Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 27 - Restu


__ADS_3

"Kamu lagi, apa yg kamu lakukan di sini, huh?" teriak Farhan saat ia melihat Gabriel di depan rumah nya "Belum puas kamu menghancurkan keluarga kami, huh?"


"Dengarkan aku dulu, Om" tegas Gabriel "Aku datang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi" lanjut nya.


"Menjelaskan apa lagi?" teriak Farhan dan bersamaan dengan itu ayah mertua nya datang karena mendengar suara lantang Farhan.


"Farhan, ada apa?" tanya ayah mertua nya dengan suara serak nya, Farhan yg melihat kedatangan ayah mertua nya menjadi sedikit terkejut, entah jawaban apa yg akan ia berikan pada ayah mertua nya apa lagi kini Gabriel malah datang bersama tiga orang asing lain nya "Loh, ada tamu, kenapa tidak di suruh masuk?"


"Mereka..."


"Saya datang untuk kepentingan yg sangat penting, Tuan" seru Gabriel "Ini tentang saya dan Firda" tegas nya yg membuat Farhan menggeram marah, ia mengepalkan tangan nya kuat, menahan diri dari amarah yg membuat nya ingin membunuh Gabriel saat ini juga.


"Tutup mulut mu dan pergi dari sini!" tegas Farhan.


"Memang ada apa dengan mu dan Firda?" tanya kakek Firda dengan tenang "Farhan, bawa mereka masuk. Biar kita bisa bicara dengan tenang" ujar sang ayah mertua dan ia pun berjalan masuk, Gabriel hendak mengikuti kakak nya Firda itu namun Farhan mencegah nya.


"Apa yg terjadi pada Firda, hanya aku dan istri ku yg tahu. Jangan berani membicarakan hal itu di depan keluarga besar kami!" tegas Farhan yg membuat Gabriel sangat terkejut, karena ia tak menyangka rupanya apa yg terjadi pada Firda di rahasiakan dengan begitu rapat. Dan bagaimana bisa?


"Jika mereka tahu, mereka akan malu dan hancur. Hidup kami semua akan hancur" lanjut Farhan dengan mata yg memerah dan menatap Gabriel dengan begitu tajam.

__ADS_1


Gabriel menjadi bimbang, ia menatap Farhan dan Maddison bergantian.


"Kalau begitu, aku ingin berbicara dengan Om dan Tante. Aku mohon, Om. Ini juga demi kebaikan Firda" tegas Gabriel dengan begitu serius. Farhan menatap Gabriel masih dengan amarah nya namun jika benar apa yg Gabriel katakan demi kebaikan Firda, Farhan memang sudah sangat mengkhawatirkan Firda yg kondisi nya semakin hari semakin memburuk.


Farhan menatap Gabriel dan tiga orang asing itu bergantian "Ayo..." seru Farhan dan ia membawa ketiga orang itu ke samping halaman rumah nya.


Setelah itu Farhan memanggil Aisyah dan mereka hendak membicarakan masalah yg sedang terjadi.


Aisyah yg melihat Gabriel di depan mata nya pun tampak sangat marah, mata nya memerah dan air mata menetes begitu saja.


"Kamu membiarkan dia masuk ke rumah kita setelah apa yg dia lakukan pada putri kita, Mas?" seru Aisyah marah.


"Om, Tante. Saya datang kesini untuk meminta maaf dan menegaskan bahwa itu adalah kecelakaan, aku sungguh tidak bermaksud melakukan hal seperti itu pada Firda. Aku sangat menghormati Firda dan aku tahu dia sangat pantas di hormati dan tidak pantas sedikitpun untuk di rendahkan" tegas Gabriel. Sementara Maddy dan kedua orang tua hanya terdiam mendengarkan Gabriel.


Kemudian Gabriel menceritakan bagaimana hal itu terjadi, dan Maddy lah yg sangat bersalah dalam hal ini. Gabriel bahkan bersumpah atas nama Tuhan bahwa ia sungguh tidak ingin menyakiti Firda apa lagi sampai menodai nya. Gabriel sendiri tidak bisa memastikan apakah ia benar benar menyentuh Firda atau tidak, karena ia juga membius diri nya sendiri.


Mendengar hal itu Aisyah dan Farhan masih terlihat tidak percaya


"Kamu berbohong" tuduh Aisyah marah.

__ADS_1


"Aku bisa membuktikan kejujuran ku" tegas Gabriel sembari melirik Maddy dan kedua orang tuanya.


"Itu bisa saja benar, Tuan, Nyonya. Karena Maddy memang sangat tergila gila pada Gabriel. Dia melakukan segala cara untuk menjerat Gabriel kedalam pelukan nya" tutur Ayah Maddy dengan begitu serius.


"Kalian pasti hanya orang bayaran dia, kan?" tuduh Farhan yg masih menolak percaya.


"Aku punya bukti bahwa mereka bukan orang bayaran ku. Lihat ini..." Gabriel mengeluarkan ponsel nya dan memutar sebuah rekaman cctv dari hotel nya, dimana saat itu Mardy sedang berbicara dan menggoda Gabriel. Mardy juga memberikan sebuah isyarat, yaitu agar Gabriel datang ke kamar 101 jika Gabriel membutuhkan nya. Suara di rekaman cctv itu juga bisa terdengar walaupun tidak begitu jelas.


"Dan saat itu aku belum mengerti apa yg terjadi, obat itu bereaksi beberapa menit kemudian saat aku sudah bersama Firda yg sedang tertidur. Dan demi Tuhan, aku sendiri tidak ingat apakah aku sungguh melakukan nya atau tidak. Walaupun begitu, aku ingin bertanggung jawab. Jika aku melakukan nya, kemungkinan nya sangat besar Firda bisa hamil karena... "


" Tutup mulut mu!!! "desis Farhan tidak terima mendengar apa yg di ucapkan Gabriel.


"Itu fakta nya, Om. Aku tidak mau Firda menanggung semua ini sendirian, aku sangat menyayangi dan menghormati Firda. Aku janji, aku akan memperlakukan Firda dengan sangat baik, jika aku melakukan sedikit saja kekerasan ataupun kejahatan kepada Firda, Om bisa melakukan apapun termasuk melaporkan ku pada polisi. Aku bersedia membuat surat perjanjian bahwa aku tidak akan menyakiti Firda, aku mohon, Om... Aku tahu Firda gadis yg sangat baik dan ceria, dan kejadian ini mungkin akan merenggut semua kebahagiaan dalam hidup nya. Karena itu lah aku ingin menikahi nya, mungkin setidaknya itu bisa mengurangi sedikit saja keterpurukan nya dan kesedihan nya. Karena yg terjadi pada kami itu kecelakaan, bukan pemerkosaan"


Farhan dan Aisyah menatap Gabriel penuh selidik, apa yg di katakan Gabriel memang ada benar nya. Apa lagi yg sangat mereka takutkan memanglah bagaimana jika Firda hamil, bagaimana mereka akan menghadapi keluarga besar mereka dan orang orang di sekitar mereka?


"Aku akan berbicara dengan Firda, semua keputusan ada di tangan nya" tegas Farhan yg tentu saja membuat Aisyah melotot.


"Apa maksud mu, Mas? Kamu mau anak kita..."

__ADS_1


"Kita akan fikirkan ini lagi, Aisyah. Dan yg terpenting kita berbicara dulu dengan Firda"


__ADS_2