Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 154 - Semua Liburan Ke Desa


__ADS_3

Gio dan Mini naik jet pribadi milik keluarga Glatzel. Mini tampak sangat mengagumi jet Gio itu namun ia tidak terkejut karena ia pernah merasakan Bagaiamana rasa nya naik jet pribadi, karena sebelum nya ia pernah naik jet pribadi milik Gabriel.


Ah, siapa yang sangka, berteman dengan seseorang dari desa justru membuat Mini seperti berteman dengan sosialita kelas atas.


Sementara Gio, ia masih melirik Mini dengan risih. Saat Firda mengatakan teman, Gio terbayang dengan gadis cantik, mungil, anggun, sopan dan yang pasti berpakaian agamis seperti yang selalu di pakai Firda.


Gio mengelus sweetie, si kucing cantik yang di pelihara oleh Gabriel dan Firda. Karena Firda dan Gabriel sedang dalam masalah, Gio memutuskan merawat kucing cantik itu yang semakin lama semakin gendut dan lucu. Apa lagi bulu bulu putih nya yang selalu terawat dengan bersih.


"Kamu kenapa sih liatin aku begitu?" tanya Mini yang juga merasa sangat risih karena pandangan Gio terhadap nya.


"Kamu kenal Nyonya Firda dari mana?" tanya Gio dingin, ia menampakan raut tak suka nya pada Mini.


"Ayah ku bekerja dengan Tuan Gabriel, nama nya Hito, yang Firda selamatkan saat kamu menyerang nya. Ingat?" kata Mini dengan santai nya, namun tentu saja Gio tak mengerti apa maksud Mini.


"Kecalakaan setelah mereka menghadiri pesta, penyerangan brutal yang menyebabkan banyak anak buah Tuan Gabriel tewas, kau ingat sekarang?" tanya Mini lagi dan sekarang memberikan tatapan penuh intimidasi pada Gio.


"Oh, yang itu.." gumam Gio setelah mengerti dan tentu ia tak menanggapi tatapan intimidasi dari gadis kecil ini.


"Yupz, yang itu. Dimana semua orang terluka dan hampir kehilangan nyawa mereka, termasuk Firda. Hanya kamu satu satu nya yang tidak memiliki luka serius" ujar Mini lagi seolah menyindir Gio "dan ayah ku salah satu nya, dia sekarat, dengan luka di sekujur tubuh nya, membuat dia lumpuh permanen. Tapi Firda menolong nya, kau ingat? Dan Ayah ku lah yang melihat mu menodongkan senjata pada Firda" Gio tentu langsung teperangah mendengar apa yang di katakan Mini, ia ingin mengatakan sesuatu namun lidah nya terasa kelu.


"Sebagai balas budi karena Firda menyelamatkan Ayah ku, aku membantu nya mencari tahu latar belakang mu. Dia sudah tahu semua pengkhianatan mu, tapi dia pura pura tidak tahu karena dia yakin sebenar nya kamu orang yang baik dan dia sudah menganggap mu seperti kakak nya sendiri" tutur Mini lagi.


"Bukan hanya itu, dia juga tidak memberi tahu Tuan Gabriel Karena Firda takut nanti Gabriel membunuh mu. Dia juga sengaja belajar bela diri mu, untuk mengingatkan mu akan kebaikan Tuan Gabriel, karena Tuan Gabriel juga kan yang melatih mu dan merawat mu?"


Gio masih terdiam, namun ia mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan Oleh Mini yang telah dengan sangat berani mengingatkan Gio akan masa lalu dan pengkhianatan nya.


"Dan jika Tuan Gabriel mati di tangan anak didik nya sendiri, seperti nya Firda akan melakukan hal yang sama pada mu" kata Mini dengan senyum puas di bibir nya.


"Bukan hanya itu, kamu juga membunuh salah satu teman kampus ku. Em ini orang nya..." Mini mengambil ponsel nya dan menunjukan foto teman wanita nya yang menghilang dan tidak di temukan jejak nya sampai detik ini.

__ADS_1


Sementara Gio sedikit terkejut sebenar nya karena wanita itu adalah wanita yang ia bunuh di kediaman Gabriel untuk di jadikan kambing hitam, namun kemudian Gio tetap berusaha tenang dan Mini terkekeh melihat ke angkuhan Tuam Muda Glatzel ini.


"Apa kamu polisi? detektif?" tanya Gio kemudian yang membuat Mini langsung tertawa renyah.


"Aku hanya mahasiswi biasa yang suka berpetualang di dunia maya, meretas sistem, menyadap nya, mencuri informasi dan sebagai nya" jawab Mini dengan bangga.


"Kamu hacker?" tanya Gio dan Mini hanya mengedikan bahu nya.


"Aku bisa menjebloskan mu ke penjara" kata Gio kemudian.


"Aku juga bisa menjebloskan mu ke penjara atas pembunuhan teman ku" balas Mini dengan santai, sekarang Gio yang di buat tertawa oleh nya.


"Apa kau tidak mencari tahu identitas ku dengan lengkap?" tanya Gio dengan tatapan yang semakin mengintimidasi Mini.


"Gio Glatzel, Tuan Muda dari klan Glatzel, Mafia yang mendunia dan di tangkap polisi itu hanya seperti semut yang menggigit jari kaki ku. Bisa dengan mudah aku hempaskan" kata Gio dengan angkuh nya yang membuat Mini meringis.


"Aku juga tidak tahu apa yang di fikirkan Nyonya Firda saat memilih wanita aneh seperti mu menjadi teman nya, kamu dan dia seperti langit dan bumi. Seperti hitam dan putih, seperti...." ucapan Gio terhenti saat Mini menatap tajam pada nya dengan raut wajah yang begitu dingin.


"Kamu juga berbeda dengan Firda, kamu penjahat, Firda orang baik. Kamu dari keluarga Mafia, Firda dari keluarga pesantren..." kata Mini kemudian.


"Perbedaan itu untuk menyempurnakan" kata Gio dengan santai nya, yang membuat Mini mendelik pada nya.


...


"Sudah berangkat?" tanya Firda dengan senyum sumringah di bibir nya, jangan lupakan juga binar di mata nya yang menunjukan ia sangat bahagia sekarang.


"Sudah, Sayang. Micheal seperti nya sangat bahagia, dia tidak sabar ingin sampai di sana" terdengar suara Gabriel yang juga tampak senang.


"Kata nya mau pulang minggu depan?" tanya Firda kemudian, karena baru semalam Gabriel mengatakan mungkin ia akan pulang minggu depan, tapi pagi ini ia mendapatkan kabar kalau Gabriel dan Micheal akan ke desa nya.

__ADS_1


"Tadi malam aku tidak bisa tidur, memikirkan Gio akan ke desa dan bertemu dengan mu. Jadi dari pada aku terus gelisah di sini, lebih baik aku pulang dan mengawasi kalian"


"Astagfirullah, Abang Gabriel. Sampai segitu nya cemburu sama Gio"


"Ya nama nya juga cinta, Sayang"


Firda terkekeh mendengar jawaban suami nya yang semakin lama semakin alay saja menurut nya, namun tentu hal itu juga membuat Firda senang dan bahagia.


"Ya sudah, nanti aku telfon kamu lagi ya kalau sudah mau sampai..."


"Iya, Bang. Hati hati ya, Assalamualaikum. Abang Gabriel"


"Waalaikum salam, Sayang"


Setelah panggilan telfon nya terputus, Firda langsung bergegas ke dapur. Dan disana, Firda melihat Ummi, Tante serta Nenek nya sedang memasak untuk menyambut Gio dan Mini.


"Ummi, Tante, Nenek..." seru Firda "Abang Gabriel juga pulang, sama Micheal"


"HUH???" semua nya memekik serampak membuat Firda terkekeh.


"Kata nya mungkin minggu depan, Fir" seru sang Nenek.


"Iya, Nek. Tapi kata nya juga, dia semalam tidak bisa tidur, karena kefikiran istri nya ketemu Gio. Tidak tenang kata nya" kata Firda jujur yang membuat semua nya hanya bisa geleng geleng kepala.


"Bisa ya, bos meninggalkan pekerjaan cuma karena alasan cemburu" gumam Ummi Aisyah.


"Aneh juga sih" sambung Nenek nya.


"Nama nya juga cinta" sambung Tante nya.

__ADS_1


__ADS_2