
"Tinggal menunggu perintah untuk eksekusi..." beberapa kali Firda menggumamkan hal itu sembari menatap ponsel yg ada di genggaman nya saat ini.
"Kamu bicara sama siapa, Firda?" tanya Gabriel heran karena ia sempat mendengar Firda tadi mengatakan sesuatu.
Kedatangan Gabriel yg tiba tiba itu membuat Firda sedikit terlonjak kaget namun kemudian ia menyunggingkan senyum nya pada sang suami.
"Sudah pulang..." ujar Firda sembari meletakkan ponsel itu di meja sedangkan ia bergegas menyambut Gabriel yg saat ini sedang melepaskan jas nya.
Firda mengambil jas itu dan menggantung nya.
"Ada apa? Kamu manis sekali..." ujar Gabriel sambil menatap Firda yg saat ini sedang membuka satu persatu kancing kemeja Gabriel.
"Hanya berusaha menjadi istri yg baik, yg melayani suami dengan baik" jawab Firda sejujur nya yg membuat Gabriel terkekeh.
"Kamu memang istri yg baik dan sudah melayani ku dengan sangat baik" balas Gabriel dan Firda hanya menanggapi nya dengan senyum.
Saat semua kancing kemeja terbuka, perhatian Firda langsung tertuju pada beberapa bekas luka di perut Gabriel. Firda melihat bekas luka itu beberapa kali namun ia tidak sempat bertanya bekas luka apa itu karena Firda terlalu gugup saat bersama Gabriel yg tanpa pakaian. Namun sekarang Firda menjadi ingin tahu, karena tubuh suami nya itu sudah seperti tubuh prajurit saja, yg meninggalkan bekas peperangan.
Dengan jari jari lentik nya Firda menyentuh bekas luka di dada Gabriel, kemudian turun pada bekas luka yg ada di perutnya. Pergerakan itu membuat Gabriel meremang bahkan tubuh nya seperti bergetar.
"Bagaiamana kamu bisa mendapatkan bekas luka ini?" tanya Firda lembut.
"Jatuh Ehh" jawab Gabriel dengan nafas yg tercekat di tenggorokan nya, nafas nya memburu dengan dada yg bergumuruh. Bahkan tanpa sadar ia mendesah kecil.
"Tapi ini seperti luka tusukan" ujar Firda lagi sembari membelai bekas luka tusukan di perut Gabriel.
Gabriel terkekeh saat mengingat ia tertusuk dan Firda menduga ia malah jatuh, dan sekarang saat ia mengatakan diri nya jatuh, Firda malah tak percaya dan mengatakan itu luka tusukan.
Gabriel pun langsung menyambar tangan Firda yg masih setia membelai kulit nya yg menyebabkan gelenyar hangat mengalir di seluruh aliran darah nya, Gabriel mengecup satu persatu jari jemari mungil istrinya itu yg tentu membuat Firda langsung meremang juga dan tersipu.
__ADS_1
"Kecelakaan, Sayang..." ucap Gabriel dengan suara serak nya. Firda mendongak, menatap suami nya itu dan seketika Firda merasakan getaran di hati nya saat tatapan nya bertemu dengan tatapan sang suami.
Sebuah getaran yg membuat pipi Firda terasa panas dan merona, yg membuat nya seolah gemetar dan ingin memeluk sang suami, sebuah getaran yg tak pernah Firda rasakan sebelum nya.
"Apa rasanya sakit?" tanya Firda berusaha mengalihkan perasaan nya.
"Tidak sama sekali" jawab Gabriel yg masih menunduk, menatap sang istri dengan begitu sendu.
Firda pun tersenyum dengan lembut, membuat dada Gabriel semakin bergemuruh dan dengan cepat ia langsung menyambar bibir Firda yg selalu tersenyum manis itu, membuat Firda melotot terkejut. Saat Gabriel memperdalam ciuman nya bahkan menggigit gemas bibir mungil Firda, Firda hanya bisa mengerjapkan mata nya dan melenguh indah.
Lama kelamaan ciuman Gabriel semakin liar dan menuntut, membuat Firda kewalahan mengimbangi nya. Hingga Firda merasakan nafas nya yg seperti akan habis, ia pun menepuk dada sang suami dan dengan mengerang tertahan Gabriel melepaskan ciuman nya.
Gabriel menempelkan kening nya di kening Firda, keduanya mengatur nafas dan saling menatap dengan tatapan yg begitu dalam.
"Firda..." lirih Gabriel kemudian dengan suara yg semakin parau "Masih lama ya?" tanya nya yg membuat Firda tertawa kecil dan menggeleng.
"Tunggulah sebentar lagi" pinta Firda "Sabar ya, jangan cari di tempat lain ya..." ia kembali meminta dengan lembut dan Gabriel tentu langsung menggeleng dengan tegas.
"Aku tahu..." jawab Firda lirih.
"Kamu manis sekali malam ini, Sayang. Aku curiga kamu membutuhkan sesuatu" tuduh Gabriel yg membuat Firda tersenyum.
"Tidak, aku hanya baru menyadari satu hal"
"Hem, apa itu?"
"Aku belum mengenal mu, aku bingung dengan mu. Jadi aku hanya ingin melakukan pendekatan dengan mu" tutur Firda dengan begitu jujur nya dan Gabriel pun kembali mendarat kan kecupan hangat nya di bibir Firda. Ia memberikan kecupan kecupan kecil yg membuat Firda mengerang tertahan
"Lakukan lah apa yg ingin kamu lakukan, Sayang" lirih nya di sela kecupan nya.
__ADS_1
.........
Setelah adegan bermesraan singkat karena tak mungkin ke tahap selanjutnya itu, Firda dan Gabriel sama sama turun untuk makan malam.
Kali ini mereka berdua tampak seperti sepasang kekasih yg sedang di mabuk asmara, dari cara Gabriel menggandeng tangan Firda dan menatap nya, begitu juga dari cara Firda yg tampak tersipu malu setiap kali Gabriel menatap nya.
Keduanya makan malam sambil sesekali mengobrol tentang hal hal ringan, tentu Firda lah yg selalu mengajukan pertanyaan pertanyaan pada Gabriel dan seperti biasa Gabriel akan menjawab iya dengan singkat, jelas dan padat.
Hingga satu pertanyaan yang membuat Gabriel bingung pada apa yg Firda ucapkan.
"Oh ya, Om... Tadi ada yg telpon ke ponsel kecil, Om. Itu siapa?" tanya Firda.
"Ponsel kecil yg mana, Fir?" tanya Gabriel sembari meneguk air dari gelas nya setelah menghabiskan makanan nya.
"Ponsel jadul nya, Om. Itu ponsel nya ada di meja" tukas Firda.
"Aku tidak punya ponsel kecil jadul, Firda" ujar Gabriel lagi.
"Nanti aku tunjukin di kamar ya" ucap Firda.
Setelah selesai makan malam, Firda dan Gabriel kembali ke kamar. Firda mengambil ponsel yg ia maksud dan memberikan nya pada Gabriel.
"Ini bukan milikku, Sayang. Dimana kamu mendapatkan nya?" tanya Gabriel semakin bingung.
"Di laci, tadi ada telpon masuk. Coba cek, mungkin penting" ujar Firda mencoba bersikap tenang, padahal ia sangat penasaran dengan siapa penelpon itu dan apa yg di maksud menunggu perintah untuk eksekusi.
"Ya tuhan..." gumam Gabriel cemas, ia sungguh tidak tahu ponsel siapa itu dan bagaimana bisa ada di kamarnya.
Gabriel memperhatikan sekeliling kamar nya, ada seseorang yg memasuki kamar nya dan meletakkan ponsel itu.
__ADS_1
Bahkan sekarang kamar pribadi mereka bukanlah tempat yg aman.