Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 227 - Harga Cinta


__ADS_3

"Jadi nanti kita berangkat ke Jakarta bersama, Daddy?" pekik Micheal senang saat Gabriel memberi tahu nya bahwa mereka akan menghadiri pernikahan Gio dan Mini.


"Iya" jawab Gabriel.


"Wah, adik Lora nya di bawa, Daddy?" tanya Micheal lagi.


"Iya"


"Memang nya boleh bayi naik pesawat, Daddy?"


"Boleh"


"Asyik, nanti Mickey bawa Adik Lora nya main ya, terus belanja mainan, belanja cokelat, permen, baju, terus emmmm apa lagi yaaa...." Gabriel hanya terkekeh melihat putra nya yang benar benar antusias itu.


"Inysa Allah, asal adik Lora nya sehat, nanti kalian bisa belanja" jawab Gabriel.


"Horreeee... Adik Lora ke kota juga" Micheal melompat girang dan ia pun langsung berlari keluar kamar untuk menyebarkan berita ini, sementara Gabriel hanya bisa geleng geleng kepala.


Sementara itu, Firda dan Jibril saat ini sedang duduk berjemur di halaman rumah mereka. Walaupun sebenarnya Firda merasa khawatir jika harus melakukan penerbangan bersama bayi nya, namun Gabriel meyakinkan bahwa semua nya akan baik baik saja. Apa lagi mereka tidak naik pesawat biasa, tidak perlu berdesakan maupun terlibat keramaian.


"Untung saja Daddy mu itu kaya ya, Jay. Jadi kemana mena tuh enak, gampang, engga ribet. Engga perlu pesan tiket kalau kata Micheal" gumam Firda dan seolah mengerti apa yang di katakan Firda, putra nya itu tertawa.


"Ning Firda..." tetangga yang juga baru punya bayi datang dan ikut berjemur bersama Firda. Bayi yang di gendong nya itu berusia tiga bulan, seorang anak perempuan yang sangat cantik.


"Assalamualaikum, Arini...." sapa Firda sembari mencubit gemas bayi bernama Arini itu, pipi nya gembul seperti bakpao.


"Waalaikum salam, adik Jibril..." kata sang Ibu mewakili putra nya.


"Lora Jibril tidak rewel ya, Ning? Enak lho" lanjut wanita bernama Mita itu.


"Alhamdulillah kalau siang tidak rewel, Mbak. Tapi kalau malam, duh, Firda sampai tidak bisa tidur" jawab Firda sambil terkekeh.


"Haha, sama, Ning. Apa lagi kita masih Ibu baru ya, kadang masih takut, masih gugup, terus meskipun anak tidak rewel, tetap tidak bisa tidur takut dia bangun, takut dia rewel"

__ADS_1


"Bener lho, Mbak Mita" jawab Firda dan kedua nya pun tertawa.


"Mommy..." terdengar teriakan nyaring Micheal dari dalam rumah.


"Mommy..." ia kembali berteriak


"Anak itu selalu saja berteriak, dan tidak akan berhenti berteriak sampai dia berdiri tepat di depan yang dia panggil" ucap Firda pada Mita.


"Nama nya juga anak anak, Ning. Tapi dia benar benar tampan lho, aku saja sangat gemas, pengen rasa nya mau aku bawa pulang" kata Mita yang membuat Firda langsung tertawa.


"Tampan sih, Mbak. Tapi bikin pusing, apa lagi dia pernah nanya kapan bisa pergi ke Surga. Masak iya harus di jawab setelah mati, bisa bisa dia ngajak mati"


"Aduh, amit amit... Pertanyaan anak kecil memang konyol ya..."


"Mommy..." teriak Micheal lagi yang kini sudah ada di hadapan Firda "Aduh, ada bayi lagi" celetuk nya saat melihat Arini yang di gendong mata.


"Iya, nama nya Arini, cantik kan..." kata Firda dan Micheal langsung mengangguk dengan tatapan yang berbinar.


Bayi bernama Arini itu memang sangat cantik, apa lagi mata nya bulat dan besar dan besar seperti boneka. Dan tentu saja Micheal sangat menyukai bayi bak boneka ini.


"Eitz, jangan di cubit ya. Nanti nangis lho" Firda memperingatkan.


"Kalau di cium, boleh?" tanya Micheal dan ia menatap Arini dengan sangat gemas.


"Boleh, di pipi nya sini..." kata Mita dan Micheal pun mencium pipi Arini itu.


"Nah, tidak nangis. Berarti lain kali jangan di cubit ya, Mommy. Di cium saja" kata Micheal yang membuat Mita dan Firda tertawa.


"Iya, tapi kalau sudah besar, jangan cium lagi" kata Firda.


"Kenapa?" Firda menepuk jidat nya, ia lupa kalau seharusnya ia tidak menjelaskan apapun pada Micheal kecuali Michael sendiri yang bertanya.


"Ya karena tidak boleh laki-laki mencium perempuan yang bukan saudara" jawab Mita.

__ADS_1


"Tapi Daddy mencium Mommy, padahal Mommy bukan saudara nya Daddy" jawab Micheal yang membuat Mita terkekeh.


"Ya karena Daddy dan Mommy itu sudah menikah, mereka suami istri" kata Mita lagi.


"Kalau begitu aku akan menikah sama adik Arini biar boleh cium" ucap Micheal yang membuat Firda dan Mita tertawa.


"Ada ada saja kamu ini" kata Mita yang masih tertawa, merasa gemas sendiri dengan putra tiri Ning Firda nya ini.


"Oh ya, Mommy. Kalau arti nama Micheal kan malaikat, terus kalau arti nama Arini apa?" tanya Micheal yang jiwa penasaran nya kembali muncul.


"Nama nya Arini Kamalia, artinya lihatlah aku dengan sempurna" kata Firda karena memang nama panjangnya Arini adalah Arini Kamalia.


"Wah, dia memang sempurna. Cantik, seperti boneka"


..........


Gerry mengirimkan undangan pernikahan Tuan muda nya pada beberapa relasi nya yang terpercaya dan terdekat, dan mereka semua hampir tak percaya bahwa seorang Gio Glatzel akan menikah di usia yang sangat muda. Apa lagi ketika tahu siapa calon istri nya yang bernama Rukmini, hanya seorang mahasiswi biasa dan latar belakang keluarga nya tak jelas. Ada yang mengira pernikahan mereka karena urusan bisnis, ada juga yang mengira Mini adalah putri dari musuh yang berhasil Gio taklukan. Sebagaimana jika sebuah kerajaan di taklukan oleh raja lain maka tuan putri mereka akan termasuk menjadi rampasan.


Sementara Mini, saat ini ia sudah di boyong oleh Gio dan tinggal di rumah nya, bukan di rumah yang ada di kota melainkan yang ada di pulau, dimana dulu Gio menyembunyikan Firda di sana dan itu Gio lakukan demi kebaikan Mini. Saat berita pernikahan mereka tersebar, maka musuh musuh Gio pasti akan mencari tahu siapa Mini dan mereka bisa menggunakan Mini untuk menyerang Gio.


"Huf, Tuhan... Baru jadi calon istri saja aku sudah seperti di penjara" gerutu Mini sembari berjalan ke dapur guna mencari sesuatu yang bisa ia makan.


Dapur di sana sangat besar, dan tidak ada satu pun yang kurang di sana. Mini bisa memakan apa saja yang Mini mau, namun masalah nya Mini bukan ingin kehidupan yang mewah dan semua serba ada. Mini hanya ingin hidup bebas dan normal.


"Memang ya, cinta itu semahal ini ternyata. Demi cinta aku jadi begini, rela di kurung di pulau, rela tak berkomonikasi dengan teman..." ia masih menggerutu sembari menikmati sebatang cokelat yang ia ambil dari kulkas.


Tanpa Mini sadari, Gio sejak tadi mendengarkan gerutuan Mini dan Gio tentu tersenyum senang mendengar kata cinta dari bibir Mini. Karena sampai detik ini, Mini masih enggan mengungkapkan cinta nya pada Gio.


"Jadi ini harga cinta menurut mu?" tanya Gio yang membuat Mini langsung terlonjak kaget.


...💞💞...


... Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?...

__ADS_1


...Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan, yang tak lain adalah bos nya....


...Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘...


__ADS_2