
Mini turun dari sepeda motor nya di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun terlihat megah dan ada beberapa penjaga di gerbang, mereka yang sudah mengenal Mini pun langsung mempersilahkan Mini masuk. Saat memasuki gerbang, juga ada beberapa penjaga di sana.
"Om, motor ku habis bensin" kata Mini pada salah satu pria di sana "Untung saja masih bisa sampai sini"
"Memang nya kenapa tidak minta jemput saja, Nona?" tanya pria itu.
"Buru buru tadi, terus sama aki nya perlu di ganti kayak nya, Om. Tolong ya, Om. Soalnya aku malas ngurusin nya" kata Mini.
"Buang saja motor nya kalau begitu" Mini dan pria itu menoleh pada asal suara bas itu.
"Enak saja kalau ngomong, Papa ku beli ini jutaan tahu" kata Mini ketus.
"Tuan muda..." pria itu menundukkan kepala nya dengan hormat saat sang Tuan muda mendekati mereka.
"Motor sudah expired begini kamu masih pakai..." ujar Gio dengan santai nya yang membuat Mini langsung memutar bola mata nya, jengah juga dengan kesombongan si tuan muda.
"Lagi pula, lain kali kalau mau ke sini tuh bilang. Aku bisa suruh orang jemput kamu" lanjut nya.
"Dari pada suruh orang jemput aku, mending kamu kasih aku mobil" ucap Mini asal sembari mengikuti Gio masuk ke dalam rumah nya.
"Iya, mau besok atau hari ini?" tanya Gio yang membuat Mini langsung terbelalak.
"Aku serius lho" kata Mini menegaskan karena ia berfikir Gio hanya bercanda.
__ADS_1
"Aku juga" kata Gio santai yang membuat Mini tercengang.
"Aku minta mobil lho, bukan minta sebuket bunga" kata Mini lagi yang masih tak percaya Gio benar benar akan memberikan nya sebuah mobil.
"Kamu fikir aku tuli, huh?" sentak Gio yang membuat Mini terkesiap dan langsung merengut "Lagi pula, tumben kamu ke sini..." lanjut nya.
"Aku ke sini mau minta cincin" jawab Mini dengan ketus.
"Cincin apa?" tanya Gio dan kini mendaratkan bokong nya di sofa.
"Ya cincin lamaran lah" ketus Mini yang juga duduk di sofa, tepat nya di hadapan Gio. Di depan mereka ada sebuah meja bundar dan ada laptop Gio yang masih menyala di atas nya.
"Maksudnya?" tanya Gio dengan polos nya yang membuat Mini menggeram kesal.
"Ya memang aku lupa..." gumam Gio merasa bersalah "Memang nya kamu mau cincin seperti apa?" tanya Gio kemudian.
"Cincin berlian, yang cantik pokok nya. Terus aku mau besok cincin nya harus sudah ada atau aku tolak lamaran kamu..." ancam Mini uang justru membuat Gio terkekeh.
"Pria hanya ingin kepastian dari wanita, tapi wanita ingin kepastian beserta bonus bonus nya, hm" kata Gio.
"Kan wanita itu realistis" jawab Mini percaya diri.
"Baik lah, aku akan membelikan mu berlian sekarang juga. Tapi bulan depan kita harus menikah"
__ADS_1
"Kenapa kamu ngebet banget sih? Aku kan masih kuliah" kata Mini yang terkesan merengek.
"Justru itu, kamu masih kuliah, sudah gitu sebatang kara lagi. Aku mau secepat nya jadi bagian dari hidup kamu, biar kamu tidak sebatang kara lagi, ada yang jagain kamu selama 24 jam, ada yang ngurus kuliah kamu dan aku tidak mau kamu tinggal sendirian karena itu tidak baik untuk anak gadis" tutur Gio yang membuat hati Mini tersentuh dengan jawaban yang tak di sangka nya.
"Kamu kok baik sih?" tanya Mini kemudian.
"Memang kapan aku jahat?" Gio balik bertanya.
"Engga pernah sih, tapi gara gara kamu, Papa ku lumpuh terus meninggal" lirih Mini dan seketika Gio terdiam. Ia teringat dengan salah satu bodyguard Gabriel yang terluka parah saat itu dan ia selamat berkat Firda, Gio teringat bagaimana pria paruh baya itu sekarat dengan luka di sekujur tubuh nya.
Gio beranjak dari tempat duduk nya, ia mendekati Mini dan bertekuk lutut di depan wanita nya itu. Kedua nya saling menatap dengan begitu dalam.
"Aku minta maaf, Mini" kata Gio dengan tulus "Karena itu lah, izinkan aku menikahi mu supaya aku bisa menjaga mu sebagaimana Papa mu menjaga mu. Mungkin aku tidak akan sebaik beliau tapi aku janji, kamu akan jadi prioritas utama dalam hidup ku" lirih Gio yang membuat telinga Mini seperti membesar, pipi nya merona dan jantung nya berdetak lebih kencang.
"Kamu mau kan memberi ku kesempatan?" tanya Gio dan secara spontan Mini mengangguk, rasa nya ia tak punya alasan untuk menggeleng.
"Dia bisa manis juga ternyata, aku harus segera memberi tahu Firda. Meskipun dia dari keluarga Mafia dan bukan dari keluarga penyair, tapi dia tetap manis dan romantis"
...💞💞...
Selamat pagi pembaca SkySal. Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?
Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya.
__ADS_1
Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘