
Keesokan hari nya, Firda dan Gabriel sama sama keramas sebelum sholat subuh. Tentu karena Gabriel tak hanya melakukan foreplay padahal kata nya cuma itu, eh tahu nya Gabriel merengek ingin menjenguk bayi nya sebentar sehingga Firda tak bisa menolak nya. Selain takut dosa, ia juga kasihan dengan wajah tersiksa sang suami.
Setelah mandi, kedua nya sholat berjemaah. Dan bersamaan dengan itu, Micheal terbangun. Namun ia hanya diam saja di tengah ranjang sembari memperhatikan Gabriel dan Firda yang sedang menjalankan ibadah. Setelah sholat, berdizkir dan berdoa. Firda melepaskan mukena nya dan ia hanya memakai dress dengan potongan V di dada nya dan tanpa hijab, apa lagi rambut nya masih sedikit basah.
"Mickey, kenapa sudah bangun?" tanya Firda sedikit terkejut karena Micheal terbangun.
"Tadi dengar Mommy bilang Aamiin, jadi Mickey bangun" jawab Micheal.
"Seperti nya Micheal juga harus di ajari sholat, Sayang" kata Gabriel sembari melepaskan peci nya dan memberikan nya pada Firda.
"Mommy Cantik dan Daddy kenapa keramas tengah malam?" tanya Micheal kemudian dengan polos nya yang membuat Gabriel dan Firda sama sama langsung tercengang.
"Sayang..." kata Gabriel sembari mendekati Micheal "Ini bukan tengah malam, sudah subuh" tukas nya.
"Tapi kan masih gelap, Daddy" jawab Micheal yang membuat Gabriel meringis. Sementara Firda hanya diam saja, dalam hati ia berkata.
"Biarkan saja bapak nya yang jelaskan, siapa suruh tidak mau sabar"
Kemudian Firda mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut nya dan saat itulah, Micheal melihat ada yang aneh dengan leher Mommy Cantik nya, apa lagi atasan daster nya yang terbuka menampilkan ada tanda merah di sekitar dada nya juga.
"Mommy, leher dan dada Mommy Cantik kenapa?" pekik Micheal yang membuat Firda terkejut. Ia merutuki diri nya sendiri kenapa lupa menutupi leher dan dada nya.
Firda dengan cepat mematikan hairdryer nya dan menarik pashiman dari gantungan kemudian melilitkan nya di leher hingga menutupi dada nya juga.
"Tidak apa apa, Sayang" kata Firda namun Micheal justru merangkak turun dari ranjang Firda dan menarik pashmina Firda.
"Jangan, Mickey sayang..." bujuk Firda mencoba mempertahankan pashmina nya namun Micheal memaksa sehingga Firda tidak bisa apa apa.
"Apa Mommy di gigit hewan?" seru Micheal yang membuat Firda dan Gabriel sama sama terhenyak. Tangan kecil Micheal terulur dan hendak menyentuh bekas kemerahan di leher Mommy tiri nya itu namun Firda dengan cepat menghentikan nya.
"Jangan, Sayang...." bujuk Firda dengan sangat lembut, berharap Micheal mau membiarkan nya saja.
"Sakit ya, Mommy? tanya Micheal sambil meringis seolah dia juga merasakan sakit" Hewan nya pasti besar sekali ya, Mommy" ucap nya lagi yang membuat Gabriel dan Firda sama sama hanya bisa melongo. Apa lagi ketika Micheal mengatakan hewan nya besar.
"Sayang, Tidak mungkin Mommy di gigit hewan" ujar Gabriel kemdian.
__ADS_1
"Anak durhaka, ayah sendiri di bilang hewan"
"Tapi bekas nya banyak sekali dan besar besar, Daddy. Merah merah, iihhhh pasti sakit" ujar Michael lagi dan ia masih meringis.
"Sebaiknya Micheal cuci muka ya, ileran tuh..." kata Firda berusaha mengalihkan topik pembicaraan, dan benar saja, Micheal langsung mengusap pipi nya yang terasa lengket.
"Ayo, Sayang. Cuci muka..." kata Gabriel dan segera menuntun anak nya itu masuk ke kamar mandi.
Setelah kedua nya masuk kamar mandi, Firda dengan cepat mengeringkan rambut nya dan mengganti daster nya dengan baju gamis yang seperti sehari hari ia pakai.
Sementara di kamar mandi, Micheal tampak nya masih mencemaskan Mommy Cantik nya.
"Apa mungkin Mommy Alergi ya, Daddy..." kata nya yaang membuat Gabriel menghela mafas lesu.
"Bisa jadi" jawab nya malas.
"Kenapa anak ini keras kepala sekali sih, rasa penasaran nya tinggi lagi" gerutu nya dalam hati.
"Mungkin gara gara kemarin makan ikan nya banyak, jadi alergi" kata Micheal lagi.
"Daddy... Mungkin..."
"Selesaikan dulu sikat gigi nya baru nanti bicara" Gabriel memperingatkan. Micheal pun dengan cepat menyelesaikan acara sikat gigi nya. Kemudian Gabriel membantu nya kumur kumur hingga bersih.
"Tapi seperti nya tidak alergi, Daddy.." kata Micheal lagi setelah kumur kumur, membuat Gabriel geleng geleng kepala
"Kalau Mommy Alergi ikan, seharus nya Mommy tidak boleh makan ikan ya, Daddy" ucap nya lagi.
"Hmmm" jawab Gabriel yang sudah tidak tahu harus menjawab apa.
"Jadi benar di gigit hewan ya, Daddy"
"Hmm'
"Apa di gigit hewan nya karena mandi tengah malam ya, dday"
__ADS_1
"Hmm"
"Daddy, kasihan sekali Mommy Cantik ya. Leher nya yang putih seperti susu jadi merah merah karena di gigit hewan..."
"Micheal..." Gabriel menggeram tertahan karena sudah sangat gemas dengan putra nya ini, apa lagi setelah Micheal mengucapkan leher Mommy nya yang putih susu. Ah, Gabriel tidak bisa terima itu.
Gabriel mengelap wajah Micheal dengan handuk, Gabriel menuntun Micheal keluar dan ia melihat istri nya yang sudah memakai jilbab besar nya lagi.
"Mommy...." teriak Micheal berlari ke arah Firda "Mungkin di kamar mandi ada hewan Mommy, karena Mommy mandi tengah malam, maka nya Mommy di gigit"
Gabriel dan Firda hanya bisa garuk garuk kepala, kedua nya sudah kehabisan akal menghadapi bocah 5 tahun ini.
"Sebaik nya Mickey dan Daddy keluar dulu ya, Mommy mau membersihkan kamar" kata Firda yang membuat Gabriel langsung melotot pada nya, Gabriel sudah tidak sanggup menghadapi todongan pertanyaan dan pernyataan tak masuk akal dari putra nya itu, sementara Firda memang sengaja mengusir mereka karena juga tak sanggup menghadapi pertanyaan anak tiri nya itu.
Firda membereskan kamar nya dan sesekali ia menarik nafas panjang, karena benar benar tidak menyangka ternyata Micheal punya jiwa kepo yang melebihi ibu ibu kompleks.
Sementara itu, Gabriel membawa Micheal keluar dari rumah untuk menikmati hawa pagi yang begutu sejuk, yang tidak mungkin mereka temukan di kota.
Gabriel membawa Micheal jalan jalan ke sekitar area sekolah, para Ustadz sudah bangun dan melakukan aktifitas mereka.
Gabriel melihat Gio yang duduk di depan kediaman para Ustadz. Gabriel pun membawa Micheal menghampiri Gio yang terlihat sesekali masih menguap.
"Masih mengantuk?" tanya Gabriel sambil tersenyum sinis.
"Hm.. Huwaaaiii" Gio menguap sekali lagi "Jam 3 semua nya sudah bangun, aku jadi ikut bangun dan tidak bisa tidur lagi" rengek nya sambil garuk garuk kepala nya sementara rambut nya sudah acak acakan, Gabriel terkekeh mendengar rengekan Gio itu.
"Gerry dimana?" tanya Gabriel lagi.
"Tidur mati dia" jawab Gio.
"Bangunkan dia, mandi dan pergi lah kerumah. Kita sarapan bersama disana" ujar Gabriel yang sudah tak lagi berbicara seperti layak nya musuh.
"Hem" jawab Gio malas "Kamu sudah mandi? Rambut mu basah pagi pagi" kata Gio yang membuat Gabriel mendelik. Ia sudah membuka mulut nya untuk menjawab namun Micheal malah mendahului nya.
"Mommy dan Daddy sama sama mandi tengah malam sampai sampai Mommy di gigit hewan di leher nya" seru nya lantang dan hal itu mengundang perhatian beberapa Ustadz yang mendengar nya. Gabriel langsung meringis, entah kenapa putra nya begitu cerewet seperti Ibu Ibu saja. Sementara para Ustadz hanya bisa menahan senyum, beda hal nya dengan Gio yang tak mengerti hal itu.
__ADS_1
Gabriel langsung mengangkat putra nya itu ke dalam gendongan nya dan pergi dari sana dengan wajah yang sudah merah padam.