
Firda segera pergi ke depan untuk menyambut suami nya, tentu setelah permisi pada ketiga tamu nya.
Dan tak lama kemudian, mobil Gabriel datang dan berhenti di depan rumah nya.
Senyum lebar Firda sudah tercetak sejak tadi, dan senyum nya semakin lebar saat melihat Gabriel turun dari mobil dengan menggendong Micheal.
Firda berlari lari kecil menghampiri sang suami dan anak tiri nya itu, Firda langsung memeluk Gabriel dan Micheal.
"Mickey sayang, apa kabar?" tanya Firda lembut, namun Micheal tidak menjawab nya, ia menelusupkan wajah nya ke leher Gabriel.
"Mungkin dia lelah..." kata Gabriel sambil tersenyum, ia menarik tengkuk Firda dan mengecup bibir Firda tanpa fikir panjang. Membuat Firda melotot terkejut, dan untung nya si Mickey pun masih menyembunyikan wajah nya di leher ayah nya sehingga ia tak melihat kelakuan Ayah nya itu.
"Bang, tidak bisa sabar apa..." gerutu Firda setengah berbisik.
"Tidak tahan, sudah kangen..." kata Gabriel. Ia merangkul pinggang istri nya dan kedua nya melangkah masuk bersama.
Sontak seluruh keluarga Firda langsung berdiri saat melihat kedatangan Gabriel, bukan untuk menyambut Gabriel, melainkan untuk menyambut anak Gabriel, yang otomatis menjadi anak Firda dan cucu mereka.
Sementara Gio, ia hanya bisa mendelik pada Don Mafia satu itu.
"Ini pasti yang nama nya Micheal ya..." seru sang Kakek hendak menyentuh Micheal namun Micheal menepis tangan nya, karena ia masih malu dan bagi Micheal mereka semua adalah orang asing.
"Sayang, jangan seperti itu..." kata Gabriel lembut, ia membelai kepala anak nya sembari berjongkok sebelum akhir nya menurunkan nya ke lantai. Namun Micheal tak mau, ia melingkarkan kedua lengan kecil nya itu ke leher Gabriel dengan begitu erat. Wajah nya masih ia sembunyikan di leher sang ayah.
__ADS_1
"Mickey..." Firda menyentuh tangan Micheal dengan lembut, ia jongkok di belakang Gabriel dan Micheal mengintip nya dari pundak sang Ayah. Membuat Firda tersenyum manis "Jangan takut, itu Kakek Mickey..." kata Firda masih dengan begitu lembut.
Micheal menampilkan ekspresi malu, takut dan mungkin tak nyaman apa lagi ada banyak orang di sana.
Mini yang melihat itu segera menghampiri Micheal dan ia berharap Micheal masih ingat pada nya, karena selain Gabriel, hanya Firda dan Mini lah yang pernah bertemu Micheal.
"Hai, Mickey..." sapa Mini, Micheal langsung menatap Firda dan Mini bergantian "Mau main game?" tanya Mini kemudian.
Micheal langsung menjauhkan wajah nya dari leher Gabriel namun ia masih belum melepaskan lingkaran lengan nya di leher Gabriel, Micheal menatap Gabriel dengan tatapan sendu.
Padahal, tadi Micheal begitu antusias untuk bertemu dengan Firda dan liburan di desa ini. Tak hanya itu, Gabriel juga memberi tahu Micheal kalau ada banyak orang di keluarga Mommy Cantik nya, dan mereka semua pasti akan menyukai kehadiran Micheal, membuat Micheal semakin antusias. Namun saat berhadapan langsung dengan mereka semua, nyali Micheal langsung menciut.
"Daddy..." Micheal berbisik pada Gabriel, membuat Gabriel terkekeh.
"Jangan malu sama Oma..." seru Nenek nya Firda, ia kemudian menyelipkan kedua tangan nya di ketiak Micheal dan mengangkat Micheal ke gendongan nya. Hal itu tentu membuat Micheal tak berkutik, ia masih terlihat sedikit malu, tak nyaman dan mungkin juga takut. Yang lain nya pun juga kembali ke tempat duduk nya masing masing, termasuk Gabriel dan Firda yang duduk di bagian pinggiran sofa.
"Kenapa? Kok diam?" tanya Nenek saat melihat Micheal hanya menunduk dalam.
"Sepertinya dia tipe pria pemalu..." kata Gio yang membuat Gabriel mendelik.
"Nama nya juga anak anak yang baru bertemu dengan orang asing, bukan nya pemalu, cuma masih tidak nyaman..." protes nya panjang lebar yang membuat Firda terkekeh, sementara Gio mencebikan bibir nya.
"Micheal mau makan?" tanya sang kakek sembari mencoba sekali lagi menggapai tangan Micheal, dan kali ini Micheal membiarkan nya. Ia mendongak perlahan, tatapan nya langsung bertemu dengan tatapan Kakek Firda yang menatap nya dengan lembut dan senyum lebar tersungging di bibir tipis nya. Tiba tiba tangan nya terulur dan menyentuh rambut pendek sang Kakek yang kian memutih karena di makan usia.
__ADS_1
"Rambut nya putih, apa Opa orang luar negeri?" tanya Micheal tiba tiba yang membuat semua orang langsung tertawa, tak terkecuali Gabriel dan Gio.
"Ini putih karena Opa sudah tua, sudah menjadi seorang Opa" ujar sang Kakek dan Micheal mengangguk anggukan kepala nya seolah mengerti.
"Mau kenalan dulu, tidak?" tanya Abi Farhan lembut. Ia mengulurkan tangga nya pada Micheal dan dengan malu malu Micheal menyambut nya, membuat Abi Farhan tampak sangat gemas.
"Aku Abi nya Mommy Firda, panggil saja Aku Kenda, Kakek muda" kata Abi Farhan yang membuat Gabriel dan yang lain nya terkekeh. Dan memang Abi Farhan masih terlihat sangat muda, usia nya baru 42 tahun.
"Ini Nenda, Nenda. Nenek muda..." gantian Ummi Aisyah yang bersalaman, kemudian di lanjutkan dengan Om dan Tante Firda, Gio dan Gerry bahkan ikut ikutan.
Sekarang Micheal tampak lebih nyaman berada di antara mereka, ia masih sedikit terlihat malu malu namun sudah bisa tersenyum lebar. Apa lagi ketika Oma dan Opa nya mengajak nya bercanda ria, seolah mereka merindukan ada nya anak anak di tengah keluarga mereka.
Gabriel sudah menyangka, Micheal akan di sambut hangat oleh keluarga Ibu tiri nya, karena itulah Gabriel membujuk Micheal supaya ikut pergi ke desa dan tinggal beberapa hari dengan Firda dan keluarga nya, supaya Micheal tahu bahwa Mommy Cantik nya tidak seperti apa yang di katakan Mommy kandung nya. Dan Gabriel juga tak membawa suster nya Micheal, karena Gabriel ingin Angeline tahu, Firda dan diri nya sangat bisa merawat Micheal dengan baik. Walaupun awalnya Angeline meminta Gabriel membawa Suster nya Michael, namun Gabriel menolak.
"Malam ini tidur sama Oma dan Opa ya, mau tidak?" tanya Oma tiba tiba. Micheal melirik Ayah nya, seolah takut menjawab. Gabriel tersenyum.
"Kalau Micheal mau tidur sama Oma dan Opa tidak apa apa, asal jangan ngompol ya. Dan jangan rewel" tegas Gabriel.
Micheal masih tampak ragu, mereka masih sangat asing bagi nya.
"Ya sudah, nanti tidur sama Mommy Cantik saja..." ujar Firda dan Micheal langsung tersenyum lebar sambil mengangguk berkali kali. Ia tampak senang, beda hal nya dengan Gabriel yang memberengut dan ia menggerutu dalam hati nya.
"Padahal aku ingin minta jatah malam ini, beberapa hari tidak bertemu membuat ku sangat merindukan mu, Sayang. Tapi kenapa kamu malah ajak Micheal tidur sama kita. Aduh, tahu begini aku bawa saja Suster nya Micheal. Hem, seperti aku harus menyuruh Suster nya menyusul"
__ADS_1