Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 108 - Mengungkap 3


__ADS_3

Gabriel terduduk lemas di tepi ranjang dan ia menatap Firda dengan begitu sendu. Ia sangat tidak menyangka istri nya itu bisa melangkah sejauh ini, mencari tahu sendiri tentang Gio dan John. Dimana itu bisa membahayakan nyawa nya sendiri. Firda telah mengatakan semua nya pada Gabriel, ia berkata sejujur mungkin tanpa ada lagi yg di sembunyikan, Firda tidak tahu apakah ini waktu yg tepat atau tidak, tapi Firda sudah tidak sanggup mencari jawaban dari misteri ini, Firda harus menjaga kandungan nya dan kesehatan nya.


"Saking khawatir nya kamu sama Gio, kamu sampai melakukan semua ini, Firda?" tanya Gabriel dengan terbakar cemburu dan juga khawatir


"Sebegitu besar nya rasa sayang mu pada Gio sampai sampai kamu tidak memberi tahu ku kalau kamu mencurigai nya?" tanya Gabriel lagi dan terlihat kekecewaan yg begitu mendalam di raut wajah nya.


"Apa jangan jangan kamu mencintai nya? Kamu akan melakukan apapun agar aku tidak menyakiti nya kan?"


Firda menggeleng, menepis semua tuduhan Gabriel yg tidak masuk akal itu.


"Aku hanya tidak mau kamu dan Gio saling menyakiti, Bang. Aku perduli pada kalian berdua" Firda berkata selembut mungkin. Namun Gabriel masih tampak kecewa dengan Firda.


"Setiap saat aku mengkhawatirkan mu, Firda. Tapi kamu mengkhawatirkan pria lain? Nyawa mu bisa saja terancam saat kamu berkeliaran mencari petunjuk dan memecahkan teka teki ini, kamu tidak tahu betapa bahaya nya kehidupan yg aku dan Gio jalani, kenapa kamu tidak diam saja di rumah dan memberi tahu ku apa yg sebenarnya terjadi?" tanya Gabriel dengan begitu terluka, membuat Firda merasa bersalah dan kedua mata bulat nya itu berkaca kaca. Kehamilan nya membuat nya begitu sensitif dan ia tahu ia memang juga salah, karena apapun yg Firda lakukan seharusnya memang atas izin suami nya.


"Sayang..." Firda menangkup kedua tangan Gabriel dengan kedua tangan nya yg mungil, memaksa Gabriel menatap mata Firda dan hati Gabriel terkesiap saat ia melihat kedua mata indah istri nya itu memerah dan ia tampak ingin menangis.


"Aku mencintaimu, hanya kamu. Dan yg aku lakukan itu karena aku tidak mau kamu membunuh Gio, aku tidak mau kamu menjadi pembunuh lagi, Sayang. Aku hanya tidak mau tangan ayah dari bayi ku berlumuran darah" tukas Firda dengan suara tercekat di tenggorokan nya.


"Dan aku hanya curiga pada Gio dan tidak memiliki bukti apapun. Aku mohon, maafkan aku dan jangan marah, aku perduli pada kalian berdua. Dan aku mencari tahu tentang Gio, supaya aku bisa menghentikan Gio karena aku ingin memastikan dia tidak menyakiti mu, aku juga takut kamu tersakiti" Firda berkata dengan begitu tulus, ia mengungkapkan apa yg ia rasakan sebenar benar nya, suara nya bahkan sudah bergetar dan air mata berhasil lolos dari sudut mata nya "Rasa sayang ku pada Gio hanya sebatas saudara, aku hanya perduli dan ingin dia menjadi orang yg baik"

__ADS_1


Gabriel langsung menghapus air mata Firda dengan lembut, ia mengambil tangan Firda yg ada di pipi nya dan mengecup telapak tangan istri nya itu dengan lembut.


"Aku mencintaimu, tolong jangan pertanyakan hal itu..." Firda merengek sedih dan perasaan bersalah Gabriel semakin membuncah.


"Tidak, Sayang. Maafkan aku, aku tahu betapa besar nya cinta mu untuk ku, maaf karena dengan bodoh nya aku mempertanyakan hal itu" Gabriel berkata dengan suara yg begitu dalam, ia kembali mengecup telapak tangan istrinya itu.


"Kamu sangat baik pada semua orang, cinta mu tulus pada semua orang. Tidak ada yg berhak mempertanyakan cinta mu" lirih Gabriel.


"Maaf karena aku melakukan nya tanpa izin mu" lirih Firda lagi, Gabriel tersenyum samr.


Sekali lagi, Firda memberi nya kejutan yg tak pernah ia bayangkan sedikit pun selama ini. Firda bahkan memanpulasi cctv di kamar nya saat Firda sedang menjalankan misi nya sendirian.


"Jadi kamu bekerja sama dengan Hito dan putri nya? Aku bahkan mengira pria tua itu sudah mati" kata Gabriel lirih.


"Itu semua salah ku, Sayang. Maafkan aku...." Gabriel kembali berkata lirih


"Dan aku sudah tahu pengkhianatan Gio, aku tahu dia ingin membunuh ku dan dia tahu aku juga ingin membunuh nya, tapi..." Gabriel menatap Firda dengan tatapan sayu, sementara Firda saat ini hanya bisa mengkerutkan kening nya karena bingung.


"Tapi dia mencintai mu, Firda" Gabriel berkata dengan menggeram, ia menahan perasaan cemburu yg membakar hati nya, kerutan di kening Firda semakin dalam saat mendengar hal itu

__ADS_1


"Dia sangat mencintai mu karena itu lah meskipun dia musuh ku, tapi dia tidak jadi menyakiti mu"


Firda masih tercengang mendengar penuturan Gabriel, sulit sekali ia percaya apa yg di katakan suami nya itu tapi ia tahu Gabriel tak punya alasan untuk berbohong.


"Karena itu lah aku membiarkan dia tetap tinggal bersama kita, asal kan dia tidak menyakiti mu, dan dia benar benar bisa melindungi mu karena perasaan cinta nya yg mungkin sama besar nya dengan perasaan cinta ku pada mu" tutur Gabriel lagi sementara Firda masih pada kebingungan nya, ia mencoba mencerna apa yg di sedang di sampaikan suami nya itu. Firda bahkan menahan nafas tanpa sadar, ini terlalu membingungkan bagi nya.


"Jadi... Maksud nya selama ini kalian tahu kalian adalah musuh?" tanya Firda setengah berbisik, Gabriel mengangguk "Jadi di belakang ku, kalian saling membenci?"


"Kami bahkan hampir saja saling membunuh saat itu, saat sweetie sakit. Jika saja kamu tidak menghubungi kami saat itu, mungkin salah satu dari kami benar benar terbunuh. Kami berpura pura tidak terjadi apa apa di antara kami, karena kami sama sama mencintai mu, Firda. Kami tidak mau kamu sedih, kecewa, dan takut pada kami, kami tidak mau membuat mu merasa di khianati lagi. Kami ingin kamu merasa semua nya baik baik saja" lanjut Gabriel dengan begitu lirih.


"Astagfirullah..." Firda mengusap wajah nya, ia masih terlalu shock dengan semua ini dan itu sangat sulit di terima oleh logika nya.


Rupa nya, mereka bertiga berada di balik topeng seolah mereka aman sementara ternyata mereka sama sama tahu siapa saja yg ada di balik topeng itu.


Gio mencintai nya? Kenapa? Bagaimana bisa?


Entahlah.


Tapi satu hal yg membuat Firda bersyukur, setidak nya Gabriel dan Gio masih memikirkan Firda, dimana tanpa mereka sadari, hal itu menyelamatkan nyawa mereka sendiri dan memberikan mereka alasan untuk tak membunuh.

__ADS_1


"Tapi apa yg membuat Gio sangat dendam pada mu, Bang Gabriel? Apa karena keluarga kalian memang bermusuhan?" tanya Firda.


"Bukan..." jawab Gabriel "Itu adalah dendam pribadi, karena... Karena aku telah membunuh kedua orang tua Gio dan kakak lelaki nya"


__ADS_2