Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 124 - Firda Siuman


__ADS_3

"Ya Allah..." Kakek Firda bersimpuh di atas sejadah nya di tengah dingin nya cuaca malam, semua orang telah tertidur lelap, namun ia terbangun untuk mengadukan sesuatu pada Rabb nya


"Jaga lah cucu ku dan keluarga kecil nya..." tangan keriput nya terangkat dengan bergetar, air mata tak bisa lagi ia bendung, mengalir bebas membasahi pipi keriput nya itu.


"Dia memang masih begitu muda, tapi... Jika Engkau telah menguji nya dengan ujian seberat ini, maka hamba percaya, pasti karena Engkau tahu, dia kuat dan dia mampu. Engkau telah berjanji takkan memberikan cobaan yg melebihi batas kemampuan hamba Mu"


"Tapi, kasihanilah cucu kecil ku, sebelum hamba Mu ini kembali pulang kepada Mu. Izinkan lah hamba Mu ini menyaksikan nya menjadi ibu, gadis kecil ku yg nakal dan lucu"


.........


Gabriel merasa frustasi karena sudah seminggu berlalu namun ia tak menemukan petunjuk apapun tentang Firda, Gabriel bahkan menangis setiap kali ia mengingat istri nya itu. Namun tentu Gabriel tak memperlihatkan kan air mata nya pada siapa pun. Gabriel hanya menangis di atas sejadah nya.


Malam yg gelap, angin yg kencang, cuaca dingin, tak menyurutkan niat Gabriel untuk bangun dari ranjang empuk nya yg terasa begitu dingin tanpa Firda di sisi nya.


Gabriel mengambil wudhu seperti yg di ajarkan Firda, ia menghamparkan sejadah nya di atas lantai. Gabriel berdiri bergetar di atas sejadah nya. Semenjak Firda pergi, Gabriel selalu berdoa di sepertiga malam nya, berdoa meminta Tuhan mengembalikan Firda nya pada nya.


Gabriel teringat, Firda mengatakan jika Gabriel berdoa, maka Tuhan akan mengabulkan nya. Gabriel sudah melakukan percobaan saat itu, saat ia meminta agar diri nya di pertemukan dengan Micheal, dan Tuhan benar benar mengabulkan nya. Dia juga berdoa agar Firda tidak meninggalkan nya jika tahu siapa Gabriel yg sebenar nya, dan Firda benar benar tak meninggalkan nya meskipun nyawa nya dalam bahaya.


Setelah melaksanakan sholat dua rakaat, Gabriel langsung mengangkat tangan nya, menadahkan nya ke langit.

__ADS_1


"Aku ingin berdoa kepada Mu, Tuhan..." ia meminta dengan suara yg begitu lirih


"Istri ku adalah wanita yg sangat baik, dia tidak pernah berbuat jahat kepada siapapun. maka, jangan biarkan ada yg jahat pada nya, itu sangat tidak adil, Tuhan. Tuhan, bukan kah Engkau akan selalu mengabulkan doa orang yg berdoa? Firda bilang begitu, karena itulah sekarang aku berdoa pada Mu. Jaga lah Firda ku dimana pun dia berada, jaga lah calon anak kami. Tuhan, aku tidak pernah menginginkan kehidupan ku yg sekarang, aku tidak pernah menginginkan terlahir di dunia yg gelap gulita, aku tidak punya pilihan untuk itu. Tapi sekarang aku punya pilihan, asalkan Engkau mengembalikan Firda dan anak anak ku, akan aku jauhi harta dan tahta ini yg membawa mala petaka ... "


...


Kelopak mata Firda bergerak gerak, bersamaan dengan jari jari nya yg juga bergerak pelan. Firda memaksakan mata nya terbuka, dan saat ia berhasil melakukan nya, Firda merasa silau dengan cahaya di ruangan itu. Firda mengerjap beberapa kali guna menyesuaikan netra nya dengan cahaya di ruangan itu.


"Nyonya, kau sadar juga akhir nya..." seru salah satu perawat yg saat ini sedang memeriksa kondisi Firda, dengan cepat perawat itu berlari keluar sembari berteriak memanggil Dokter.


Firda hanya bisa mengerjapkan mata nya dan mengatur nafas nya, ia ingin bangun namun tubuh nya terasa begitu lemas seperti tidak bertulang, ia juga merasa otot otot nya seperti kaku.


"Nyonya, apa kau bisa mendengar ku?" tanya sang Dokter namun Firda hanya mengedipkan mata sebagai jawaban, ia terlalu lemah untuk berbicara. Firda memang tidak memakai alat bantu pernafasan saat Dokter menyatakan Firda bisa bernafas seperti orang normal, detak jantung nya normal dan sebagai nya. Sehingga satu satu nya yg menempel di tubuh Firda adalah jarum infus dan pipet yg di gunakan untuk memasukan makanan ke dalam tubuh Firda, karena janin Firda juga butuh makan.


"Apa yg kau rasakan, Nyonya?" tanya Dokter itu lagi dan Firda hanya bisa menggeleng lemah.


Firda melirik ke sekitar nya dan mencoba mengingat apa yg terjadi sebelum diri nya pingsan, Firda merasa ia hanya pingsan. dan saat berhasil menangkap ingatan itu, mata Firda langsung terbuka lebar dan saat ia mengangkat tangan nya untuk meraba perut nya, ia meringis saat merasakan sakit di kedua tangan nya.


"Jangan bergerak dulu, Nyonya. Kedua lengan anda mengalami retak karena mengalami banyak sekali benturan ataupun pukukan" tutur Dokter itu lagi.

__ADS_1


"Ba.... Bayi..." suara Firda seolah tak terdengar oleh diri nya sendiri. Air mata menetes begitu saja dari sudut mata nya saat mengingat bayi nya dan suami nya.


"Dimana sekarang aku, Ya Allah?"


"Bagaiamana bayi ku?"


"Bagaiamana putra ku?"


"Mini, Gabriel..."


"Dimana kalian?"


Sang Dokter yg melihat Firda tampak cemas langsung menenangkan nya.


"Jangan khawatir, Nyonya. Bayi anda baik baik saja, dan sebaik nya anda tidak boleh stres agar bayi anda juga tidak stres" tukas nya yg justru membuat Firda semakin menangis. Kali ini ia menangis haru karena ia sungguh tak menyangka anak nya masih selamat, padahal ia di hajar habis habisan oleh dua penjahat itu. Dalam hati Firda mengucap syukur tiada henti karena tuhan telah melindungi anak nya.


"Su... Suami..." ucap Firda lagi.


"Tunggu sebentar, saya akan mengabarkan bahwa anda siuman pada Tuan Gio kalau kau sudah sadar"

__ADS_1


Mata Firda langsung melebar mendengar nama Gio, itu arti nya bukan Gabriel yg menyelamatkan nya melainkan Gio. Lalu dimana Gabriel? apakah dia baik baik saja? apakah dia berhasil menyelamatkan Micheal?


__ADS_2