
Setelah persidangan itu, Gabriel dan Firda menjalani hidup mereka dengan tenang. Apakah mereka sudah tak punya musuh lagi? Tentu saja tidak, musuh Gabriel masih ada dan sangat banyak. Berkeliaran dimana mana dengan bebas, namun berita tentang kematian Edward di tangan istri Don Gabriel tentu saja juga tersebar dimana mana. Apa lagi ketika mereka tahu bagaimana Firda dan Gabriel membantai Edward. Tentu musuh Gabriel kini harus berfikir ribuan kali sebelum memutuskan untuk balas dendam. Atau mereka akan mati mengenaskan di tangan wanita desa seperti nasib Edward.
Ada banyak asumsi yang muncul di publik atas bebas nya Firda dan Gabriel dari jerat hukum, ada yang mengatakan memang tak seharus nya mereka di hukum karena mereka hanya membela diri dan yang di bunuh pun adalah penjahat kelas tinggi. Namun ada juga yang mengatakan Firda dan Gabriel lolos dari jerat hukum karena mereka membeli hukum, mengingat siapa Gabriel dan pengaruh yang dimiliki nya. Namun apapun asumsi orang, Firda dan Gabriel enggan menanggapi. Bagi mereka cukup Tuhan saja yang tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan cukup keluarga mereka yang menjadi pendukung mereka.
Tanpa terasa waktu berlalu dengan sangat cepat, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun.
Ada banyak hal yang berubah namun juga ada banyak hal yang akan selalu sama.
Lora Jibril yang dulu adik bayi kini telah tumbuh menjadi anak yang aktif dan cerdas, apa lagi mengalir darah seorang mantan Don Mafia dalam darah nya. Seperti kata orang, buah jatuh tak jauh dari pohon nya dan itu lah apa yang terjadi pada Lora Jibril.
Micheal selalu hadir sebagai sosok kakak yang baik dan sangat perhatian pada pada Lora Jibril, ia mengajari Lora Jibril berbagai macam hal namun Firda selalu mengawasi nya karena terkadang Micheal mengajari hal yang tidak tidak. Contoh nya, Micheal pernah mengajari Lora Jibril agar tidak takut membeli apapun dengan harga semahal apapun di karenakan orang tua mereka kaya. Firda tahu Micheal seperti itu karena masih kecil, namun Firda takut hal enteng itu terbawa sampai dewasa dan menjadikan mereka orang yang sombong, sementara harta itu hanya titipan Tuhan yang bisa di ambil kapan saja. Sehingga Firda harus selalu mengingatkan anak anak nya sejak dini untuk selalu menjadi orang yang rendah hati dan dermawan.
Beda hal nya dengan Micheal yang ceria, pecicilan, dan bahkan cerewet. Lora Jibril justru memiliki sifat yang sebaliknya, ia aktif, tapi juga selalu terlihat tenang dan ia terkadang melakukan beberapa hal yang mencecangangkan. Pernah sekali Jibril terlihat sedang duduk tenang di halaman rumah, dengan mengangkat satu kaki nya yang ia letakkan di atas lutut yang satu nya. Namun siapa sangka, ternyata ia sedang mencabut pecahan kaca yang menancap di telapak kaki nya.
Semua orang begitu panik saat itu, apa lagi ketika melihat darah yang mengalir di kaki bocah itu. Sedangkan bocah berusia 3 tahun itu hanya sesekali meringis, namun ia bahkan masih sempat tersenyum terutama saat melihat Mommy nya yang tampak sangat khawatir. Ketika Mommy nya bertanya kenapa Jibril bisa terkena kaca, Jibril hanya mengatakan luka bisa di dapatkan dimana saja dan karena apa saja. Hal itu lah yang membuat Firda tak habis fikir dengan putra nya yang masih kecil.
Sementara anak kedua yang Firda dan Gabriel ingin kan pun akan segera hadir, dan seperti keinginan Firda. Anak itu berjenis kelamin perempuan, sungguh kabar yang luar biasa membahagiakan dan mengharukan. Dan yang paling bahagia dengan kabar ini tentu Micheal, sejak dulu ia merengek meminta adik perempuan pada Daddy nya dan setelah ia di kabarkan akan mendapatkan adik perempuan, anak itu tentu sangat kegirangan dan bahkan selama beberapa bulan ia tinggal di desa. Angeline sama sekali tidak masalah, karena ia tahu sebaik apa lingkungan tempat tinggal putera nya.
Dan hari ini, apa yang mereka tunggu sedang mereka sambut. Kelahiran anak kedua Firda dan Gabriel, Firda melahirkan di rumah sakit yang mereka beri nama rumah sakit An_Nur. Yang berarti cahaya, berharap rumah sakit itu menjadi jawaban yang terbaik atas apa yang orang orang butuhkan, entah itu perawatan maupun pekerjaan.
Berbeda dengan masa kehamilan pertama Firda yang penuh perjuangan karena harus terlibat perkelahian dan sebagai nya, kehamilan kedua nya ini Firda lewati dengan begitu tenang. Apa lagi ia tinggal bersama keluarga nya, dimana semua orang bisa menjaga nya dan memanjakan nya.
"Ayo, Sayang. Dorong lagi...." Gabriel menyemangati istri nya itu yang sedang berjuang melahirkan anak kedua mereka. Keringat telah membanjiri tubuh Firda, rasa sakit yang mendera terasa hingga ke ubun ubun nya. Namun itu tak menyurutkan semangat Firda untuk terus berjuang melahirkan sang buah hati. Hingga untuk yang ke sekian kali nya, Firda mengejan sekuat tenaga. Ia menggenggam tangan Gabriel dengan sangat kuat dan berteriak dengan sangat kencang.
"AAAGGGGHHHHH" Firda langsung terjatuh lemas dan bersamaan dengan itu terdengar suara tangisan bayi yang membuat rasa sakit Firda seolah menguap begitu saja, senyum sumringah terbit di bibir nya dan di bibir suami nya.
Gabriel langsung mendaratkan kecupan nya di kening Firda, kecupan penuh cinta dan rasa terima kasih atas segala perjuangan Firda yang Firda lakukan untuk nya.
__ADS_1
"Alhamdulillah, ya Allah" gumam Firda dan Gabriel penuh haru.
.........
Sementara di luar Micheal dan Lora Jibril langsung berteriak girang saat mendengar suara tangisan bayi.
"Alhamdulillah, akhir nya Mommy bisa melahirkan adik Aira juga" ucap Micheal.
"Alhamdulillah, ya Allah" ucap Lora Jibril yang juga senang dengan kelahiran adik nya.
Angeline pun datang ke rumah sakit itu untuk bertemu dengan Firda, dan di sana Angeline bertemu dengan Dokter Aryan. Yang kini memilih bekerja di rumah sakit desa,.
"Putra kedua mu akan segera di sunat juga kan?" tanya Dokter Aryan pada Angeline sembari melirik Lora Jibril yang berpelukan gemas dengan Micheal karena saking bahagia nya dengan kelahiran adik mereka.
"Usia nya masih tiga tahun, tapi aku yakin dia tidak akan cerewet seperti Micheal" jawab Angeline yang membuat Dokter Aryan terkekeh.
"Kau benar, di lihat dari jauh saja sudah terlihat jelas. Kedua putra mu memiliki karakter yang bertolak belakang, sejak bekerja di rumah sakit ini aku jadi lebih mengenal Micheal. Dia anak yang hyper aktif, cerdas. Sementara Jibril, dia anak anak tenang dan pasti akan bijak. Tapi aku melihat Micheal selalu mengalah pada Jibril"
Obrolan kedua nya tertenti saat Ummi Aisyah memanggil Angeline untuk pergi menemui Firda dan bayi nya yang kini sudah di pindahkan ke ruang rawat biasa.
"Kami pergi dulu, Dokter Aryan" ucap Angeline dan Dokter Aryan pun mempersilahkan dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
"Mommy, apa Mommy akan menikah dengan Om Dokter?" tanya Micheal tiba tiba yang membuat Angeline tersedak ludah nya sendiri.
"Shhtt, Mikail..." geram Angeline dengan pipi yang merona.
"Habis nya, setiap kali ke sini. Mommy selalu banyak mengobrol dengan Om Dokter" ucap Michael lagi namun Angeline enggan menanggapi nya.
__ADS_1
Kini mereka sudah berada di ruang rawat Firda, dan Firda duduk bersandar di bangsal nya dengan bayi perempuan yang ada di pangkuan nya.
"Mommy, apakah adik nya tertidur?" tanya Micheal.
"Mommy, bagaimana keadaan Mommy dan adik bayi nya?" tanya Jibril
Pertanyaan yang sangat berbeda terlontar dari mulut dua bersaudara.
"Adik bayi nya sudah tidur karena tadi sudah di susui, keadaan Mommy dan adik bayi juga sangat baik" jawab Firda.
Dan bersamaan dengan itu, pintu terbuka kemudian menampakkan Gio yang datang bersama Mini yang menggendong bayi berusia 6 bulan.
Gio dan Mini, selama tiga tahun mengarungi bahtera rumah tangga sungguh adalah kehidupan yang luar biasa bagi kedua nya. Dimana ada banyak sekali perbedaan maupun persamaan yang membuat kedua nya sering her adu mulut namun itu justru seperti lem perekat hubungan mereka. Dimana setelah selesai ber-argumen, kedua nya akan sama sama minta maaf, baikan, dan bermesraan lagi.
Bahkan, saat hendak memberikan nama bayi mereka yang berjenis kelamin laki laki itu pun mereka sempat berdebat. Mini ingin memberi nama anak nya Aldiansyahn Hito Glatzel, untuk mengenang sang ayah. namun Gio ingin memberi nama anak nya Zachary Glatzel, namun pada akhirnya kedua nya menggabungkan nama keinginan masing masing. Dan nama putra mereka Zachary Hito Glatzel, atau yang biasa di Zach.
Saat di USG dulu, Dokter mengatakan jenis kelamin anak Mini adalah perempuan namun saat di lahirkan ternyata anak Mini berjenis kelamin laki laki. Karena itu lah mereka tidak sempat menyiapkan nama anak laki-laki sehingga mereka berdebat setelah bayi itu di lahirkan.
"Benaran perempuan bayi mu, Fir?" tanya Mini sembari mengintip bayi mungil.
"Hehe, iya, Alhamdulillah" jawab Firda yang teringat dengan kesalahan USG Mini.
"Cantik sekali, seperti Ibu nya" puji Gio.
"Kamu tidak malu memuji istri orang di depan suami nya, Gio? Di depan istri dan anak mu juga" tukas Gabriel tak habis fikir.
"Kenapa harus malu? Aku kan cuma berbicara fakta, iya kan Mikail Jibril?" tanya Gio dan kedua anak itu mengangguk serempak.
__ADS_1
"Jadi nama bayi kalian siapa?" tanya Gio kemudian.
"Zeda Humaira Emerson"