
Firda terbangun di kamar mandi Dengan tubuh yg menggigil, bahkan bibir nya sudah membiru. Firda segera berganti pakaian dan kemudian menyalakan semua lampu rumah. Firda terkejut saat melihat jam yg sudah menunjukan pukul 9 malam.
Setelah menyalakan semua lampu, Firda kembali ke kamar. Ia menghamparkan sejadah nya dan mengambil mukena dengan tangan yg gemetar.
Firda merasa malu saat ia berdiri di atas sejadah nya untuk melaksanakan sholat. Ia malu menghadap Rabb nya dengan segala dosa yg ia pikul, Firda malu menghadap Rabb nya dengan diri nya yg tak lagi suci.
"Ampuni hamba, Ya Rabb... Sungguh hamba mu ini telah melangkah di jalan yg salah, hamba telah dzalim pada diri hamba sendiri. Jika Engkau tak mengasihani, maka hamba akan termasuk pada orang orang yg merugi. Hamba Mu yg lemah dan kecil ini memohon belas kasih Mu dan ampunan Mu"
..........
"Mau kemana?" tanya John karena Gabriel kini hendak pergi lagi, bahkan ia belum mandi dan berganti pakaian sejak siang tadi.
"Aku mau menemui Firda, aku...aku harus tanggung jawab atas apa yg sudah aku lakukan" ujar Gabriel sembari menyambar kunci mobil nya yg ada di atas meja.
"Sebenarnya apa yg terjadi? Aku memeriksa cctv dan kamu yg membawa Firda masuk kedalam hotel dalam keadaan yg tidak sadar"
..........
Flashback
Saat memeriksa hotel nya, Gabriel bertemu dengan seorang wanita yang tak asing bagi nya. Namanya Madisson, atau yg biasa di panggil Mady. Seorang wanita yg begitu tergila gila pada Gabriel dan tahu semua hal tentang Gabriel termasuk sisi gelap nya.
Mady merayu Gabriel setidak nya untuk mengajak nya berteman. Namun Gabriel tak pernah berteman dengan siapa pun sehingga ia menolak mentah mentah ajakan wanita seksi itu. Namun wanita itu terus menghalangi langkah Gabriel.
"Setidaknya ayo pergi minum, anggap saja ini sebagai perpisahan karena setelah ini aku tidak akan mengganggu mu lagi"
__ADS_1
"Tidak, aku tidak tertarik" jawab Gabriel tegas.
"Haruskah aku mengatakan pada mu bahwa aku begitu dekat dengan putra mu Michael?"
"Frank, pasti Frank yg meminta mu terus merayu ku, bukan?" tanya Gabriel tajam dan Mady tertawa seksi sembari mengangguk.
"Tidak ada bukti bahwa kau selingkuh, karena itulah keluarga Angeline terkadang masih menyuruh Angeline kembali kepada mu, ya mungkin mereka melihat kekayaan mu. Sementara Frank adalah satu satu nya yg tak ingin kakak nya kembali kepada mu dan dia sangat ingin mencoreng nama mu, dengan cara memergoki kita selingkuh. Tertangkap basah"
Gabriel tertawa sinis mendengar penuturan Mady, yg bisa di katakan seorang penjilat.
"Lalu kenapa kamu memberi tahu ku semua ini?"
"Karena aku tidak ingin tertangkap basah sedang selingkuh dengan mu, itu juga akan mencoreng nama ku. Yg aku inginkan... Menjadi pelabuhan hati mu" Mady berkata lirih di akhir kalimat sembari memainkan jari nya di lengan Gabriel namun dengan kasar Gabriel menepis nya.
"Jika kau membutuhkan ku, kamar no 101" bisik Mady di telinga Gabriel yg seketika membuat Gabriel meremang.
Entah mengapa perasaan nya menjadi gundah, dan ia merasakan sesuatu yg berbeda pada tubuhnya. Gabriel menoleh dan menatap penuh tanda tanya pada Mady yg saat ini berjalan Mundur sembari melambaikan tangan pada Gabriel.
Gabriel mengabaikan hal itu dan kembali ke mobil, sesampainya di mobil, ia mendapati Firda yg sedang tertidur. Melihat wajah Firda yg begitu ayu saat tertidur membuat perasaan Gabriel bergejolak, bahkan ia merasakan seperti ada dorongan yg menggebu dalam dirinya. Gabriel mulai merasa kepanasan, gerah, dan seperti ada yg ingin meledek dalam diri nya.
"Sialan, Madisson sialan" geram Gabriel saat ia sudah menyadari apa yg terjadi dengan diri nya.
Gabriel tahu ini harus di tuntaskan atau ini akan menyakiti diri nya sendiri, kembali ke Maddison? Kamar 101?
Perasaan dan fikiran Gabriel menolak semua itu, dan entah mengapa ia malah terus memandangi Firda dan seolah Firda adalah makanan yg begitu lezat.
__ADS_1
Tanpa fikir panjang, Gabriel langsung menggendong Firda dan membawa nya masuk kembali ke dalam hotel. Firda sempat menggeliat karena tidur nya terganggu namun kemudian ia tertidur kembali dan Gabriel segera membawa nya ke lantai paling atas, dimana di sana ada kamar khusus untuk nya.
Gabriel membawa nya masuk ke kamar, menidurkan nya di ranjang.
Hati nurani Gabriel berteriak melarang nya melakukan hal bejat itu, namun iblis seolah terus membisiki nya untuk melakukan hal itu. Gabriel dilema, akal sehat nya masih bekerja. Ia tak mungkin menodai gadis se murni Firda. Tapi ia sangat membutuhkan Firda saat ini, Gabriel tak sudi mendatangi Maddison. Dan entah berapa banyak obat yg Maddison tambahkan di minuman nya tadi saat ia mengadakan pertemuan singkat dengan staff staff penting hotel. Efek nya begitu kuat, seolah Gabriel akan segera meledak.
Gabriel mengambil sebuah sapu tangan dari lemari nya dengan cepat, kemudian ia mencari sesuatu dari laci dan ia menemukan sebuah botol kecil yg berisi obat bius. Gabriel meneteskan beberapa obat itu dan membuat Firda menghirup nya sehingga sudah pasti gadis itu pingsan.
.........
"Lalu apa yg terjadi setelah itu?" tanya John lagi yg seketika membuat wajah Gabriel menjadi masam.
"Mungkin aku melakukan nya, mungkin juga tidak"
"Tanpa sehelai benang pun kamu di atas ranjang itu, Gabriel. Apa masih ada kemungkinan yg lain?" pekik John tak habis fikir. Mungkin Gabriel dan diri nya memanglah seorang kriminal namun mereka bukanlah pria pemuja *****.
"Karena saat aku... Saat aku akan melakukan nya, aku kembali berfikir itu salah. Aku juga membius diri ku sendiri, Hanya saja..."
"Hanya saja efek obat nya terlalu kuat, bukan?"
Dan Gabriel hanya bisa mengangguk lemah.
"Aku tidak bermaksud menodai nya, John. Aku berusaha keras menghentikan diri ku" lirih Gabriel penuh penyesalan.
"Seharusnya kamu mengikuti perintah ku agar tidak menemui nya lagi, mungkin ini tidak akan terjadi"
__ADS_1