, yang bijak dan sabar" lanjut nya dengan suara tercekat di tenggorokan nya.


..........


Saat pagi menjelang, saat matahari telah kembali menampakkan diri dengan cahaya cerah nya. Saat pagi memberikan awal hari yang baru, keluarga Firda berharap itu benar benar menjadi awal yang baru bagi hidup mereka. Yang lebih baik, lebih cerah.


Gabriel yang sudah di pindahkan ke ruang rawat biasa akhir nya sadar dan saat sadar ia kembali terlihat marah sekaligus terpukul. Dokter segera menangani Gabriel dan yang Gabriel tanyakan sejak tadi hanya lah keadaan Firda bahkan ia setengah berteriak.

__ADS_1


"Ning Firda akan baik baik saja..." ucap Dokter itu "Kondisi mu juga terluka, harus banyak istirahat"


"Bagaiamana aku bisa istirahat? Dimana istri ku?" teriak Gabriel yang saat ini sedang di suntik oleh perawat karena Gabriel seperti orang yang punya gangguan jiwa setiap kali mengingat sang istri.


Mendengar suara kegaduhan dari ruang rawat Gabriel, Kakek pun masuk dan ia mendapati Gabriel yang terus mengoceh menanyakan Firda padahal ia sendiri terluka parah.


"Gabriel..." suara parau sang Kakek menggema di ruangan itu dan itu berhasil membuat Gabriel terdiam, Kakek melangkah pelan dengan lutut yang bergetar dan setelah berdiri di samping Gabriel, Kakek mengelus ubun ubun Gabriel dengan lembut.


"Firda hanya sedang beristirahat setelah melewati hari yang melelahkan kemarin, Nak. Tidak terjadi sesuatu pada nya..." ucap nya dengan suara parau nya


"Kamu pun harus beristirahat, supaya bisa menjaga Jibril sampai Firda bangun dan rasa lelah nya hilang" lanjut sang Kakek menahan genangan air mata di pelupuk mata nya.


"Tapi, Kek...."


"Tenang, Nak. Tenang lah, ucapkan istighfar, perbanyak sholawat. Serahkan semua nya pada Allah, Allah tahu yang terbaik untuk nya. Jangan begini..." Gabriel justru meneteskan air mata mendengar ucapan sang Kakek dan ia kini bibir Gabriel pun menggumamkan dzikir tanpa henti.


......💞💞......


... Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?...


...Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya....

__ADS_1


...Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘...


__ADS_2