Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 218 - Terima Saja Lah


__ADS_3

Mini menatap tajam pria yang sedang makan nasi goreng dengan sangat lahap di depan nya ini, bahkan pria di depan nya ini seperti tidak punya beban apapun.


"Kenapa malah diam? Sudah capek capek masak, di makan, Mini. Nanti keburu dingin" kata Gio dengan santai nya.


"Lagian ya, kamu keseringan makan karbo. Itu tidak baik, apa lagi nasi goreng terus, nanti kamu cepat mengantuk, itu juga lemak jahat dalam tubuh ku. Sudah karbo, minyak. Bisa kolesterol" Mini hanya mendengus mendengar komentar panjang Gio yang sangat tidak di harapkan itu.


"Mini, kamu dengar aku kan, Mini?" tanya Gio.


"Selain jadi Mafia, apa kamu mau jadi ahli gizi juga?" tanya Mini dengan ketus.


"Bukan begitu, aku kan cuma memberi tahu. Apa lagi kamu masih muda, harus menjaga kesehatan. Biar tubuh kamu kuat, panjang umur. Aku juga tidak mau punya calon istri yang sakit sakitan karena tidak memperhatikan kesehatan"


"Calon istri? Aku menolak lamaran mu" jawab Mini kesal.


"Mana bisa begitu?" pekik Gio.


"Ya bisa lah, kan terserah aku. Ini hidup ku, bisa gila aku kalau punya seperti kamu" Gio terdiam mendengar apa yang di katakan Mini, kedua mata menatap tepat di kedua mata Mini dan hal itu berhasil membuat jantung Mini berdebar sekaligus membuat ia merasa bersalah, karena Mini fikir ia telah menyinggung perasaan Gio.


Kemudian Gio kembali menunduk pada makanan nya dan segera menghabiskan nya, setelah nya ia meneguk air dari gelas nya hingga habis.


"Kalau begitu..." ucap nya kemudian mengelap bibir nya dengan tissue "Tidak apa apa, nanti aku akan menyewa Dokter jiwa khusus untuk mu yang bisa menangani mu 24 jam"


"Apa?" pekik Mini dengan kedua bola mata yang melotot sempurna, dada nya bergemuruh mendengar ucapan tuan muda Mafia ini. Tangan nya bahkan sudah terangkat ingin mencekik si tampan di depan nya namun kemudian Mini mengurungkan niat nya.


.........

__ADS_1


"Haha... Haha..." Firda tak bisa menghentikan tawa nya setelah lagi lagi ia mendengar curahan hati teman nya, mata Firda bahkan sudah ber-air dan perut nya sampai sakit. Saat ini ia sedang video call dengan Mini karena Mini ingin curhat kata nya. Firda meletakkan ponsel nya di atas meja, sementara ia duduk di atas ranjang sembari menyusui putra nya.


"Sehat jantung ku nih gara gara kalian..."


"Itu hati manusia satu terbuat dari apa ya, Fir? Heran aku" kata mengerucutkan bibir nya.


"Ya cuma segumpal daging, Min" jawab Firda di tengah tawa nya.


"Baru begini saja dia sudah bikin aku naik darah, Firda. Bagaimana kalau kita beneran menikah nanti? Bisa gila aku" gerutu Mini lagi.


"Ya tidak apa apa, kan Gio sanggup bayar Dokter kejiwaan yang bisa menjaga mu 24 jam" kata Firda yang tentu saja membuat Mini semakin kesal.


"Kok kamu juga begitu sih, Firda? Memang nya itu orang tidak bisa romantis sedikit.....saja" kata Mini penuh harap.


"Mungkin sudah watak nya begitu kali, Min. Terima saja lah" kata Firda.


"Siapa, Sayang?" tanya Gabriel.


"Mini, Bang" jawab Firda. Gabriel pun duduk di samping istri nya itu dan ia mengintip ke layar ponsel yang menampilkan wajah kusut Mini.


"Kenapa wajah mu kusut begitu, Mini?" tanya Gabriel heran.


"Dia si lamar Gio, Bang" jawab Firda sambil terkekeh.


"Oh bagus lah, terima saja, Mini" kata Gabriel antusias. Bagaimana tidak antusias? Kalau Gio menikah, Gabriel tak perlu lagi was was pada Gio karena pernah mencintai Firda.

__ADS_1


"Dia bukan pria yang baik, Bang Gabriel" jawab Mini lesu.


"Siapa bilang? Dia itu pria yang sangat baik, lebih baik dari ku" jawab Gabriel yang membuat Firda langsung menatap suami nya itu penuh tanda tanya, karena Gabriel bukan lah tipe orang yang mau mengakui kebaikan orang terlebih itu mantan rival nya


"Masak?" tanya Mini.


"Iya, bukti nya dulu dia tidak menyakiti Firda meskipun dia membenci ku. Itu sudah membuktikan dia pria yang baik, tahu siapa yang pantas di jaga, yang pantas di cintai" kata Gabriel berusaha meyakinkan teman istri nya itu.


"Benar sih, Min. Selama aku kenal Gio, dia pria yang baik, bertanggung jawab. Dan dia memang tidak romantis, soal nya dia tumbuh di keluarga Mafia, Min. Bukan di keluarga penyair" kata Firda lagi.


"Gitu ya?"


"Iya, dan lebih baik pria tidak romantis tapi bertanggung jawab. Dari pada pria yang bisa berkata kata manis, tapi tindakan nya tak semanis ucapan nya" kata Firda lagi.


Mini tampak merenungi perkataan Firda dan Gabriel, Mini memang tidak mengenal Gio sejauh Firda dan Gabriel yang mengenal Gio.


"Dan dulu Gio itu musuh ku, asal kamu tahu saja, Mini. Musuh itu mengenal musuh nya lebih baik dari teman nya" kata Gabriel lagi


"Jadi terima saja lamaran nya?" tanya Mini yang membuat Firda dan Gabriel terkekeh.


"Itu terserah kamu, coba kamu fikirkan lagi"


......💞💞......


Selamat pagi pembaca SkySal. Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?

__ADS_1


Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya.


Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘


__ADS_2