
Jika ada yang mengatakan betapa enak nya menjadi Rukmini, suami tampan, kaya, cerdas. Maka kenyataan tak seindah itu, sama seperti Firda yang selalu dalam bahaya di karenakan masa lalu sang suami. Begitu juga dengan Mini, tak hanya sekali dua kali ia dan putra nya hampir merenggang nyawa, namun Tuhan masih terus memperpanjang usia mereka.
Dan setelah lulus kuliah, Mini tidak mencari pekerjaan karena suami nya sudah sangat cukup dalam memberi nya nafkah. Ia hanya duduk manis di rumah, berenang senang dengan sosial media nya dan tentu masih suka melakukan hal hal menantang di dunia maya. Dan hal itu ia turunkan pada putra nya, Zachary Glatzel.
Saat ini Zach sedang membuatkan identitas palsu untuk Aira kemudian mendaftarkan nya di lomba yang akan di adakan sebentar lagi.
"Sebenarnya aku benar benar iri pada gadis kecil itu, dia seusia sama aku, tapi kenapa dia seolah lebih hebat dari aku" gumam Zach yang usia nya hanya 6 bulan lebih tua dari Aira namun Zach selalu merasa Aira lebih pintar dari nya.
"Zach..." Zach terlonjak kaget mendengar suara teriakan Ibu nya itu, ia segera menutup laptop nya dan berlari keluar dari kamar.
"Apa, Mom?" Zach balas berteriak dari atas tangga.
"Ikut Mommy sebentar, Zach" teriak Mini lagi.
"Kemana?" tanya Zach yang masih ada di atas tangga.
__ADS_1
"Beli sayur ke pasar"
"Astaga, Mom. Ini sudah sore, besok pagi saja"
"Tidak mau, mau nya sekarang!" Zach menggerutu namun ia tak bisa membantah Mommy nya. Padahal di rumah itu ada beberapa pembantu, bodyguard. Tapi kalau soal ke pasar, Mini selalu mau pergi sama Zach.
"Ini sebenarnya aku orang kaya apa bukan sih? Kenapa harus pergi ke pasar sendiri?"
.........
"Iya, Kak. Cuma Kak Micheal yang bisa bantu Aira ke kota, soalnya Aira tidak mau ada yang tahu. Pasti tidak di bolehin sama Ummi dan Abi" Aira kembali memelas.
"Jadi kalian mau aku berbohong sama Daddy dan Mommy?" tanya Micheal menatap kedua adik nya itu bergantian.
"Bukan berbohong, Kak. Tapi bantu bilangin sama Daddy dan Mommy kalau Aira mau pergi ke rumah Mommy Angel" sambung Jibril.
__ADS_1
"Ya pasti tidak akan di bolehin, Jibril. Tahu sendiri gimana protective nya Mommy Daddy sama Aira, apa lagi Aira perempuan, pakai hijab, yakin mau ikut lomba berkuda begitu? Apa tidak aneh?" tanya Micheal lagi.
"Ya tidak ada yang aneh, Kak Michael. Nanti Aira pakai baju tebal, Aira cuma penasaran bagaimana rasa nya berpartisipasi di lomba besar seperti itu" rengek Aira. Micheal menatap adik perempuan nya itu lekat lekat, Aira cantik, wajah nya putih bersih dan pipi nya merona tanpa olesan blush on. Seperti nama nya, Humaira, yang berarti kemerah-merahan.
"Tapi bagaimana cara daftar nya?" tanya Micheal lagi.
"Zach sudah mengurus semua nya" jawab Jibril tenang.
"Aduh, aku deg degan. Kalau ketahuan Daddy apa lagi Mommy, bisa bisa kita di omeli" ucap Micheal cemas namun melihat wajah adik nya yang memelas membuat nya merasa kasihan.
"Lagian kamu itu masih kecil, Aira. Memang nya kamu tidak takut? Para peserta lomba itu semua nya orang dewasa, mereka berpengalaman. Sementara kamu? Selama ini kamu cuma berkuda di sekitar rumah, tidak pernah ikut lomba"
"Ya justru karena Aira tidak pernah punya pengalaman itu, Kak. Kalau sudah berpengalaman mah Aira tidak perlu ikut lagi"
"Kak Micheal bisa bantu atau tidak?" tanya Jibril.
__ADS_1
"Nanti Kakak coba ya" jawab Micheal yang membuat Aira memekik girang.