Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
120 - Pelarian Firda


__ADS_3

Firda sampai di sebuah bangunan yg tinggi dan besar. Seseorang membuka pintu gerbang nya dan mempersilahkan Firda masuk.


Tempat ini begitu asing bagi Firda, begitu juga dengan para pria yg bertubuh tinggi besar dengan pakaian nya yg serba hitam dan senjata di tangan mereka.


Firda terus menjalankan mobil nya hingga seseorang menghentikan nya.


Tentu mereka tahu siapa yg datang, Gabriel telah mengatur semua nya.


Orang itu membukakan pintu untuk Firda dan untuk Mini.


Firda melangkah keluar dengan ragu, dan saat ia keluar, semua orang menunduk hormat pada nya.


Mini dan Firda sama sama hanya bisa celingukan, sementara Micheal tertidur dalam gendongan Mini, mungkin anak itu merasa kelelahan.


"Lewat sini, Nyonya..." salah seorang pria mengarahkan Firda untuk menuju pada sebuah ruangan yg cukup jauh dari pintu masuk tadi.


Firda dan Mini berjalan sembari berpegangan tangan, karena jujur saja kedua nya merasa begitu gugup berada di tempat asing seperti itu.


Firda di bawa masuk ke dalam sebuah ruangan dan di sana ada seorang pria yg juga bertubuh tinggi besar, ia berpenampilan sangat rapi.


"Nyonya Emerson, selamat datang..." pria itu mempersilahkan Firda dan Mini duduk di sebuah sofa yg berbentuk setengah lingkaran.


"Maafkan aku, aku membutuhkan foto anda..." pria itu berkata pada Mini.


"Kita butuh passport, Min..." ujar Firda melihat Mini yg tampak kebingungan.


"Tapi aku sudah punya passport..." jawab Mini.


"Kita butuh wajah dan nama palsu, ini untuk jaga jaga..." jawab Firda.


..."Aku tidak tahu siapa saja musuh ku, bisa jadi John palsu itu memiliki sekutu di luar sana. Dan mereka bisa menargetkan orang orang di sekitar ku untuk memancing ku, karena itu lah, kamu harus pergi dengan penerbangan biasa. Dengan identitas yg berbeda. Seolah kau bukan siapa siapa... "...


Firda hanya bisa menghela nafas berat mengingat kembali wejangan suaminya itu, ia memegang perut nya dan Firda sangat takut terjadi sesuatu dengan bayi nya karena itu lah ia setuju untuk pergi ke luar negeri, namun ia juga sangat mengkhawatirkan Gabriel.


Setelah mengambil foto Mini, pria itu beraksi dan membuat kan identitas palsu untuk Mini. Sementara untuk Firda dan Micheal sudah hampir selesai.

__ADS_1


Tentu passport dan visa palsu yg mereka siapkan. Itu lah salah satu keahlian para mafia. Dengan uang dan gertakan senjata, mereka dengan mudah menguasai apa saja.


Kemudian Firda dan Mini di antar ke sebuah kamar, Mini yg selama ini tinggal di kos kosan tercengang melihat megah nya kamar itu dengan lampu kristal tepat di tengah ruangan.


Waktu sudah memasuki tengah malam, mereka hanya punya sedikit waktu untuk beristirahat sebelum besok harus melakukan penerbangan mereka.


Mini menidurkan Micheal di tengah ranjang, namun ia dan Firda hanya bisa duduk termenung di tepi ranjang.


"Aneh..." ujar Mini kemudian "Kamar ini sangat besar, megah, ranjang nya juga empuk. Tapi... Aku tetap tidak merasa nyaman apa lagi senang"


Firda tersenyum kecut mendengar ucapan Mini itu.


"Istirahat lah, Min..."


"Bagaiamana dengan mu, Nyonya... ?"


"Firda, Min. Firda saja..." sela Firda yg membuat Mini tersenyum samar.


"Kau yg harus istirahat, Firda. Apa lagi kau sedang hamil..." ujar Mini. Firda kembali memegang perut nya, satu kristal bening kembali menyelinap keluar begitu saja dari sudut mata nya.


"Aku tidak tahu kenapa harus aku yg ada dalam situasi ini, kenapa harus aku..." Firda memeluk lutut nya sendiri dan menenggelamkan wajah nya di lutut nya. Firda kembali menangis namun ia berusaha meredam suara tangis nya agar tidak mengganggu Micheal yg sedang tertidur.


Mini merangkak dan menghampiri Firda, ia mengusap punggung nya dengan lembut.


"Mungkin karena cuma kamu yg mampu melewati semua ini, cuma kamu yg kuat menghadapi semua ini" lirih Mini dan ia juga tak bisa membendung air matanya.


"Tapi aku tidak kuat, Min..." lirih nya dan satu isak tangis lolos dari bibir Firda. Micheal yg tertidur perlahan terbangun dan ia melihat Tante cantik nya yg menangis.


Micheal duduk dan merangkak menghampiri Firda, ia memegang kepala Firda dengan tangan mungil nya membuat Firda langsung mengangkat wajah nya. Kedua mata nya yg sembab menatap Micheal dengan sendu.


"Tante jangan menangis ya..." ujar Micheal dengan suara kecil nya yg begitu lucu "Mickey percaya, Tante cantik tidak bohong. Besok kita ketemu Mommy..." ucap nya lagi yg membuat tangis Firda justru semakin pecah. Ia langsung merengkuh bocah kecil itu dan melepaskan tangis nya.


Mini pun merengkuh Firda dan ia ikut menangis, hingga perlahan tangis Firda mereda. Kemudian ia meminta Mini dan Micheal untuk tidur. Sementara Firda juga sudah berusaha tidur namun tidak bisa.


Hingga saat pagi menjelang, terdengar suara ketukan di pintu.

__ADS_1


Firda membuka pintu nya dan datang dua orang perempuan yg juga bertubuh tinggi dan besar. Rambut nya di potong seperti laki laki.


"Kami harus mempersiapkan Anda untuk penerbangan anda Nyonya..."


.........


Dan di sinilah Firda, Mini dan Micheal sekarang. Firda masih sama dengan penyamaran nya sebelum nya, ia mengenakan cadar. Namun di balik cadar itu, ia di rias sedemikian rupa hingga tak kan ada yg mengenali nya. Bahkan Firda sendiri merasa pangling saat ia menatap cermin.


Sementara Mini yg sebelum nya berpenampilan metal, kini berpenampilan sangat feminim. Ia yg awal nya berrambut pendek, ikal dan hitam, kini ia berambut panjang lurus, pirang dan di berikan sebuah gaun yg begitu tampak girlie. Jangan lupakan lipstik nya yg merah menyala. Baik Firda maupun Mini menggunakan lensa mata dengan warna yg berbeda dari warna asli bola mata mereka.


Dan Micheal, ia di dandani seperti anak perempuan bahkan memakai pakaian perempuan.


Awal nya Firda menolak Micheal di dandani seperti itu namun wanita itu mengatakan demi keamanan Micheal sendiri dan lagi pula penyamaran itu hanya selama dalam perjalanan.


Firda di antar menggunakan sebuah mobil ke bandara, ada beberapa orang yg mengawal mereka namun tidak terlalu mencolok. Karena sebagian menggunakan mobil taksi, sebagian menggunakan sepeda motor dan sebagian lagi menggunakan mobil pribadi.


Firda begitu gugup, begitu juga dengan Mini. Namun kedua nya sama sama saling menguatkan.


.........


Gabriel berusaha mencari tahu sekutu Edwards yg tersembunyi, karena mereka bisa sangat berbahaya bagi Gabriel terutama pada istri dan putra nya.


Sementara Frank dan Angeline terlibat pertengkaran setelah Angeline mendapati fakta bahwa selama ini Frank bekerja sama dengan Edward dan menjadi mata mata nya.


Dan Frank melakukan semua itu hanya demi sebuah materi.


"Kamu menjual anak ku hanya demi uang?" pekik Angeline.


"Apa maksud mu menjual, Angel?" tanya Frank dengan suara lantang nya "Aku hanya ingin memberikan hak pada Micheal sebagai ahli waris dari kekayaan ayah nya..."


"Aku tidak mau kekayaan mereka..." seru Angeline.


"Aku hanya ingin hidup normal, aku tidak mau putra ku hidup dalam kekerasan..."


"Aku bahkan meninggalkan pria yg paling aku cintai demi anak ku, agar anak ku tidak menjadi seperti ayah nya..."

__ADS_1


"Tapi kamu malah melempar anak ku pada mereka lagi..."


__ADS_2