
Melarikan diri dan balas dendam, dua hal itulah yang saat ini sedang Edward rencanakan. Namun sayang nya ia belum bisa menemukan waktu yang tepat untuk melarikan diri, apa lagi wajah Firda terus terbayang dalam benak nya. Edward sangat bernafsu untuk membunuh wanita yang sebenarnya berstatus sebagai menantu nya.
Dan setiap kali ia Keluar dari sel nya entah untuk makan, ke toilet atau kegiatan yang lain nya. Edward selalu mencari celah dan kesempatan untuk melakukan rencana nya.
.........
"Lahap banget sih makan nya, seperti tidak makan sebulan" kata Gio yang melihat Mini makan dengan sangat lahap.
Saat ini kedua nya masih di atas ranjang, namun kedua nya sudah mandi dan sudah berpakaian lengkap. Dan karena Gio yang tak pelan pelan juga terlalu menggebu, akhir nya Mini mengalami lecet yang membuat Gio harus berpuasa selama beberapa hari sampai Mini merasa lebih baik.
"Lapar aku, Gio" jawab Mini dengan mulut yang penuh.
"Hehe, ya tapi pelan pelan..." kata Gio sembari mengusap bibir Mini yang belepotan "Maaf ya karena aku tidak sabar dan jadi nya menyakiti kamu, sampai kamu tidak bisa jalan juga " kata Gio dengan perasaan bersalah.
"Tidak apa apa, tapi lain kali jangan ulangi" jawab Mini.
"Loh, justru aku niat nya lain kali yang harus begitu" ucap Gio yang membuat Mini mengernyit.
"Kenapa gitu? Mau bikin aku lecet lagi? Sakit lho ini" gerutu Mini.
"Ya sekarang lecet kan karena masih pertama kali nya, masih bersegel. Setelah ini kan tidak perawan lagi, ya tidak apa apa kan cepat dan kasar? Lagian kamu juga suka nya gitu" ucap Gio panjang lebar yang membuat Mini membuang nafas kasar.
"Lagian siapa juga yang suka gitu? Tidak ada satu pun perempuan yang suka laki-laki kasar ya, jadi jangan kasar lah"
"Jangan mengelak..." goda Gio "Kalau kamu tidak suka yang cepat dan kasar, terus kenapa kamu berteriak lebih kencang setiap kali aku.... Aduh..." Gio langsung mengadukan saat Mini memukul kepala Gio dengan sendok.
"Tidak usah di bahas juga, Gio. Ih, kamu ini..." geram nya yang justru kembali membuat Gio terkekeh.
"Kenapa? Takut ya? Takut kepancing?" tanya Gio sembari menaik turunkan alis nya.
__ADS_1
"Ke pancing apa nya? Kamu fikir aku ikan?" ketus Mini
"Bukan, kamu bidadari" jawab Gio dan seketika wajah Mini langsung merona dengan bibir yang mengulum senyum manis
"Bidadari yang jatuh dari atap, haha..." lanjut Gio yang membuat senyum Mini langsung musnah dan ia langsung kembali memukul kepala Gio dengan sendok jua.
"Kamu tuh yaa..." gerutu Mini.
"Dari atap surga maksud nya, Mini Sayang..." ucap Gio sembari memegang kepala nya yang di pukul Mini.
"Jadi suami kok tidak ada manis manis nya kamu ini" Mini kembali melanjutkan nya dengan lahap.
Gio hanya terkekeh sembari memperhatikan istri nya itu "Kenapa kamu tidak makan? Memang nya tidak lapar?"
"Aku makan kamu saja nanti" jawab Gio dan ia mendaratkan kecupan basah nya di pundak sang istri.
"Kita baru saja menikah masak sudah pisah kamar?"
"Ya terserah aku dong"
.........
Setelah dua hari menginap di hotel, Gio membawa Mini pulang ke rumah dan tentu saja Gio tidak membiarkan Mini pisah kamar dengan nya.
Sekarang Mini juga di jaga oleh dua bodyguard wanita yang di perintahkan Gio untuk selalu menjaga Mini 24 jam.
Bukan nya senang apa lagi merasa menjadi tuan putri, Mini justru kesal karena ia merasa tak bisa bebas. Namun ia mencoba mengerti bahwa sekarang status nya adalah istri dari Gio, sang pangeran Mafia yang entah kapan taubat nya.
Mini juga merubah penampilannya menjadi lebih anggun, kini ia lebih sering memakai dress yang mengembang seperti dress anak anak dan itu pilihan Gio. Mini tentu tak bisa menolak, apa lagi ia juga merasa nyaman dengan balutan dress itu.
__ADS_1
Sementara di mansion Gabriel...
Semenjak kehadiran Firda, mansion itu kembali terasa ramai apa lagi dengan ada nya Micheal. Meskipun Micheal tidak menginap setiap malam di sana karena Angeline tak mengizinkan nya, namun setiap hari Micheal akan selalu berkunjung dan bermain dengan Firda.
Sementara Gabriel, ia kembali mengurus perusahaan nya dan ia sangat bersyukur karena perusahaan nya berkembang lebih baik. Dan sebagai bentuk rasa syukur nya, Gabriel memerintahkan supaya gaji karyawan nya di naikan.
Gabriel juga menyumbangkan uang nya ke rumah sakit dan juga panti asuhan.
"Anda mengeluarkan uang yang sangat banyak, Don" kata Billy yang saat ini sedang berada dalam mobil bersama Gabriel.
"Uang tidak di bawa di mati, Billy. Kebaikan lah yang di bawa mati" jawab Gabriel yang membuat Billy tersenyum dengan perubahan sang Tuan.
"Oh ya, apa kamu masih mengawasi pria itu?"
"Masih, dia di pindahkan ke lapas tahanan kriminal tingkat satu"
"Aku heran kenapa dia masih hidup"
"Mungkin Tuhan memberi nya kesempatan untuk bertaubat"
"Atau mungkin Tuhan memberi ku kesempatan untuk menghukum langsung"
......💞💞......
Selamat pagi pembaca SkySal. Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?
Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya.
Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘
__ADS_1