
Gabriel memberi tahu Firda bahwa malam ini mereka di udang ke sebuah pesta, namun Gabriel mengatakan mereka takkan pergi karena Firda yg sedang bersedih.
"Pesta apa memang nya?" tanya Firda pada suami nya itu.
"Penggalangan dana..." jawab Gabriel. Firda memikirkan hal itu sesaat, rasanya tidak enak kalau Gabriel tidak datang hanya karena Firda yg bersedih atas kematian hewan peliharaan nya, apa lagi yg mengundang Gabriel itu rekan bisnis nya dan juga dalam rangka penggalangan dana.
"Aku tidak apa apa, kita bisa datang" ujar Firda kemudian.
"Kamu yakin?" tanya Gabriel ingin memastikan karena ia melihat Firda yg masih tampak sedih, Firda mengangguk sambil menyunggingkan senyum samar nya.
.........
Di pesta, saat Gabriel dan Firda datang, orang orang sudah berkumpul di sana. Tuan rumah juga menyambut Gabriel beserta istri mungil nya dan langsung mempersilahkan Gabriel untuk bergabung dengan tamu undangan yg lain.
Dan saat itu juga, Gabriel langsung terdiam saat ia berhadapan dengan seorang wanita yg sangat berarti di masa lalu nya. Bahkan wanita itu juga terkejut saat melihat Gabriel dan lebih terkejut lagi saat melihat wanita yg di gandeng Gabriel.
"Gabriel..." sapa wanita itu dengan anggun dan juga ia menampilkan senyum menawan nya.
"Angeline..." Gabriel juga menyapa nya dengan tak kalah anggun nya.
Angeline melirik Firda dengan tatapan dingin sementara Firda justru membalas nya dengan senyum hangat.
"Jadi kabar itu benar, kamu memiliki istri?" tanya Angeline yg lebih ke bentuk sebuah ungkapan tak percaya dan tak terima.
"Ya" jawab Gabriel singkat "Firda, kenalkan dia Angeline, dia..."
"Teman lama nya Gabriel..." sela Angeline dengan cepat, Firda dan Angeline pun berjabat tangan dan seketika ingatan Firda berputar pada kejadian di mall beberapa hari yg lalu.
"Aku pernah melihat mu, bukankah kamu punya seorang putra?" tanya Firda yg membuat Gabriel terkejut dan Angeline pun tampak bingung.
"Dari mana kamu tahu, Nyonya Emerson?" tanya Angeline dengan menekan nama panggilan yg sempat tersemat pada diri nya 4 tahun yg lalu.
"waktu itu kita bertemu di toilet, di mall" ujar Firda.
"Aku tidak mengingat nya" jawab Angeline namun mata nya masih melirik Gabriel.
__ADS_1
"Ya, kita memang tidak bertegur sapa. Aku sangat mengingat nya karena aku melihat putra mu yg sangat tampan" puji Firda tulus yg membuat Angeline tersenyum, menghargai pujian Firda.
Gabriel sendiri tercengang mendapati kenyataan bahwa istri kedua nya itu ternyata sudah bertemu dengan mantan istri dan juga anak nya. Firda menatap Gabriel dan berkata
"Anak nya sangat tampan, dan saat tersenyum dia mirip sekali dengan mu" ujar Firda yg membuat Gabriel kini tersenyum senang. Sementara Angeline juga tersenyum namun ia menampilkan senyum miring.
"Jadi, putra ku mirip suami mu, ya" ujar Angeline ambigu masih dengan senyum miring nya.
"Aku rasa iya" jawab Firda sejujur nya.
"Entah siapa yg beruntung, suami mu atau putra ku" Angeline berkata penuh teka teki bagi Firda. Firda melirik Gabriel kemudian ia menatap Angeline. Firda bisa merasakan ada suatu kecanggungan di antara mereka. Bahkan Firda menangkap basah Angeline yg sesekali mencuri pandang pada suami nya itu.
"Tuan dan Nyonya Emerson..." sapa seorang wanita paruh baya, ia menjabat tangan Gabriel dan Firda bergantian. Wanita itu adalah istri dari tuan rumah "Aku senang kalian datang" ujar nya yg membuat Firda dan Gabriel tersenyum.
"Nyonya Emerson, anda tampak masih sangat muda. Tapi walaupun begitu aku ingin anda bergabung dengan kami, kami ingin membicarakan sesuatu tentang investasi kemanusiaan. Mungkin anda tertarik" Firda menatap Gabriel, meminta persetujuan dari nya dan Gabriel menganggukan kepala nya.
"Pergi lah, aku akan menyusul..." ucap Gabriel dan Firda pun pergi dengan wanita itu.
Kini tinggal Gabriel dan Angeline, Angeline tampak ingin menangis, karena setelah sekian lama akhirnya ia bisa berbicara dan berhadapan langsung dengan Gabriel.
"Ada nya dia atau tidak, hubungan kita memang harus di akhiri setelah 4 tahun tergantung tidak jelas, Angeline" ucap Gabriel lirih, ia tak ingin menyakiti wanita yg sempat mengisi hati nya itu. Mendengar jawaban Gabriel, Angeline hanya tersenyum tipis dan ia tampak menarik nafas dalam dala.
"Dulu, kamu menyembunyikan status pernikahan kita. Hanya keluarga ku yg tahu dan beberapa kerabat dekat ku, tapi sekarang berbeda ya..." ujar Angeline lagi.
"Maafkan aku, saat itu aku belum siap membawa mu ke publik, aku hanya..."
"Takut aku terancam?" Angeline menyela dengan cepat dan Gabriel mengangguk membenarkan "Lalu bagaimana dengan dia? Apa dia tahu sisi gelap mu? Apa kamu tidak takut dia terancam?" tanya Angeline sambil melirik Firda yg saat ini sedang mengobrol dengan beberapa wanita yg bisa di bilang wanita wanita bangsawan.
Gabriel juga memperhatikan Firda yg tampak sangat berbeda, biasanya Firda ceplas ceplos, petakilan dan kekanakan. Tapi Gabriel melihat sekarang justru sebaliknya, Firda tampak anggun, senyum nya anggun, cara meminum nya juga anggun.
"Aku takut, tentu saja. Tapi aku ingin menjalani kehidupan yg normal..." ujar Gabriel
"Lalu kenapa kamu tidak mencoba nya saat bersama ku?" tanya Angeline setengah emosional.
"Aku mencoba nya, Angeline. Tapi kamu tidak bisa menerima ku, dan tentu aku tidak bisa memaksa mu"
__ADS_1
"Lalu apa menurut mu dia bisa?"
"Dimana putra ku?" Angeline mendelik saat Gabriel malah mengalihkan topik pembicaraan.
"Di rumah" jawab nya dingin.
"Suatu hari nanti, aku akan memberi tahu Firda tentang mu dan Michael"
"Aku tidak tertarik..." Angeline berkata dengan sangat dingin "Ngomong ngomong, dia tampak sangat berbeda, seperti gadis yg alim. Dimana kamu mendapatkan nya?"
Pertanyaan Angeline membuat Gabriel tersenyum samar, karena ia sendiri menyadari betapa berbeda nya Firda dengan diri nya.
"Sebuah takdir mempertemukan kami" jawab Gabriel santai "Aku pergi dulu, senang bertemu dengan mu. Sampaikan salam hangat ku untuk putra ku" ucap Gabriel tulus namun Angeline enggan menanggapi nya.
Gabriel pun menghampiri Firda dan mereka menikmati pesta itu sampai selesai, Gabriel juga menyumbangkan dana untuk rumah sakit dan panti asuhan. Begitu juga dengan Angeline yg mewakili perusahaan nya.
.........
Setelah pesta selesai, Firda dan Gabriel langsung bergegas pulang. Tak lupa Gio dan beberapa pengawal mengawal mereka dengan ketat.
Didalam mobil, Firda melirik Gabriel dengan lirikan yg sangat berbeda.
"Ada apa?" tanya Gabriel akhirnya.
"Angeline itu mantan mu ya?" tanya Firda yg lebih ke bentuk tuduhan. Gabriel terdiam sesaat, ia tahu tak selamanya Gabriel bisa menyembunyikan fakta ini.
Gabriel tahu Firda harus tahu semuanya, namun Gabriel sungguh belum siap. Gabriel takut Firda tidak bisa menerima nya.
"Jujur saja, aku tidak akan marah. Dari pada aku penasaran sampai kebawa mimpi nanti" desak Firda.
"Sebenarnya dia..."
DORRRR
DORRRR
__ADS_1
DORRRR