
"Lepaskan ayah ku..." desis Frank pada pria yang terlihat lebih muda di depan nya, meskipun nyata nya pria di depan nya ini seumuran dengan Ayah nya yang saat ini sedang menjadi sandera nya.
" Aku tidak akan menyakiti ayah mu, Frank Martin. Aku akan merawat nya dengan baik asalkan kamu lakukan apa yang aku minta" tegas pria itu.
"Adrian, jadikan Adrian yang malang ini menjadi sopir pribadi mu..." lanjut nya yang membuat Frank hanya bisa menatap tajam pria yang mengaku bernama Adrian itu, dan tak lupa si Adrian ini juga memperkenalkan identitas asli nya.
" Apa lagi yang kamu mau?" tanya Frank frustasi, karena sejak semalam Adrian menawan ayah nya di rumah nya sendiri.
Ya, di rumah Frank yang kini menjadi markas seorang Edward dan beberapa anak buah yang tersisa yang ia miliki.
Sudah tak punya sekutu, tak punya uang, apa lagi kekuatan. Ia tahu, ia harus bermain cantik sekarang. Karena menggunakan kekuatan pada Gabriel sama saja dengan menantang maut nya sendiri.
"Aku ingin tahu, apa yang Gabriel lakukan, rencanakan, dan sebagainya" ujar Adrian dengan amarah yang mulai memuncak.
"Bagaiamana aku bisa tahu?" pekik Frank yang sudah tak tahu harus menghadapi Edward seperti apa lagi.
"Karena itu lah jadikan aku sopir mu!" seru Edward lantang "Bawa aku ke mansion Gabriel, jenguk keponakan mu, adik mu. Kau juga bisa pergi ke perusahaan Gabriel, oh kau tak punya urusan? Cari urusan supaya kau punya alasan untuk pergi ke sana" seru nya dengan begitu angkuh nya.
"Aku mohon, jangan libatkan aku lagi...." lirih Frank "Angel sudah sangat marah pada ku dan bahkan tak mau pulang ke rumah lagi gara gara aku bekerja sama dengan mu" tukas nya.
"Oh, tidak, Frank. Itu tidak benar, alasan Angeline tidak pulang tentu karena perintah Gabriel. Ya kan? Mungkin juga kakak perempuan mu itu masih mencintai putra ku, ayo lah, Frank. Fikirkan sekali lagi..." bujuk nya.
"Bayangkan jika Angeline dan Gabriel kembali bersatu, bayangkan apa yang kau dapatkan dari hubungan mereka? Keluarga Kakak perempuan mu akan kembali utuh, cucu tercinta ku Micheal, yang juga keponakan tercinta mu pasti sangat bahagia jika Mommy dan Daddy nya kembali bersama. Dan sebagai bonus, harta Gabriel yang takkan habis hingga Micheal memiliki cicit nya nanti... " Edward merayu dan menggoda dengan begitu halus, bagaimana layak nya iblis penggoda sejati. Meruntuhkan iman dengan cara terhalus sehingga sang pemilik iman takkan sadar ada yang runtuh dalam diri nya.
..........
Gabriel memandangi ponsel nya tanpa berdekip, ia mencari kontak istri nya. Saat menemukan nya, Gabriel hendak menekan tombol dial, namun ia urungkan hal itu. Kemudian ia coba lagi, namun ia urungkan lagi.
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, Gabriel tidak makan malam begitu juga dengan Angeline. Sementara Micheal sudah makan malam bersama suster nya.
"Telfon tidak ya?" gumam Gabriel,
Ia ingin sekali curhat pada Firda tentang pertengkaran nya dan Angeline, namun Gabriel tak ingin membebani Firda. Tapi hati nya juga ingin curhat, tapi tidak mau membuat Firda kefikiran.
Setelah berkelut dengan pemikiran nya sendiri, akhir nya Gabriel memilih video call dengan istri nya. Apa lagi setelah kesibukan nya seharian, ia tak sempat video call dengan Firda, membuat nya sudah sangat merindukan Firda.
Setelah beberapa detik menunggu, ia pun mendapatkan jawaban dari Firda. Dan kini, wajah cantik sang istri sudah terpampang jelas di layar smartphone nya itu. Firda nya yang tampak nya sudah ada di atas ranjang, rambut nya yang panjang terurai bebas, membuat Firda terlihat semakin cantik.
"Sayang..." rengek Gabriel, sementara Firda hanya menanggapi nya dengan gumaman "Kangen di peluk..." ia kembali merengek yang membuat Firda langsung tertawa. Dan tawa nya itu, benar benar sebuah keindahan yang tak pernah Gabriel temukan pada orang lain.
"Sini, pulang..." kata Firda yang membuat Gabriel memberengut manja.
"Kamu pakai baju apa?" tanya Gabriel tiba tiba, Firda tampak menjauhkan ponsel nya dan memperlihatkan apa yang sedang ia kenakan malam ini. Gabriel langsung merona tatkala ia melihat sang istri mengenakan kemeja nya.
"Mungkin minggu depan aku akan pulang, Sayang..." ucap nya dengan suara yang terdengar parau.
"Iya, Bang. Yang penting Abang Gabriel sehat di sana. Terus Mickey apa kabar, Bang?" tanya Firda kemudian. Yang membuat Gabriel langsung terdiam "Kayak nya Abang di kamar kita yang di mansion" ujar Firda lagi. Gabriel menyunggingkan senyum pada istri nya itu dan sedikit menjauhkan ponsel nya dari diri nya, memperlihatkan sisi kosong di samping nya.
"Tadi Micheal nangis, jadi aku pulang" Jawab Gabriel.
"Terus kenapa tidak tidur bersama Micheal lagi?" tanya Firda lagi.
"Dia tidur sama Mommy nya, Sayang" jawab Gabriel namun Firda langsung memicingkan mata nya, membuat Gabriel terkekeh.
"Aku sendirian di kamar sayang ku..." ucap nya gemes, namun kemudian tatapan nya berubah begitu sendu "Aku merindukanmu, Firda. Aku rindu sekali memeluk mu" lirih nya.
__ADS_1
"Nanti, saat urusan Abang Gabriel selesai, aku akan memeluk Abang terus, setiap malam" hibur Firda.
"Doakan aku, semoga semua nya cepat selesai..."
"Lalu bagaimana dengan pencarian ayah mu, Bang?"
"Belum ada kemajuan, mungkin saja sekarang dia sudah berada di neraka"
"Kalau dia sudah di neraka, kita tidak usah khawatir lagi kali, Bang. Hehe. Tapi tidak boleh berfikir ke sana, ya. Berdoa saja semoga ayah mertua ku itu taubat"
"Aku rasa dia tidak pantas bertaubat, dia membunuh istri nya sendiri" geram Gabriel.
"Jangan begitu, Bang. Firaun saja, yang mengaku Tuhan masih di kasih kesempatan bertaubat kok"
"Hem ya sih..." Gabriel menggumam "Sepertinya nya aku masih harus belajar lebih banyak lagi tentang agama kita"
"Inysa Allah, nanti kita sama sama belajar ya, Bang"
"Iya, Sayang..." Jawab Gabriel. Berbicara dengan Firda membuat dia seperti remaja yang berbicara dengan pacar pertama nya "Ini sudah malam, kamu tidur gih. Tapi jangan matikan telfon nya ya, taruh saja dimana begitu, biar aku bisa melihat mu" kata Gabriel yang membuat Firda tertawa geli.
"Lebay sekali" gumam Firda.
"Ayo lah, Sayang. Aku merindukanmu, aku rindu menatap wajah cantik mu saat terlelap" rayu nya yang sudah pasti membuat telinga Firda menari dan jantung nya berdebar.
"Iya deh iya..."
Firda meletakkan ponsel nya di atas meja, dan Gabriel sudah bisa melihat istri nya itu.
__ADS_1
"Padahal aku telfon kan mau curhat..." gumaman Gabriel kemudian ia terkekeh dengan kekonyolan nya sendiri, entah kenapa Firda selalu berhasil membuat nya seperti orang yang hilang akal.