Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 160 - Rencana Eksekusi


__ADS_3

Keluarga Firda sudah berkumpul untuk sarapan bersama, begitu juga dengan Gio, Gerry dan Mini. Gio sedikit terpana melihat penampilan Mini yang sangat berbeda pagi ini.


Tak ada lagi lipstik warna gelap, dan ternyata Mini memiliki bibir tipis dan berwarna pink. Rambut nya tersisir rapi dan ia mengenakan sebuah dress panjang dengan lengan hingga siku.


Tentu itu bukan pakaian Mini, melainkan pakaian Firda.


Di keluarga Firda itu ada banyak lelaki, belum lagi para santri dan Ustadz. Jadi Firda meminta Mini berpakaian sedikit lebih sopan demi Mini sendiri dan demi menjaga saudara seiman Firda.


"Oh ya, hari ini aku ingin sekali kali jalan jalan di desa ini" kata Gio kemudian sembari menatap Firda.


"Biar nanti aku yang antar, mau jalan jalan kemana?" Gabriel menjawab dengan cepat.


"Memang nya sudah hafal jalan sini, Bang?" goda Firda sambil terkekeh.


"Ya kalau cuma di sekitar sini aku hafal" jawab Gabriel, ia teringat saat dulu bertemu dengan Firda karena diri nya tersesat dan tak tahu arah jalan pulang sehingga Firda malah hendak menitipkan nya di rumah pak RT.


"Kalian kalau mau jalan jalan silahkan saja..." ujar Ummi Aisyah sambil tersenyum.


"Aku juga sudah menyiapkan kamera untuk mengabadikan momen di sini" sambung Mini "Nanti kita foto foto ya, Fir. Cari pemandangan yang bagus" lanjut nya.


"Di sini pemandangan indah semua" kata Gabriel kemudian.


"Iya, aku yakin kalian pasti betah di sini" ujar Firda kemudian.


"Mickey ikut ya, Daddy..." seru Mickey kemudian "Mickey tidak pernah jalan jalan sama Daddy selama ini, jadi sekarang Mickey mau jalan jalan sama Daddy" kata Mickey yang membuat hati Gabriel terenyuh.


"Iya, Sayang. Kita akan selalu jalan jalan di sini" jawab Gabriel.

__ADS_1


"Tapi sebelum jalan jalan, Mickey mandi dulu ya..." ujar Mini yang melihat Micheal masih mengenakan piyama nya yang semalam "Pasti belum mandi kan???" tanya Mini menggoda dan Mickey mengangguk jujur.


"Memang nya Aunty Mini sudah mandi?" tanya Micheal pada Mini.


"Sudah tadi" jawab Mini.


"Apa Aunty Mini mandi nya tengah malam juga seperti Mommy dan Daddy?" tanya Micheal yang membuat semua orang langsung menatap Michael dengan dani mengkerut, tampak kebingungan di wajah mereka mendengar ucapan Micheal, sementara Gabriel dan Firda hanya bisa meringis dan berharap Micheal tidak berbicara lebih banyak lagi, namun harapan tinggal harapan ketika Micheal kembali bersuara.


"Hati hati kalau mandi tengah malam, Aunty Mini. Nanti leher dan dada nya di gigit hewan seperti Mommy Cantik, merah merah, banyak. Hiii..."


"Uhuk uhuk uhuk..." Firda tersedak makanan yang sedang di kunyah nya karena mendengar apa yang di katakan anak tiri nya itu, sementara Gabriel hanya meringis dan menatap tajam putra sulung nya itu.


Dan yang lain nya hanya bisa tercengang mendapatkan informasi itu dari Micheal, tapi tidak dengan Gio yang masih tidak mengerti apapun. Ia masih merasa tidak ada yang salah dengan mandi pagi pagi sekali, karena terkadang Gio melakukan nya jika ada pekerjaan yang mendesak dan pergi ke suatu tempat.


"Kata siapa kalau mandi tengah malam bisa di gigit hewan?" tanya Gio dengan polos nya yang membuat Gabriel menggeram marah, ia bahkan memegang garpu di tangan nya dengan kuat dan tatapan nya nyalang menatap Gio.


"Bukan apa apa" jawab Firda kemudian sambil tersenyum manis berusaha mencairkan suasana, apa lagi setelah melirik Ummi nya, Abi nya serta Kakek Nenek nya yang sekarang menatap tajam pada nya.


"Tutup mulut mu, Sialan" geram Gabriel.


"Gabriel..." tegur Ummi Aisyah "Jangan berkata kasar di depan Micheal" ia memperingatkan.


"Sudah sudah, jangan bahas itu lagi..." seru sang Nenek.


"Nanti malam Mickey tidur sama Opa Oma saja ya, kami ingin sekali tidur dengan cucu kami yang tampan ini" lanjut nya namun Micheal terlihat tidak mau.


"Kalau Micheal tidak mau sama Opa Oma, sama Nenda dan Kenda saja ya..." kata Ummi Aisyah namun Micheal menggeleng pelan.

__ADS_1


"Mau sama Mommy Cantik dan Daddy" lirih nya yang membuat Gabriel menghela nafas berat.


Kakek Firda yang duduk di samping Gabriel berbisik pada Gabriel sambil terkekeh "Sabar, anak baru satu sudah lesu begitu wajah nya. Dulu anak ku 4, jangankan mau ituan, Ibu nya kadang tidak sempat makan. Tapi harus pintar pintar cari waktu, pindah ke kamar sebelah sebentar tidak apa apa. Yang penting sampai"


Gabriel yang mendengar bisikan itu juga terkekeh, dalam hati ia berkata, masih beruntung Kakek nya ke kamar sebelah. Sedangkan diri nya dan Firda ke kamar mandi pun jadi, benar apa kata Kakek nya, yang penting sampai.


....


Edward menyiapkan keberangkatan nya ke desa, ia ingin meng eksekusi rencana nya di sana.


Target nya adalah Firda dan Micheal, karena mereka lah kunci Edward mendapatkan semua harta Gabriel. Dan yang lebih penting dari itu, Edward benar bener ingin membunuh Firda dengan tangan nya sendiri. Karena gadis kecil dari desa itu benar benar telah merenggut Gabriel dari diri nya, menghancurkan seluruh rencana yang ia jalankan selama bertahun tahun. Edward bahkan bertekad akan membunuh Gabriel, putra sendiri. Karena ia benar benar sudah sakit hati pada anak nya yang memenjarakan nya di ruang bawah tanah, menyiksa nya dan memburu nya seperti seorang musuh.


Namun sayang nya, yang Edwards tidak tahu. Harta Gabriel sudah di alihkan menjadi milik semua anggota geng Mafia nya, yang artinya sekalipun Gabriel mati, Edward tetap tidak bisa menguasai harta Gabriel kecuali Edward berhasil merebut nya dari semua anak buah Gabriel.


Sementara itu, Billy diam diam mengawasi Frank dan menyuruh seseorang mengikuti Frank kemana pun Frank pergi.


Sudah puluhan tahun Billy bekerja bersama Gabriel, dan sangat jarang dugaan nya salah. Dan ngga, penjahat itu punya kesamaan dengan polisi, sama sama bisa dengan mudah mencium sesuatu hal yang tidak beres dan mencurigakan. Sama sama hebat dalam menyelidiki dan meretas informasi.


Billy juga melaporkan hal itu pada Gabriel, tak hanya itu, Angeline juga memutuskan kembali ke rumah nya dan ia heran karena tidak mendapati Ayah nya di rumah nya. Angeline pun bertanya pada asisten rumah tangga nya.


"Dua hari yang lalu, teman Tuan Frank membawa nya pergi, Nyonya" kata pembantu nya itu.


"Dua hari yang lalu?" tanya Angeline bingung.


"Iya, Nyonya" jawab Pemantau nya lagi.


"Sekarang Frank dimana?" tanya Angeline lagi karena ia juga tidak mendapati Frank di sana.

__ADS_1


"Saya tidak tahu, Nyonya. Dari semalam belum pulang"


Angeline menghela nafas berat, ia mencium aroma yang mencurigakan.


__ADS_2