Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 272


__ADS_3

Atas saran Maryam, Jibril benar benar memanggil Micheal dan Daddy nya. Hal itu mengejutkan Maryam, ia sempat berfikir mungkin Jibril akan takut dan tidak berani menghadapi masalah ini namun dugaan nya sangat salah.


Putra sulung Firda itu tampaknya tipe pria bertanggung jawab yang tidak takut apapun.


Dan sekarang disinilah mereka berlima, berada dikamar Aira dan di sidang oleh kedua orang tua mereka. Micheal, Jibril dan Aira juga sama sama sudah sangat jujur. Namun ada satu hal yang masih Aira sembunyikan, yaitu tentang Ibu Javeed. Aira berfikir akan membicarakan hal itu dengan orang tua nya saja.


"Kami benar benar minta maaf, Ummi" lirih Jibril dan Micheal hanya mengangguk dengan cepat.


"Kami janji tidak akan mengulaginya" ucap Jibril lagi dan lagi lagi Micheal hanya mengangguk beberapa kali.


Firda dan Gabriel menatap tajam Micheal, mereka sungguh kecewa pada Micheal yang seharusnya tidak mengajari adik adiknya berbohong.


"Micheal!" tegas Gabriel dan Micheal pun langsung mendongak "Kamu itu seorang kakak, seharusnya kamu mengajari adik adik mu hal yang baik. Bukan mengajari mereka berbohong" tukas Gabriel.


"Kapan kami bohong, Dad? Kami kan cuma tidak bilang kalau Aira ikut lomba" jawab Micheal membela diri.


"Itu juga bohong, Micheal. Kenapa kamu malah melawan?" geram Gabriel sementara Aira dan Jibril kini menunduk.


"Beda, Dad. Berbohong Dan tidak memberi tahu itu berbeda" Micheal menjawab juga dengan tegas "Kalau bohong itu contoh nya begini 'Micheal, kamu pergi ke lomba ya' terus aku jawab 'Tidak, Dad'. Itu berbohong" ucap Micheal yang membuat Gabriel tercengang

__ADS_1


"Nah, kan kami tidak mengelak pergi ke lomba itu. Kami cuma tidak memberi tahu, itu tidak termasuk bohong, Dad. Itu cuma tidak memberi tahu" lanjut nya penuh penekanan yang membuat Gabriel semakin tercengang. Sementara Jibril dan Aira menahan senyum mendengar kata kata kakak mereka itu yang memang sangat pintar mencari pembenaran itu.


"Kamu kenapa selalu mengelak, Micheal!" geram Gabriel yang tampaknya emosi namun dengan cepat Firda menyentuh lengan suaminya itu, memberinya isyarat bahwa ia harus tenang.


"Bukan mengelak, Dad. Cuma memberi tahu" jawab Micheal lagi yang membuat Daddy nya sangat marah.


"Micheal...!!!"


"Bang, tenang dulu" kata Firda lembut.


"Anak anak. Coba tatap mata Ummi" seru Firda kemudian dan anak anaknya itu pun langsung menatap Ibu mereka "Ummi tidak melarang kalian melakukan suatu apapun, selama itu tidak melanggar syariat. Apa Ummi melarang Aira berkuda?" tanya nya dan ketiga anaknya itu menggeleng "Apa Ummi melarang Micheal yang suka nonton film dan suka makan di kamar nya?" tanya Firda lagi dan mereka kembali menggeleng.


"Ummi sekarang sudah tahu apa hobi kalian, apa kebiasaan kalian. Setiap orang tua itu akan tahu dan mengenali anak nya dengan sangat baik. Tapi, jika kalian ingin melakukan sesuatu. Kami harap kalian minta izin dulu, itu sebagai bentuk kalian menghargai kami sebagai orang tua kalian. Dan meskipun kami tahu kalian baik baik saja, kami tetap selalu memikirkan kalian dan mencemaskan kalian. Jadi, apa bisa kalian menjaga perasaan kami sedikit saja?" tanya Firda lirih yang tentu saja membuat ketiga anaknya langsung terenyuh, hati mereka seperti di cubit mendengar ucapan terkahir Ibu mereka.


Ketiga anak Firda dan Gabriel itu kembali menunduk malu dan tampak sangat menyesal dengan perbuatan mereka.


"Jika kalian izin, itu jauh lebih baik. Jika kami tidak mengizinkan, itu bukan berarti kami tidak mendukung keinginan kalian. Tapi kami memikirkan apakah itu baik atau tidak untuk kalian" kata Firda lagi.


"Maafkan Aira, Ummi" lirih Aira kemudian.

__ADS_1


"Aku juga meminta maaf, Mommy" sambung Jibril.


"Aku juga" ucap Micheal "Maaf karena kami lupa menjaga perasaan Mommy dan Daddy, maaf karena kami lupa untuk menghargai Mommy dan Daddy. Maaf karena kami hanya mementingkan kesenangan kami sendiri" tutur Micheal dengan begitu tulus.


Ia teringat dengan kasih sayang yang Firda berikan selama ini padahal ia hanya anak tiri, Micheal merasa sangat bersalah karena ternyata ia adalah putra yang egois walaupun ia melakukan itu demi Aira, tapi bagaimanapun juga Micheal tetap salah.


"Kalian janji tidak akan mengulanginya lagi?" tanya Firda.


"Kami janji" ucap mereka bertiga dengan serempak.


Firda dan Gabriel sama sama mengehela nafas berat, mereka pun sangat terkejut setelah mendengar pengakuan anak anak mereka dan ia sangat terkejut dengan keberanian Aira yang masih remaja.


"Baiklah, sekarang pergi makan malam bersama suadara saudara kalian" seru Gabriel dan ketiga anaknya itu pun melangkah keluar kamar beriringan.


Saat membuai pintu, mereka di kejutkan dengan sepupu sepupu mereka yang ternyata menguping pembicaraan mereka.


"Kena sidang ya..." tukas Al sambil cengengesan.


"Kalian sih" sambung Ezra.

__ADS_1


"Sudah sudah, ayo makan..." ajak Jibril dan meraka pun pergi ke dapur bersama.


__ADS_2