Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 192 - Ning Firda Akan Melahirkan


__ADS_3

Gabriel serius dengan niatnya yang ingin membangun rumah sakit, ia sudah mengurus semua nya dan soal dana tentu itu hal mudah. Sekarang harta harta Gabriel memang menjadi milik bersama para anggota geng Mafia nya, namun siapa sangka, ternyata geng Mafia nya itu tidak benar benar ingin memiliki harta Gabriel, hanya nama mereka lah yang ada di atas kertas sebagai pemilik sebagian harta Gabriel. Gabriel yang mengetahui hal itu tentu sangat terkejut dan tidak menyangka.


"Bagaiamana bisa mereka tidak tertarik memiliki harta itu?" Gabriel bertanya tanya heran, dimana ayah kandung nya sendiri rela melakukan apapun hanya untuk harta.


"Karena mereka punya hati nurani dan akal yang sehat, Bos Gabriel bisa memberikan mereka harta, tapi harta tidak akan bisa memberikan mereka bos yang baik seperti Gabriel" kata Firda yang membuat Gabriel terkekeh.


Kandungan Firda sudah masuk usia 9 bulan, bahkan tak lama lagi ia akan melahirkan. Sementara proyek rumah sakit sudah mulai berjalan setelah ada beberapa warga yang dengan suka rela mewakafkan tanah mereka untuk di jadikan rumah sakit. Dan untuk dana pembangunan nya, Gio tentu akan campur tangan setelah Firda memberi tahu bahwa Gabriel akan membangun rumah sakit di desa.


Ah, Gio dimana ada dia pasti akan teringat pada Mini...


Dua pemuda itu masih sama, sibuk dengan dunia nya masing masing. Gio fokus pada pekerjaan nya yang kata Mini adalah kriminal, sementara Mini fokus menjalankan kuliah nya seperti dulu.


Namun komonikasi Gio dan Mini masih berjalan dengan lancar meskipun lancar juga perdebatan mereka tentang banyak hal, Gerry bahkan dengan sengaja selalu menggoda tuan muda nya itu, apa lagi terkadang ia sampai melibatkan Paman Ed.


"Tapi Gio terlalu muda untuk menikah, apa lagi dia pasti belum move on dari Firda" itulah Paman Ed saat Gerry mengatakan mungkin Gio cocok dengan Mini.


"Tapi ya terserah mereka, kalau memang jodoh tak akan kemana"


.........


"Bang, lagi ngapain?" tanya Firda yang melihat Gabriel sedang membuka tas besar yang ada di pojok kamar nya, tas itu berisi barang barang Firda untuk persiapan melahirkan dan Gabriel sudah mempersiapkan nya sejak dua minggu yang lalu.


"Ngecek barang, takut nya ada yang belum di siapin" jawab Gabriel yang membuat Firda tidak tahu apakah harus tertawa atau harus meringis, karena setiap hari Gabriel selalu mengecek isi tas nya itu dan setiap kali Firda bertanya , Gabriel akan memberikan jawaban yang sama.


"Setiap hari kamu cek tas itu lho, Bang. Pasti sudah lengkap lah isi nya" kata Firda sembari menjatuhkan bokong nya di tepi ranjang, ia menghela nafas lesu. Padahal sudah beberapa hari ini ia tidak melakukan apapun, namun karena kehamilan nya yang besar membuat dia cepat lelah.


"Ya takut nya ada yang kurang.." kata Gabriel kemudian menutup tas itu lagi, ia pun naik ke atas ranjang yang besar nan empuk itu. Gabriel sudah mengganti ranjang di kamar Firda dengan ranjang yang jauh lebih besar dan lebih empuk, bukan hanya ranjang Firda tapi semua ranjang yang ada di kamar rumah itu di ganti nya dengan ranjang mahal dengan kualitas tinggi. Kecuali ranjang sang Kakek dan Nenek yang tak mau di ganti, karena kata nya ranjang itu lamaran dari Kakek dan juga di atas ranjang itulah mereka membuat adonan anak anak mereka.

__ADS_1


"Sini, rebahan..." Gabriel menepuk paha nya dan Firda pun dengan perlahan merebahkan kepala nya di atas pangkuan sang suami. Kehamilan adalah masa masa yang begitu sulit bagi setiap wanita, namun masa masa itu juga menjadi masa masa penuh pahala dan juga indah. Begitu juga dengan Firda, di usia yang masih sangat muda ia harus mengalami banyak hal, termasuk mengandung yang benar benar menyiksa nya. Untuk tidur saja ia tidak bisa nyenyak seperti sebelum nya, miring susah, terlentang susah, belum lagi kalau anak dalam perut nya itu tiba tiba menendang yang menimbulkan senasi sakit secara tiba tiba.


"Anak Daddy lagi apa di sana?" tanya Gabriel sembari mengusap perut Firda dan secara beramaan anak nya itu bergerak yang membuat Gabriel tertawa senang. Ini juga menjadi sesuatu yang baru bagi Gabriel, ia selalu suka menyentuh perut Firda apa lagi kalau anak dalam perut istri nya itu bergerak, menimbulkan sensasi hangat dalam hati Gabriel.


"Hem, sepertinya anak Daddy sedang sibuk di dalam ya" kata Gabriel yang langsung membuat Firda tertawa.


"Sibuk latihan tinju kali ya, Bang" kata Firda asal.


"Bisa jadi, dia gerak... Dia gerak.." kata Gabriel antusias saat kembali merasakan pergerakan anak nya.


"Antusias banget sih, Bang. Seperti baru pertama kali merasakan pergerakan bayi saja" kata Firda. Gabriel memang selalu merasa kegirangan saat anak nya bergerak padahal setiap hari Gabriel merasakan nya, apa lagi sebelum kedua nya tertidur. Gabriel akan berlama lama mengusap perut Firda dan mengajak bayi nya itu mengobrol, bahkan sering Firda sampai tertidur tapi Gabriel masih sibuk mengusap perut Firda dan berbicara dengan bayi di dalam nya.


"Memang rasa nya selalu seperti pertama kali, Sayang" kata Gabriel kemudian ia menunduk dan mengecup kening sang istri.


"Terima kasih ya, kamu membuat ku merasa menjadi pria paling sempurna di dunia ini. Sekarang aku tahu bagaiamana rasa nya menjadi ayah, menjadi suami bahkan menjadi menantu dan anak" lirih nya yang membuat Firda tersenyum.


"Kamu terlalu banyak mengucapkan terima kasih, Bang" lirih Firda sambil terkekeh dan Gabriel pun ikut terkekeh.


...


Firda mencuci botol nya di kran namun tiba tiba ia mengerang kesakitan sambil memegang perut nya. Firda berpegangan ke pinggiran wastafel dan ia langsung berteriak memanggil suami nya.


"Bang Gabriel..." teriak nya.


Gabriel yang mendengar teriakan Firda dari dapur langsung berlari ke dapur dan ia melihat Firda yang sudah kesakitan.


"Sayang..." teriak Gabriel cemas, ia langsung menggendong Firda dan Gabriel pun berteriak memanggil semua orang di rumah itu.

__ADS_1


"Kakek..."


"Nenek..."


"Abi...."


"Ummi...."


"Om...."


"Tante..."


"Firda mau melahirkan!!!" Gabriel berteriak sambil berjalan keluar menuju mobil nya.


Semua orang yang masih ada di kamar nya pun langsung keluar dan berlari mengejar Gabriel yang kini sudah memasukan Firda ke dalam mobil.


"Kita kerumah sakit sekarang..." kata Abi Farhan dan ia pun langsung masuk ke dalam mobil, ia duduk di belakang dan Ummi Aisyah segera menyusul. Gabriel pun duduk di kursi kemudi dan langsung melajukan mobil nya tanpa fikir panjang.


Om Tante dan juga Kakek Nenek menyusul di mobil belakang.


Gabriel melajukan mobil nya dengan gugup apa lagi setiap kali ia melirik Firda dari spion, Firda tampak begitu kesakitan dan terus mengerang lirih.


"Sabar ya, Sayang..." kata Gabriel dan ia mempercepat laju mobil nya.


"Bismillah, Nak. Semoga kamu melahirkan dengan selamat" kata Ummi Aisyah yang memegang tangan Firda, sementara tangan yang lain mengusap keringat dingin yang memabasahi kening Firda.


"Tarik nafas, Sayang..." kata Abi Farhan dan Firda pun melakukan nya "Sekarang hembuskan..." kata Abi Farhan lagi namun seperti nya itu tidak mengurangi rasa sakit Firda. Perut nya terasa sakit, perih, mules, dan tanpa sadar Firda sampai meneteskan air mata nya menahan semua rasa sakit itu, rasa sakit yang tak pernah Firda bayangkan apa lagi rasakan sebelum nya.

__ADS_1


Gabriel yang melihat itu juga meneteskan air mata nya, ia tidak merasakan sakit nya karena akan melahirkan tapi ia tidak tega melihat istri nya yang benar benar kesakitan.


"Jangan nangis, fokus nyetir..." seru Ummi Aisyah yang melihat Gabriel menangis.


__ADS_2