Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 224 - Sabar...


__ADS_3

Seorang sipir datang membawakan makanan untuk Edward dan ia memasukkan nya lewat lubang khusus untuk di pintu.


"Hey, ambil makanan mu" teriak sipir itu namun Edward tak menanggapi nya sama sekali, sipir itu kembali memanggil Edward namun hasil nya masih sama. Ia pun mengintip ke dalam dari balik lubang itu dan ia menemukan Edward yang terbaring di pojok dengan mulut yang berbusa. Sipir itu segera memanggil bantuan dan tak lama kemudian seorang kepala sipir datang.


"Ada apa?" tanya nya.


"Tahanan 66 itu seperti nya keracunan" kata sipir penjaga.


"Tapi kita tidak membawa nya ke rumah sakit atau dia akan mati karena bom di kaki nya itu" ujar kepala sipir "Aku akan panggil Dokter lapas, kalian jaga lah orang itu. Dia sangat berbahaya" kata kepala sipir dan semua polisi yang di sana pun langsung patuh perintah nya. Edward masih tak bergeming di tempat nya, tak ada yang berani juga untuk memeriksa keadaan nya karena setahu mereka Edward adalah seorang Mafia yang kejam. Mereka takut Edward hanya bersandiwara dan saat ia di dekat, maka ia akan menyerang.


Tak lama kemudian seorang Dokter yang memang bertugas di lapas itu datang bersama kepala sipir, mereka masuk bersama sama ke dalam ruangan Edward tentu dengan senjata yang sudah siap mereka todongkan. Sementara si Dokter kini mereka keadaan Edward.


"Denyut nadi nya sangat lemah, apa lagi dia tidak terkena sinar mentari sedikitpun selama berbulan bulan. Dia juga keracunan makanan, dia seperti nya memakan makanan yang basi"


"Makanan basi? Kami tidak pernah memberi nya makanan basi" kata sipir yang menjaga sel Edward.


"Untuk mengetahui keadaan nya, sebaik nya kita membawa dia kerumah sakit" ujar Dokter itu.


"Itu tidak mungkin, gelang di kaki nya itu bom yang akan meledak jika sampai dia sampi melangkah melewati 20 meter dari penjara"


"Tapi dia bisa mati"


"Dia memang di tuntut dengan hukuman seumur hidup tanpa ada kebebasan bersyarat itu sama saja di tuntut dengan hukuman sampai dia mati"


Tak ada lagi yang bisa menjawab apa yang di katakan sipir penjara, karena pengadilan memang memutuskan hukuman seumur hidup tanpa kesempatan bebas bersyarat untuk Edward.


"Aku tahu, tapi rasa nya tidak manusiawi membuat seseorang mati pelan pelan begini" kata sang Dokter yang merasa kasihan melihat kondisi Edward yang bahkan tak terlihat seperti manusia.


"Kita hanya di beri tugas untuk menjaga tahanan, bukan mengasihani mereka" kata kepala sipir itu dengan tegas.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti" jawab Dokter itu "Berikan saja air putih yang banyak pada nya dan setidak nya izinkan dia di tahan di sel yang ada cahaya nya" saran Dokter itu dan tak ada yang menanggapi ucapan sang Dokter. Karena setiap polisi pasti akan benci penjahat dan saat ada kesempatan untuk menghukum tanpa bekas kasih, tentu meraka tak akan menyia nyiakan kesempatan itu.


.........


Sementara itu, Gio dan Mini benar benar pergi untuk mencari cincin pernikahan karena Gio sangat serius saat mengatakan akan menikahi Mini bulan depan. Mereka bahkan sudah membuat janji dengan desainer yang akan membuat baju pengantin meraka, mereka juga sudah menyewa wedding organizer untuk mengurus keperluan pesta pernikahan mereka yang di adakan sangat dadakan ini.


"Benaran bulan depan ya?" tanya Mini dengan suara lirih, saat ini ia dan Gio sedang memilih desain undangan pernikahan mereka.


"Aku rasa, dua minggu yang lalu aku bilang nya kalau bulan depan" jawab Gio yang membuat Mini tercengang dan ia segera memutar otak cerdas nya.


"Jadi sudah dua minggu yang lalu ya tuh acara lamaran?" tanya Mini kemudian dan ia mengecek kalender di ponsel nya.


"Astaga, apa yang aku lakukan dalam hidup ku selama dua minggu ini?"


"Banyak, memesan cincin pernikahan, menemui desainer. Meeting sama WO dan yang pasti nge date" jawab Gio sambil terkekeh. Mini menatap calon suami nya itu lekat lekat, menelisik setiap inci wajah nya yang entah kenapa semakin hari semakin tampak berbeda. Seperti, mata nya yang tampak lebih bersinar. Senyum nya tampak lebih manis, kata kata nya yang terdengar lebih lembut.


"Kenapa memandang ku begitu?" tanya Gio "Aku sangat tampan ya? Sampai sampai kamu tidak bisa mengalihkan pandangan dari wajah ku" goda Gio yang tentu saja membuat Mini langsung merona.


"Sepertinya apa?"


"Semakin hari wajah mu semakin berminyak"


"Apa?" desis Gio dan ia langsung memegang kedua pipi nya dengan tangan nya, membuat Mini terkekeh geli


"Takut banget wajah berminyak, kan kaya. Perawatan dong" ujar Mini yang membuat Gio mendengus.


"Sabar, Gio. Sabar..."


..........

__ADS_1


Micheal yang sudah ada di desa sejak kemarin kembali membuat Gabriel pusing. Dari harus berbagi ranjang, berbagi cinta, berbagi perhatian. Dan yang membuat Gabriel semakin kesal, karena Micheal sekarang sering minta makan malam malam. Inti nya, dia akan merasa lapar lagi di atas jam 11 dan Micheal tidak mau memakan makanan yang dingin atau panas. Harus pas hangat nya.


"Daddy..." Micheal menarik ujung kaos Daddy nya yang saat ini sedang memasak telur mata sapi. Ini malam kedua Michel minta makan padahal sebentar lagi jam suda menunujukan pukul 12 tengah malam.


"Apa lagi, Mickey?" tanya Gabriel kesal.


"Jangan buat satu telur mata sapi nya, nanti kurang" kata Micheal yang membuat Gabriel menghela nafas berat.


"Iya, Daddy buatkan lima..." jawab Gabriel "Lagian sejak kapan kamu makan tengah malam begini?" tanya Gabriel kemudian karena baru dua minggu ia tak tinggal bersama putra nya namun kini putra nya sudah punya kebiasaan baru yang bikin kesal


"Sejak pulang ke rumah Mommy Angel, soal nya kan kadang Mickey tidur nya cepat, terus nanti bangun, terus lapar. Kadang Mickey main game sampai tidak tidur terus lapar deh"


"Jangan banyak banyak main Game, Mickey. Nanti rusak mata mu lho"


"Memang nya mata bisa rusak, Daddy?"


"Ya bisa lah..."


"Tapi Mickey lihat Daddy selalu pakai laptop, mata nya tidak rusak"


"Itu karena Daddy sedang kerja..."


"Kerja atau Game apa beda nya? Kan sama sama main barang elektronik"


"Astagfirullah, sabar, Gabriel. Sabar...." Gabriel mengelus dada nya setelah mendengar jawaban jawaban putra nya itu.


......💞💞......


Selamat pagi pembaca SkySal. Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?

__ADS_1


Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya.


Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘


__ADS_2