
"Tapi ada yg mau Firda bicarakan, Ummi. Ini kabar baik buat Abi dan Ummi. Waktu itu Om Gabriel engga ngapa ngapain Firda, maka nya tadi pas itu... Firda sakit dan berdarah, malah sampai sekarang masih sakit. Berarti kan waktu itu kami tidak melakukan apapun, Ummi... "
Aisyah yg mendengar penuturan putri nya itu tidak tahu apakah ia harus merasa senang karena ternyata putri nya tidak ternoda, atau haruskah ia malu dan kesal karena dengan tidak tahu malu nya Firda memberi tahu hal yg sangat pribadi itu.
"Ya Allah, Firda... Memang nya kamu tidak malu memberi tahu Ummi hal seperti itu?" tukas Aisyah kesal sembari melirik suaminya yg masih bengong.
"Kenapa Firda, Aisyah?" tanya sang suami namun Aisyah hanya menatap nya, karena ia sendiri bingung harus menjawab apa pada suami nya itu.
"Ih, jangan tanya malu, Ummi. Firda juga malu. tahu.." terdengar suara cempreng anak nya yg sudah Aisyah duga pasti ia berbicara sambil cemberut "Cuma Firda terpaksa kasih tahu, Ummi. Biar Ummi sama Abi lega, biar engga kefikiran terus sama Firda dan engga sedih terus karena berfikir anak gadis Ummi sudah ternoda. Firda ngasih tahu Ummi sama Abi biar Ummi sama Abi lega, engga sedih lagi" tutur sang buah hati yg memang di benarkan oleh sang ibunda.
"Ya iya sih, Fir. Alhamdulillah, ternyata Gabriel benar, dia berusaha menghentikan dirinya Saat itu..."
"Iya, berarti kan Om Gabriel engga jahat, Ummi. Dia baik, Ummi. Baik banget malah, kata Gio juga begitu. Oh ya, Abi dimana?" tanya Firda lagi dan Aisyah pun langsung kembali me load speaker ponsel nya tentu setelah menutup pintu dan mengunci nya.
"Ini, Abi mu di sini. Abi mu sudah tahu, jadi engga usah ceritakan lagi..." seru Aisyah dengan cepat, karena jika Firda kembali mengatakan hal seperti itu lagi maka Aisyah akan sangat malu pada suami nya itu.
"Apa?" tanya Farhan seperti orang linglung.
Aisyah pun membisikan kabar baik itu pada Farhan dan Farhan langsung menganga lebar.
"Benar kah?" pekik Farhan.
"Apa nya?" tanya Firda.
"Bukan apa apa..." jawab Aisyah dengan cepat.
"Aisyah..." terdengar suara Ummi Aisyah dari luar kamar nya.
"Iya, Ummi..." jawab Aisyah
"Firda, sudah dulu ya, di rumah ada acara nanti malam. Besok Ummi telpon lagi..."
"Okey, Assalamualaikum, Ummi Abi... Jangan sedih lagi ya, Firda tidak melakukan hal buruk kok"
"Iya, Sayang. Kami lega mendengar nya..." ujar Farhan walaupun ia tak merasa benar benar lega karena masih belum mencerna kabar itu dengan baik.
__ADS_1
"Assalamualaikum, Abi Ummi..."
"Waalaikum salam, Nak" jawab Farhan dan Aisyah serempak.
Kedua orang tua Firda itu langsung menghela nafas lega sembari mengusap dada nya yg tadi sangat deg degan karena apa yg tiba tiba di katakan oleh Firda.
"Jadi Gabriel tidak melakukan... Itu dulu?" tanya Farhan berbisik mengekori Aisyah yg keluar dari kamar nya dan berjalan menuju dapur.
"Engga, Mas. Berarti benar kata Gabriel, dia sendiri tidak memastikan apakah melakukan nya atau tidak..." jawab Aisyah juga berbisik.
"Tahu gitu kita engga nikahkan mereka, Aisyah. Kasihan kan Firda, seharusnya sekolah malah jadi istri..." Farhan berkata masih berbisik.
"Ya juga sih, Ma. Eh tapi..." Aisyah langsung menghentikan langkah nya membuat Farhan yg sejak tadi mengikuti nya juga langsung berhenti.
"Tapi apa?" tanya suami nya.
"Mungkin memang Gabriel tidak melakukan apapun, Mas. Mungkin dia memang menjebak Firda supaya mau menikah dengan nya, ya kan? Ingatkan dia pernah melamar Firda dan Firda menolak nya?"
"Benar juga..." gumam Farhan.
"Kalian membicarakan apa?" tanya Abi Aisyah yg tiba tiba saja sudah muncul di belakang mereka.
"Waspada itu boleh, yg tidak boleh itu berburuk sangka..." ujar nya dengan suara parau nya. Aisyah dan Farhan hanya bisa terdiam dengan senyum samar, karena kakek nya Firda ini memang terkadang bersikap dan berbicara seolah tahu apa yg terjadi.
"Kenapa malah diam?" seru Abi nya "Farhan, sebaiknya kamu ikut Abi, dan kamu Aisyah, bantu di dapur ya..."
"Iya, Bi...."
.........
Firda melihat test peck nya itu yg bergaris dua, ia berfikir bagaimana bisa test peck nya bergaris dua sementara ia tak mungkin hamil.
"kayaknya cuma Sayyidah Maryam deh yg positif hamil tanpa di sentuh, benar nih kata Om Gabriel, barang nya sudah rusak..." ujar Firda kemudian.
Sementara Gabriel yg sudah menyelesaikan pekerjaan nya kini kembali ke kamar, ia melihat Firda yg rebahan di ranjang namun Gabriel melihat kamar nya sudah bersih dan rapi.
__ADS_1
"Bagaiamana keadaan mu, Fir?" tanya Gabriel lembut. Firda mendongak dan menggeleng "Kenapa?" tanya Gabriel dan ia langsung bergegas menghampiri Firda kemudian duduk di samping nya.
Firda tak menjawab dan ia merapatkan kedua paha nya, Gabriel yg menyadari pergerakan itu pun kembali bertanya.
"Masih sakit?" tanya Gabriel dan Firda mengangguk pelan, karena ia memang masih merasa sangat sakit. Gabriel langsung terlihat khawatir dan ia segera morogoh ponsel nya.
"Mau telpon siapa?" tanya Firda.
"Dokter..."
.........
Di sini lah Firda dan Gabriel sekarang, di sebuah rumah sakit dan Firda sedang melakukan pemeriksaan.
Awalnya Firda menolak keras untuk melakukan pemeriksaan meskipun pusat inti nya masih sangat sakit dan ia juga sangat malu jika harus melakukan pemeriksaan seperti itu, namun Gabriel mengeluarkan sifat bossy nya sehingga Firda tak mampu melawan nya.
Akhirnya Firda mau melakukan pemeriksaan namun dengan syarat Dokter nya harus perempuan dan ia tidak mau ada kecelakaan lagi seperti saat itu.
"Apa istri ku baik baik saja, Dok?" tanya Gabriel cemas, sementara Firda hanya meringis malu.
"Ya, istri anda baik baik saja,Tuan. hanya sedikit lecet..." ujar Dokter itu yg membuat Firda menunduk malu
"Sepertinya ini pertama kali nya bagi Nyonya Emerson, jadi memang seharusnya di lakukan dengan tidak menggebu, pelan pelan dan tidak terlalu lama. Karena Nyonya Emerson masih belum terbiasa dan perlu beradaptasi..."
Firda semakin menunduk dalam mendengar nya, Gabriel memang melakukan nya dengan begitu menggebu dan cukup lama. Bahkan membuat Firda merasa seolah tulang tulang nya remuk.
"Dan saya sarankan, sebaiknya Tuan Emerson berpuasa dulu sampai Nyonya Emerson lebih baik dan tidak merasa sakit. Jika di paksakan, itu bisa berbahaya..." lanjut nya.
"Tapi bagaimana Dokter tahu ini yg pertama bagi saya, Dok?" tanya Firda kemudian yg langsung membuat Dokter itu tertawa kecil.
"Tentu saya tahu, Nyonya. Selaput dara anda belum mengering, yg arti nya belum lama ini robek nya" jawab Dokter itu.
"Oh, soalnya kemarin saya fikir saya hamil dan pas di tes menggunakan test peck hasilnya juga positif" ujar Firda jujur.
"Test peck bisa menunjukkan hasil positif sementara fakta nya anda tidak hamil, itu di sebabkan oleh beberapa hal, di antaranya alat tes yang dicelupkan terlalu lama ke dalam urine dapat menyebabkan pembacaan positif palsu. Hal ini dikarenakan saat urine menguap bisa meninggalkan garis samar yang menunjukkan hasil positif atau dua garis" jelas sang Dokter yg membuat Firda dan Gabriel ber oh ria sambil mengangguk anggukan kepalanya.
__ADS_1
"Memang nya berapa lama kamu celupkan alat tes nya, Firda?" tanya Gabriel
"Cukup lama, soal nya Firda gugup sampai sampai lupa engga memperhatikan waktu" jawab Firda.