Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 166 - Fighting


__ADS_3

Firda begitu bingung harus bagaimana sekarang, turun dan memberi tahu Gabriel atau tetap di mobil seperti perintah Gabriel.. Sementara Angeline sudah memutuskan panggilan telfon nya setelah marah marah dan Firda tak bisa mengatakan apapun.


Firda memperhatikan orang orang yang menghalangi mereka itu, mereka begitu asing baginya.


Sementara di luar mobil, mereka masih bernegosiasi. Karena mereka sadar, tak mungkin mereka menarik pelatuk mereka sementara mereka sama sama saling menodongkan senjata. Mereka harus jeli dan mendapatkan kesempatan yang tepat.


"Urusan mu dengan ku, aku akan datang pada bos kalian. Jadi sekarang pergilah dengan damai" seru Gabriel kemudian pada Edward.


"Kami hanya akan pergi, jika kau, istri mu dan putra mu ikut bersama kami. Maka, akan aku biarkan sisa keluarga mu ini pergi dengan damai" kata Edward dengan sombong nya yang tentu saja membuat Gabriel begitu geram.


"Kau tidak mau?" tanya Edward kemudian dan secara tiba tiba..


Dor...


"Mini..." teriak Firda dari dalam mobil karena Edward menembak tepat di perut Mini.


"Agghhh..." Mini terpental ke belakang dan mengerang sakit, perut nya berdarah, semua orang menjadi panik. Abi Farhan langsung menolong Mini, ia menekan luka nya. Gabriel terlihat sangat marah melihat hal itu, Edward hendak menembak nya namun Gabriel dengan gerakan gesit langsung memelintir tangan Edward dan menjatuhkan senjata nya. Gio dan Gerry pun melawan ketiga anak buah Edward, mereka sama sama membuang senjata mereka dan bertarung dengan tangan kosong.


Abi Farhan membawa Mini ke dalam mobil, sementara Firda yang melihat para musuh sibuk bertarung, ia mengambil kesempatan itu untuk menyelinap keluar dari mobil dan pergi ke mobil Abi nya bersama Micheal.


Pertarungan sengit antara Gabriel dan Ayah kandung nya pun masih terjadi, mereka saling menghantam, saling menendang, dan sama sama mencoba bertahan sekuat tenaga.


"Abi, Abi pulang ya, bawa Mini ke rumah sakit. Dia bisa kehilangan banyak darah, Bi" kata Firda dengan suara bergetar. Tangan nya juga bergetar saat mencoba menahan luka Mini, sementara Mini sudah kehilangan setengah kesadaran nya sekarang.

__ADS_1


"Min, kamu harus tetap sadar" pinta Firda yang sudah hampir menangis. Sesekali ia melihat keluar mobil dan suami nya masih berkelahi dengan orang asing itu.


"Dengar, Firda..." Abi nya berseru tegas "Yang harus pergi itu kamu, Nak" kata Abi Farhan dengan suara yang tercekat "Biar Abi yang membantu suami mu, kamu harus pergi dan harus selamat"


"Abi..." Firda menatap nanar ayah nya itu "Firda..." suara Firda begitu bergetar apa lagi saat mengingat ayah nya yang lembut tadi memegang senjata "Firda tidak mau tangan Abi mengangkat senjata"


"Sudah kewajiban seorang ayah melindungi putri nya, kamu satu satu nya putri kami, Firda. Kamu yang harus pergi dan harus selamat"


"Firda mohon, Bi..." lirih Firda dengan berderai air mata.


Sementara itu, Gio berhasil menumbangkan satu anak buah Edward dengan cara memelintir kepala nya.


Hal itu membuat dua yang lain nya geram, mereka mengambil pisau lipat yang mereka selipkan di sepatu mereka.


Gio dan Gerry pun juga mengambil pisau lipat yang memang selalu mereka bawa kemana pun. Kini pertarungan seimbang, satu lawan satu.


Sekarang, Gabriel menarik kerah baju Edward dan menendang perut nya dengan sekuat tenaga sehingga Edward langsung tersungkur ke tanah, ia mengerang kesakitan karena punggung nya terkena batu.


"Pergi sekarang! Nyawa mu akan selamat!" desis Gabriel kemudian ia meludah kesamping, ludah nya terlihat sudah bercampur dengan darah. Bibir nya robek, pipi nya sudah memar dimana mana.


Sementara itu, Edward diam diam meraih batu di bawah punggung nya.


"Aku tidak akan pergi tanpa kepala mu dan kepala istri mu!" desis Edward tajam. Gabriel yang mendengar itu langsung berfikir cepat karena terlihat pria ini sangat membenci diri nya terutama Firda, padahal Firda tidak pernah punya musuh. dan otak cerdas nya sudah menemukan jawaban sekarang.

__ADS_1


"Jadi kau sendiri bosnya, Daddy?" desis Gabriel yang membuat pupil mata Edward melebar, ini sungguh kejutan bagi nya karena Gabriel bisa mengetahui identitas diri nya sendiri mudah.


Gio dan Gerry masih sibuk melawan musuh mereka masing masing, tangan Gerry terluka karena musuh berhasil menyayat nya. Namun itu hanya luka kecil bagi Gerry, ia dan musuh musuh nya sama sama berbadan tinggi besar, Gerry langsung menghantam musuh nya itu dengan tubuh nya sampai mereka terlempar ke sawah, mereka bergelut di sana. Saling mengadu kekuatan.


Gio juga bertahan mati matian dari serangan musuh, apa lagi tubuh nya yang lebih kecil dari musuh membuat musuh dengan mudah melempar nya. Saat Gio tersungkuar ke tanah, Gio mengambil lumpur dan melempar nya ke mata musuh, saat musuh mengerang kesakitan sambil mengucek mata nya, Gio gunakan kesempatan itu untuk menyayat leher nya namun itu tak membunuh nya, tubuh pria itu tinggi dan besar, sehingga Gio hanya bisa menyayat di bagian leher kanan nya. Apa yang Gio lakukan itu membuat musuh marah, dan ia berusaha menghabisi Gio.


Gabriel melangkah dan hendak menghajar Edward lagi namun Edward langsung memukul kepala Gabriel dengan batu, Gabriel langsung terpukul mundur dan kepala nya langsung mengalirkan darah segar. Gabriel mengerang kesakitan sambil menekan luka nya itu dan kesempatan itu tidak di sia siakan sedikitpun oleh Edward, ia mengambil pisau yang ia selipkan di kaos kaki nya dan langsung menusukan nya ke perut Gabriel.


Bersamaan dengan itu kembali terdengar suara tembakan, membuat yang lain terkejut karena tak ada yang memegang senjata.


Dan mereka semakin terkejut saat melihat Edward tiba tiba tumbang dengan luka tembakan di dada kiri nya.


Mereka melihat Firda yang sudah memegang senjata yang masih mengepulkan asap, bersamaan dengan itu kembali terdengar suara helikopter yang begitu dekat dan di susul dengan suara tembakan berkali kali.


Anak buah Gabriel datang sedikit terlambat namun mereka sudah melumpuhkan kedua anak buah Edward.


Firda segera berlari ke arah Gabriel yang kini mengerang kesakitan, sementara Edward yang masih sadar tersenyum miring sembari melirik mobil Abi Farhan yang kini sudah berjalan, tiba tiba ia mengambil sesuatu dari saku celana nya dan menekan nya. Di detik selanjut nya, Edward sudah menutup mata nya.


Sementara Firda dan Gabriel yang melihat itu langsung menyadari bahaya yang mengincar Abi Farhan, Mickey dan Mini.


"TIDAK...." teriak Firda kemudian, ia segera berlari sekuat tenaga mengejar mobil Abi nya.


"ABI... Keluar dari mobil...." teriak Firda sambil menangis histeris.

__ADS_1


Gio, Gerry dan Gabriel juga mengejar Firda. Gabriel bahkan tidak perduli dengan luka di perut nya yang masih meneteskan darah.


Helikopter Gabriel pun juga terbang ke atas mobil Abi Farhan untuk menyelamatkan Abi Farhan. Karena ada bom yang di pasang di mobil itu.


__ADS_2