Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 130 - Keputusan Gabriel


__ADS_3

"Kau yakin, Gio? Kamu bukan nya sedang merencanakan rencana yg lain, bukan?" tanya Eduardo pada keponakan nya itu.


Saat ini, mereka masih berada di atap. Menatap kepergian Gabriel dan Firda bersama jet pribadi nya.


"Aku hanya punya satu rencana, Paman Ed. Aku ingin memulai hidup baru, melupakan masa lalu, dan fokus pada masa depan" ujar nya yg membuat Eduardo tersenyum samar.


Kemudian Gio menatap paman nya itu, dengan tatapan yg tampak penuh tanda tanya.


"Tapi, apa benar ibu ku adalah seorang pengedar narkoba?" tanya Gio dengan suara yg tercekat. Sungguh ia tak ingin mendengar hal buruk apapun tentang ibu nya, sementara Eduardo tampak nya ragu untuk memberikan jawaban nya pada Gio.


Ia menatap Gio, kemudian menatap helikopter Gabriel yg semakin menjauh. Kemudian ia kembali menatap Gio "Firda sudah menyelesaikan masalah mu dan Gabriel yg selama bertahun tahun ini terjadi, hanya butuh satu hari bagi nya untuk memperbaiki hubungan kalian, hanya butuh beberapa menit bagi nya untuk membuat Gabriel menyerah dan membuat mu memaafkan nya. Itu luar biasa... " tukas nya yg tak sesuai dengan pertanyaan Gio, membuat Gio mengernyitkan kening nya.


"Paman Ed, aku bertanya soal ibu ku..." ujar Gio sedikit kesal.


"Maafkan aku, Gio..." Eduardo berkata dengan lirih "Aku hanya melakukan apa yg di minta ibu mu, dia sangat ingin kamu melihat nya sebagai ibu yg baik, seperti ibu ibu yg lain pada umum nya"


"Jadi benar yg Gabriel katakan?" desis Gio.

__ADS_1


"Ya, dari sana lah masalah sebenarnya di mulai. Saat ibu mu menjual narkoba pada klien nya Edwardr, Edward tak terima dan dia menyerang ibu mu. Karena itu lah ayah mu membalas nya pada Gabriel, dan setelah itu, Gabriel kembali membalas nya. Kemudian sekarang kamu membalas Gabriel, dan mungkin setelah itu... Entah lah, Gio. Seperti nya benar apa yg di katakan Firda, lingkaran balas dendam Ini takkan putus sampai kamu sendiri yg memutuskan nya... " lirih nya.


Gio tentu sangat sedih mendengar apa yg di katakan paman nya, sungguh ia tak menyangka sama sekali, ternyata musuh nya jauh lebih mengenal keluarga nya dari pada diri nya sendiri.


Gio menatap udara dengan tatapan yg kosong, dia sedih, masih sulit menerima atas apa yg terjadi pada keluarga nya. Namun Gio berfikir mungkin Kakek Firda benar, memaafkan itu demi diri sendiri, demi ketenangan nya.


.........


Gabriel mendekap istrinya dengan begitu posesif, berkali kali ia mengecup pucuk kepala Firda, mencium tangan Firda bahkan buku buku jari Firda ia kecup dengan lembut.


"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak bisa menyelamatkanmu..." ujar Gabriel penuh penyesalan "Aku gagal melindungimu, Sayang. Maafkan aku..." lirih nya. Firda tersenyum, ia menarik tangan suami nya dan juga mengecupnya. Firda menyandarkan kepalanya di dada sang suami yg terasa begitu nyaman.


"Jika Tuhan sudah melindungi ku, tak perduli berapa banyak anak panah yg di lepaskan padaku, tidak akan ada satu pun yg menyentuhku. Dan jika memang Tuhan berkehandak yg lain, maka tidak perduli dimana aku berada, sebanyak apapun orang orang yg menjagaku, mereka takkan bisa menghentikan-Nya" tutur Firda dengan begitu lembut, berharap suaminya mengerti maksud nya.


Gabriel hanya menanggapi nya dengan senyum, untuk yg ke sekian kalinya ia mencium pucuk kepala sang istri.


"Kita akan pulang, langsung ke desa...." lirih Gabriel yg membuat Firda langsung melotot sempurna.

__ADS_1


"Tapi, luka lukaku.." Firda berkata dengan cemas, ia masih merasakan sakit di lengan nya, belum lagi bekas bekas memar di wajahnya.


"Tidak apa apa, kita akan jujur pada keluarga kita yg di desa. Kita tidak akan menyembunyikan apapun lagi dari mereka..." Firda langsung tertunduk cemas, ia sangat takut dengan reaksi keluarganya jika tahu yg sebenarnya.


"Tapi, Bang Gabriel. Bagaimana jika mereka marah? Aku takut mereka tidak menerimamu lagi..." Firda berkata dengan begitu lirih.


"Sayang..." Gabriel menangkup pipi Firda sedang lembut "Apapun yg terjadi, biarlah terjadi. Dan kakek akan membantu kita menjelaskannya pada mereka..." Firda masih tak bisa tenang dengan penjelasan Gabriel, ia masih takut. Tak semua keluarga nya memiliki hati yg luas seperti kakek nya yg mau menerima Gabriel.


....


Kakek nya Firda duduk merenung di halaman rumah nya, setiap jantung nya berdetak, setiap itu lah ia mendoakan keselamatan cucu tercinta nya.


Setiap jantung nya berdetak, setiap itu lah ia mendoakan menantu nya agar bertaubat dari dunia gelap nya.


Awal nya, Kakek memang sudah curiga ada yg tak beres dengan keluarga Gabriel saat ia melakukan doa bersama untuk kandungan Firda. Ada banyak lelaki muda, bertubuh kekar, dan tampak sangat kuat.


Mereka tentu bukan kuli nya Gabriel, karena Gabriel tidak menyediakan jasa pekerjaan itu. Namun sang kakek berusaha tak mengindahkan rasa penasaran nya.

__ADS_1


Hingga Gabriel menelpon nya saat Firda menghilang, Gabriel sangat ketakutan, Gabriel frustasi dan merasa putus asa. Gabriel menceritakan semua nya. Gabriel tak pernah ingin membongkar identitas diri nya pada siapapun dari golongan keluarga Firda, namun saat itu Gabriel merasakan perasaan takut yg berlebihan, ia seperti kehilangan kekuatan dan kepercayaan diri nya, tak hanya itu, Gabriel merasa seperti membutuhkan pertolongan, karena ini tentang istri nya dan Gabriel sangat takut terjadi sesuatu pada sang istri tercinta. Dan saat itu lah, ia memilih menghubungi Kakek mertua nya, Gabriel bahkan tidak memikirkan sang kakek yg sudah tua renta, bahkan bisa jantungan mendengar pengakuan Gabriel. Namun kakek lebih kuat dari yg Gabriel Bayangkan, dia bijak, dia penyabar, dia memiliki hati yg begitu luas. Dan bukan nya marah pada Gabriel, dia just justru meminta Gabriel untuk Jangan putus asa dan Inysa Allah Firda akan di temukan. Hal ini juga lah yg membuat Gabriel yakin, akan tinggal di desa Firda yg tenang dan nyaman.


__ADS_2