Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 263 - Rayuan Ala Michael


__ADS_3

Angeline dan Dokter Aryan menyambut hangat kedatangan anak anak mereka, anak orang lain yang Dokter Aryan anggap sebagai anak kandung nya sendiri.


Bagaiamana tidak, istri pertama nya menceraikan dia karena Dokter Aryan tidak bisa memiliki anak. Dan ia sangat bersyukur karena di pertemukan dengan wanita lain yang mau menerima Dokter Aryan apa ada nya, tak hanya itu, ia juga mendapatkan anak yang sangat menggemaskan seperti Micheal, dan bonus dua anak lain nya yang merupakan suadara seayah Micheal. Anak anak baik dengan kepribadian yang sangat mengagumkan.


"Mommy mendapatkan amanah dari Mommy Firda untuk menjaga kalian, khusus nya Aira" seru Angeline yang saat ini duduk di depan ketiga anak nya.


"Iya, Mommy" cicit Aira.


"Sekarang kalian pergi ke kamar kalian" titan Angeline dan ketiga anak nya pun naik ke kamar meraka.


Micheal dan Jibril tinggal di kamar yang sama, sementara Aira tinggal tentu tinggal di kamar terpisah.


Angeline memperhatikan ketiga anak itu yang kini naik tangga bersama dan terdengar obrolan di sertai suara tawa yang membuat Angeline tersenyum. Sungguh ia tak menyangka, anak anak dari wanita yang pernah ia benci dulu justru kini seperti anak anak nya sendiri, tentu hal itu bermula di karenakan Firda dan keluarga nya yang sangat sayang dan memperlakukan Micheal seperti anak mereka sendiri.


"Coba ya setiap hari ada mereka bertiga di rumah, pasti seru" ucap Dokter Aryan yang juga memperhatikan ketiga anak itu.


"Aku juga berfikir begitu, tapi ya mau bagaimana lagi. Micheal harus pergi ke pesantren, sedangkan Aira dan Jibril..."


"Mereka punya keluarga sendiri" lirih Dokter Aryan, Angeline pun menoleh dan menatap suami nya itu dengan pandangan sambil tersenyum.


"Kita juga keluarga nya, bukti nya mereka mengambil mu Daddy kan?"


"Itu berkat Micheal, kedua adik nya jadi ikutan. Aku benar benar tidak menyangka bisa di karunia tiga anak sekaligus" Dokter Aryan penuh haru, karena ia memang sangat bahagia memiliki Micheal dan kedua adik nya meskipun sejati nya ia tidak memiliki ikatan darah apapun dengan mereka, khususnya Jibril dan Aira.


.........


Saat makan malam, Zach mendapatkan telfon dari seseorang yang akan menjual kuda putih nya. Tentu saja Zach sangat senang dan memekik girang, hal itu menarik perhatian Mommy dan Daddy nya yang juga sedang menyantap makan malam mereka.


"Kenapa, Zach?" tanya Gio menatap curiga anak nya itu.


"Eh, bukan apa apa, Dad" jawab Zach yang segera menetralkan raut wajah nya.


"Terus kenapa kegirangan begitu?" tanya Mini.


"Bukan apa apa" jawab Zach lagi.


"Oh ya, Micheal dan kedua adik nya ada di Jakarta. Kata nya mereka mau nonton lomba pacuan kuda" ujar Mini kemudian memberi tahu suami dan anak nya itu.


"Iya, aku sudah tahu. Besok kami mau jalan jalan" jawab Zach santai sembari mengirim pesan pada Jibril.

__ADS_1


"Kuda nya sudah dapat seperti yang Aira mau, kuda nya juga masih kecil. Aku akan kirimkan foto nya, terus besok kita ketemuan sama penjual nya. Dia belum bilang mau harga berapa, tapi seperti nya dia akan mematok harga yang tinggi"


"Terus kalian ada rencana pergi kemana besok?" tanya Mini lagi.


"Jalan jalan saja, Mom. Biasalah, anak muda. Cari hiburan" jawab Zach kemudian meletakkan ponsel nya di atas meja.


"Sama Aira juga?" tanya Gio.


"Tentu saja, Dad. Masak Aira nya di tinggal, kan tidak asyik" seru Zach.


"Aira itu anak gadis, Zach. Tidak baik dia keluar terus, sekalipun keluar, harus di jaga. Kamu juga sebagai teman nya harus bisa jaga dia ya"


"Yang bilang Aira anak cowok siapa" balas Zach yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Gio. "Hehe, bercanda, Dad"


.........


Setelah makan malam selesai, Jibril segera memberi tahu isi pesan Zach pada Micheal dan tentu Micheal tidak keberatan sama sekali.


"Yang penting buat adik kita senang" ujar Micheal yang membuat Jibril mengulum senyum simpul.


"Memang isi rekening mu berapa, Kak?" tanya Jibril lagi "Karena aku tidak punya uang sama sekali"


Padahal sebenarnya isi rekening nya tidak seberapa, sejak ia di kirim ke pondok pesantren, Micheal tak lagi di berikan uang kecuali untuk kebutuhan nya.


"Bukan nya Daddy tidak pernah memberikan uang lebih dari kebutuhan kita selama di pesantren?" tanya Jibril lagi.


"Kan kita punya dua Daddy, Dek. Tenang saja..." jawab Micheal lagi yang kembali membuat Jibril tersenyum simpul.


"Sekarang kamu tidur gih, aku mau Daddy Aryan dulu" kata Micheal yang lagi lagi membuat Jibril tersenyum sambil geleng geleng kepala.


Micheal segera keluar dari kamar sementara Jibril membuka laptop Micheal kemudian ia menonton film Action kesukaan nya, karena selama berada di pesantren ia tak pernah menonton film sedikit pun.


Micheal menemukan ayah tiri nya itu yang sedang duduk di sofa dan tampak sibuk dengan laptop nya, mata Micheal berbinar saat tak mendapati Mommy nya di sana yang artinya akan aman untuk meminta uang.


"Daddy..." seru Michael sembari menjatuhkan bokong nya di samping Dokter Aryan. Perhatian Dokter Aryan justru langsung tertuju pada celana Micheal dimana resleting nya masih terbuka lebar.


"Mau pamer burung kamu, Mikail?" tanya nya sambil terkekeh yang membuat Micheal terkejut dan langsung menarik resleting nya.


"Aduh, kenapa lupa. Malu nya" gumam Micheal yang membuat Ayah nya tertawa.

__ADS_1


"Haha, kenapa malu? Daddy sudah pernah lihat dulu, malah Daddy yang potong burung mu sementara kamu sibuk meluk ayam yang isi nya yang semua"


"Jangan di ungkit lagi, itu memalukan" geram Micheal karena sampai detik ini ia sering di ingatkan dengan tragedi sunatan nya itu.


"Oh ya, kedatangan ku kesini mau menawarkan sesuatu" lanjut Micheal kemudian.


"Oh ya? Menawarkan apa?" tanya Dokter Aryan antusias.


"Mau menawarkan kebahagiaan anak anak Daddy, Daddy mau kan ketiga anak Daddy ini bahagia?"


"Tentu saja, kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan terbesar Daddy"


"Alhamdulillah kalau begitu, jadi begini..." Micheal melirik ke kanan ke kiri, takut tiba tiba Mommy nya datang dan memergoki nya sedang merayu suami Mommy nya.


"Kami butuh uang, Dad" ucap Michael setengah berbisik


"Uang? Untuk apa?" tanya Dokter Aryan.


"Untuk membeli kuda Aira, tapi jangan bilang bilang sama yang lain nya"


"Tapi kan Aira sudah punya kuda, dia masih kecil, Mickey. Untuk apa beli kuda lagi"


"Kata nya tadi mau membuat ketiga anak mu senang, Dad. Bagaimana sih?" gerutu Micheal menampilkan wajah sedih nya, dan tentu itu adalah cara paling ampuh untuk merayu ayah nya itu.


"Ya bukan begitu, tapi..."


"Please, Dad. Hanya sedikit, ya? Nanti aku akan nabung dan ganti uang nya deh" seru Micheal yang tentu saja membuat hati Dokter Aryan terkesiap.


"Ya Allah, Nak. Aku ini ayah mu, masak kamu mau hutang sama ayah mu sendiri. Aku cari uang kan memang baut kamu sama Mommy. Ya sudah, nanti Daddy akan transfer" Micheal la. Langsung memekik girang setelah mendengar ucapan ayah nya itu.


...............


...Hai, kalian suka cerita ini?...


...Jangan lupa tap ❀️, kemudian tekan like, tinggalkan comments, dan aku sangat mengharapkan gift serta vote dari kalian ☺️....


...Jangan lupa juga follow SkySal supaya tidak ketinggalan Novel menarik lain nya. ...


...Aku tunggu jejak nya di setiap episode ya, thank you and I love you, all. 😘...

__ADS_1


Episode ini masih berlanjut, tunggu episode selanjutnya yang pasti engga kalah seru nya ya... 😘


__ADS_2