
Angeline menangis sesegukan di kamar putra nya, ia sungguh takut terjadi sesuatu dengan Michael dan ia tidak mengerti kenapa tiba tiba Gabriel membawa pergi Michael begitu saja dan secara tiba tiba.
"Angel, Sudah lah..." Frank menghibur nya untuk yg kesekian kali nya "Aku janji, dia akan baik baik saja. Jangan khawatirkan Micheal, Gabriel tidak mungkin menyakiti nya. Sekalipun Gabriel adalah seorang Don Mafia, tapi dia tidak mungkin menyakiti anak nya sendiri"
Angeline langsung mendongak dan menatap heran pada Frank, karena ia tak pernah memberi tahu Frank siapa Gabriel.
"Kamu bicara apa tadi?" tanya Angeline "Dari mana kamu tahu Gabriel seorang Mafia?" tanya nya lagi dan Frank menghela nafas panjang, ia menatap kakak perempuan nya itu.
"Itu rahasia umum, Angel" jawab nya "Tapi kamu jangan khawatir, Gabriel tidak mungkin menyakiti Michael"
.........
Gio kembali ke mansion Gabriel sendirian, namun ia tidak melihat mobil Gabriel di sana.
"Gio, akhir nya kamu datang juga..." seru Arman pada Gio.
"Ada apa? Apa semua nya baik baik saja?" tanya Gio cemas.
"Kami tidak tahu, Gio. Tapi Tuan Gabriel terlihat cemas dan panik, Tuan Gabriel membawa Nyonya Firda juga tadi"
"Apa?" geram Gio. Gio merogoh ponsel nya dan mengakses cctv rumah itu namun sudah tidak bisa.
Gio bergegas masuk dan ternyata semua cctv sudah di hancurkan.
Gio cemas dan panik, tentu saja karena ia memikirkan keselamatan Firsa.
"Apa Gabriel membawa nya karena aku?" gumam Gio antara marah dan cemas. Ia sungguh tidak mau kehilangan Firda, ia tak mau berjauhan dengan Firda.
"Atau ada bahaya lain yang mengancam..." Gio mencoba menghubungi Firda, namun ponsel nya tidak aktif. Gio bahkan juga mencoba menghubungi Gabriel, namun hasil nya sama.
__ADS_1
"Sialan..." geram Gio, kemudian ia menghubungi orang nya dan meminta nya mencari Gabriel dan Firda secepat nya.
Saat Gio hendak pergi, tiba tiba kucing Firda datang dan berlari menghampiri Gio. Gio pun langsung berjongkok dan menangkap Sweetie, membawa Sweetie kedalam gendongan nya.
"Ada apa dengan Nyonya kita, Sweetie? Semoga saja dia baik baik saja"
.........
Gabriel membawa Firda dan Micheal ke sebuah rumah yg tampak sederhana, namun rumah itu di pagari kawat kawat besi yg tajam. Ada banyak cctv juga di sana, namun tak ada satu pun penjaga di sana.
"Untuk sementara waktu, kita akan tinggal di sini" kata Gabriel pada Firda lirih.
Saat ini kedua nya masih berada dalam mobil, memperhatikan rumah di depan nya ini.
"Maafkan aku, Sayang. Aku menempatkan mu dalam bahaya" Gabriel berkata penuh penyesalan, Gabriel bahkan menundukkan kepala nya dalam, sesuatu yg tak pernah ia lakukan sebelum nya. Seorang Gabriel Emerson menundukan kepala di depan orang lain?
"Aku cuma minta satu, Sayang..." ujar Firda "Jangan meninggalkan ku dan anak anak kita, kita harus survive, kita harus bertahan sampai akhir. Dan jangan takut, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku akan selalu ada bersama mu" tutur Firda dengan tatapan yg begitu lembut dan Firda berkata sangat jujur, bahkan apa yg di katakan Firda itu berhasil membuat air mata Gabriel polos dari sudut mata nya.
Gabriel merasa begitu terharu, tersentuh, dan merasa berarti. Firda membuat Gabriel benar benar merasa menjadi manusia yg sempurna.
Firda yg melihat Gabriel meneteskan air mata nya, justru ikut meneteskan air mata. Firda menghapus air mata suami nya itu dengan lembut.
"Jangan menangis, malu pada anak anak kita, kan? Kamu super hero kami, panutan kami, kekuatan kami" kata Firda lirih dan Gabriel tersenyum samar. Ia mengecup tangan Firda dan ia melirik Micheal yg saat ini sedang menatap nya bingung.
"Terima kasih, Sayang. Terima kasih banyak, jika tidak ada kamu di sini, entah aku akan jadi apa"
"Om tampan dan Tante cantik kenapa menangis?" tanya Michael yg membuat Firda dan Gabriel tertawa kecil.
"Kami hanya merasa bahagia, Mickey. Karena Mickey mau jalan jalan bersama kami" ujar Firda.
__ADS_1
"Ini rumah siapa?" tanya Michael lagi.
"Ini rumah kita bertiga, Sayang" jawab Gabriel.
Ia pun keluar dari mobil nya, kemudian membukakan pintu mobil untuk Firda dan Mickey.
Gabriel menggendong Gabriel dengan tangan kanan nya, sementara tangan kiri nya menggandeng tangan Firda dengan erat.
Di pintu rumah itu, terdapat sebuah tombol dan Gabriel memasukan beberapa angka di sana. Pintu pun terbuka.
Mereka bertiga memasuki rumah itu, Firda memperhatikan setiap sudut rumah itu. Dari luar memang tampak sederhana, namun dalam nya sangat mewah dan megah. Bahkan dinding nya terbuat dari kaca anti peluru. Namun di balik kaca itu juga ada dinding lain yang tampak nya sangat kokoh.
Rumah itu seperti nya memang di desain untuk persembunyian yg aman. Rumah itu hanya memiliki satu lantai dan satu kamar tidur.
Gabriel membawa Firda dan Micheal ke kamar itu.
"Sayang, aku mau kamu istirahat ya, Sayang" pinta Gabriel. Apa lagi ia melihat Micheal yg menguap dan mengucek mata nya.
"Mickey juga mengantuk..." rengek anak itu.
Gabriel pun menidurkan Micheal di ranjang, Firda menyusul dan ia tidur menyamping menghadap Michael.
"Tidur saja, Nak..." ucap Firda lirih dan ia mengusap punggung Michael sedang lembut selama beberapa kali sampai akhirnya Micheal tertidur.
Gabriel yg melihat itu tersenyum, ia bergabung di ranjang dan berbaring di belakang istri nya.
Gabriel mengecup pipi Firda dengan lembut, melingkarkan tangan nya melewati pinggang Firda hingga menyentuh punggung Micheal.
"Tidur lah, Sayang. Aku di sini..." bisik Gabriel pada Firda.
__ADS_1