
Gabriel melakukan pekerjaan nya seperti biasa, ia terlihat sangat sibuk dengan setumpuk pekerjaan yg ia tinggal gara gara menyusul Firda ke desa nya saat itu.
Saat membuka laptop, ada begitu banyak email yg masuk dan juga laporan dari berbagai macam bisnis nya, salah satu nya laporan hotel dan club milik nya.
Di tengah kesibukan nya, Gabriel di kejutkan dengan kedatangan John yg tiba tiba. Karena semenjak menunjuk John sebagai pengganti diri nya di dunia bawah, Gabriel tidak pernah lagi berkomonikasi dengan John.
"Anda terlihat jauh lebih baik, Tuan..." ujar John yg membuat Gabriel tersenyum simpul.
"Ada apa, John?" tanya Gabriel tanpa basa basi.
"Aku membutuhkan pertolongan mu, Tuan. Ada konflik bersama Eduardo dan aku tidak mampu mengatasi nya sendirian" ujar John.
"Kamu pasti mampu, bukankah anak buah mu masih sangat banyak? Aku sungguh tidak ingin terlibat dalam hal itu lagi" jawab Gabriel.
"Hanya anda yg berani menghadapi Eduardo, Tuan. Dia berhasil merampas tiga kapal ku yg memuat senjata yg akan di kirim k Ukraine. Jika senjata itu tidak sampai dalam minggu ini, aku dan anak buah ku akan habis"
Gabriel terdiam sesaat memikirkan permintaan John, selama ini John selalu ada untuk nya bahkan rela mengorbankan nyawa nya untuk Gabriel.
"Baiklah" ujar Gabriel kemudian yg membuat John tersenyum senang.
"Malam ini, jam 7 malam. Di Black Royal"
.........
Firda mengintip keluar rumah dari balik jendela kamarnya, senja telah tiba dan sebentar lagi hari akan semakin gelap. Sementara tidak ada tanda tanda suaminya akan pulang, Firda merasa khawatir namun ia tidak tahu harus apa. Firda berusaha berfikir positif, mungkin saja sang suami sedang banyak sekali pekerjaan.
Firda keluar dari kamar dan memanggil pelayan, salah satu dari pelayan nya langsung bergegas menghampiri Nyonya mereka.
"Bi, biasanya Om Gabriel pulang dari kantor itu jam berapa?" tanya Firda karena ia memang tidak tahu kebiasaan suaminya.
"Tidak menentu, Nyonya" jawab pelayan itu.
"Apa pernah sampai malam?" tanya Firda lagi.
"Pernah, Nyonya. Bahkan terkadang Tuan tidak pulang"
"Terkadang tidak pulang?" tanya Firda heran.
__ADS_1
"Benar, Nyonya..." jawab pelayan itu lagi.
Firda pun kembali ke kamar nya dan bersiap untuk melaksanakan sholat maghrib, namun kali ini ada yg terasa berbeda bagi nya. Jika biasanya ia sholat berdampingan dengan Gabriel, mengajari Gabriel bacaan sholat dan dzikir, tapi sekarang tidak ada Gabriel.
Firda bahkan mencoba menghubungi Gabriel namun tak ada jawaban.
"Kemana lah suami satu itu..." gerutu Firda antara khawatir dan kesal. Firda pun melaksanakan sholat maghrib sendirian.
.........
Sementara itu, Gio mengikuti Gabriel yg kembali ke Black Royal. Sedangkan Gabriel saat ini sedang melakukan meeting dengan John dan beberapa anggota mereka yg di juluki Black Swan , mereka sedang mempersiapkan rencana untuk merebut kembali kapal yang berhasil di curi oleh Eduardo, musuh bebuyutan anggota Black Swan dari masa Edwards Emerson.
"Berapa banyak penjaga nya?" tanya Gabriel.
"24-26 orang, di persenjatai dengan lengkap. Memiliki kemampuan semua jenis bela diri, bahkan ada yg dari Cina dan memiliki kemampuan kungfu yg sangat hebat. Mereka menyebut nya sang tirai bambu" tukas John.
"Sepertinya ini bukan hanya tentang pencurian kapal, John..." ujar Gabriel kemudian "Bisa jadi ini jebakan..."
Sementara itu, ponsel Gio terus berdering, awalnya Gio hendak me reject panggilan itu Namun saat melihat nama Nyonya Emerson tertera di layar smart phone nya itu, Gio dengan cepat menjawab nya.
"Ya, Nyonya Emerson?" seru Gio setelah menjawab nya, namun belum sempat Gio mendengar suara sang Nyonya, tiba tiba seorang pria mengambil ponsel Gio dan mematikan ponsel nya.
"Tidak ada ponsel saat sedang meeting, Gio" tegas pria itu.
"Tapi itu istrinya Don Gabriel..." ucap Gio setengah berbisik karena saat ini Gabriel dan John sedang berbicar sangat serius.
"Tidak ada pengecualian, ini perintah Don John" seru pria itu dan ia malah memasukkan ponsel Gio ke dalam saku nya. Gio tak berkutik dan ia hanya bisa mengkhawatirkan Nyonya muda nya.
..........
Firda hanya bisa menatap nanar ponsel nya, padahal baru saja ia akan bertanya dimana Gio dan Gabriel tapi Gio malah mematikan ponsel nya.
Untuk mengalihkan fikiran nya yg kacau antara khawatir dan kesal karena Gabriel belum juga pulang, Firda pun keluar dari kamar nya dan pandangan nya langsung tertuju ke ruang kerja Gabriel.
Firda memasuki ruang kerja yg tak terkunci itu, Firda melihat ada begitu banyak tumpukan berkas di meja Gabriel. Kemudian pandangan nya teralihkan pada sebuah lukisan singa yg sedang mengaum.
"Mirip Om Gabriel kalau sedang marah..." gumam Firda sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Ia berjalan lagi dan kini perhatian nya tertuju pada sebuah buku hitam tebal. Di sampul buku itu ada gambar angsa namun berwarna hitam, dan di bawah nya tertulis 'Black Swan'.
Karena penasaran dengan bentuk yg unik dari buku itu, Firda membuka nya dan yg pertama kali ia lihat ada gambar seorang pria paruh baya, di bawah nya tertulis nama Mayer Emerson. Foto itu tampak seperti foto di tahun 70 an atau bisa juga sebelumnya, bahkan penampilan orang itu juga menunjukkan hal itu.
"Emerson? Bukannya itu nama belakang nya Om Gabriel?" gumam Firda. Ia membuka lembar selanjutnya dan ia melihat gambar gambar dari berbagai macam senjata, namun Firda tak bisa membaca buku itu karena tertulis dalam bahasa Rusia.
Firda membuka asal lembar selanjutnya dan ia menemukan nama Edwards Emerson, juga foto nya.
"Apa buku ini memuat biografi keluarga Emerson? Tapi kenapa ada gambar senjata nya juga?" gumam Firda dan ia kembali membuka lembar berikut nya, Firda melihat foto Gabriel dan nama Gabriel Emerson tertera tepat di bawah foto Gabriel juga.
Saat Firda hendak membuka lembar berikut nya lagi, terdengar suara klakson mobil dari luar.
Firda langsung bergegas turun dan berharap itu Gabriel.
Bahkan Firda mendahului pelayan yg hendak membuka pintu.
"Biar aku saja..." ujar nya.
Firda melihat Gabriel yg baru saja turun dari mobil.
"Kamu dari mana saja?" tanya Firda antara kesal dan khawatir.
"Bekerja" jawab Gabriel tenang "Ada apa?" tanya nya kemudian.
"Ada apa kamu bilang?" seru Firda sewot bahkan ia memelototi Gabriel.
"Aku telponin kamu jutaan kali, kamu engga jawab. Aku telpon Gio, malah di matiin sama Gio, aku khawatir takut kamu kenapa napa, takutnya kecelakaan lagi seperti waktu itu..." seru Firda yg membuat Gabriel malah tersenyum hangat karena hati nya juga terasa hangat.
Setelah sekian tahun ia sendirian, tidak ada yg mengomeli nya saat ia hilang kabar, tidak ada yg menunggu nya pulang dan tidak ada yg mengkhawatirkan nya.
Sekarang, Firda memberikan semua itu pada Gabriel.
"Maafkan aku, tadi ponsel ku dalam mode silent dan aku sangat sibuk..." ujar Gabriel namun kemudian ia melirik Gio "Lalu kenapa kamu mematikan ponsel mu, Gio?" tanya nya tajam.
"Itu perintah Don John..." jawab Gio jujur.
"Don John? Siapa itu? "tanya Firda penasaran.
__ADS_1
"Salah satu rekan bisnis ku, ayo masuk..." Gabriel langsung merangkul pundak Firda dan membawa nya masuk, karena ia tak ingin Firda bertanya lebih banyak dan seperti nya Gio harus kembali di ingatkan apa saja yg tidak boleh di ketahui istri nya.