Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 173 - Introgasi Polisi


__ADS_3

"Jadi ini adalah murni penyerangan dan yang kalian lakukan hanya untuk membela diri?" polisi kembali memastikan pernyataan Gio, Gerry, Firda dan Gabriel. Dan mereka di introgasi secara terpisah, namun jawaban mereka sama dan tak ada yang Janggal karena karena mereka tidak berbohong, hanya menutupi identitas Gabriel dan Gio. Polisi mencatat semua keterangan mereka, dan karena Edward saat ini masih dalam keadaan kritis, mereka pun harus menunda penyidikan mereka apa lagi tidak ada bukti bahwa apa yang Gabriel dan yang lain nya katakan itu benar, Gabriel memang tidak punya bukti kejahatan ayah nya karena dalam dunia yang di jalani nya, cukup satu bukti kuat maka keputusan mereka adalah eksekusi bahkan tanpa mendengar pembelaan dari sang tersangka. Sedikit berbeda dengan dunia kepolisian tentu nya.


Sekarang polisi sudah meninggalkan mereka namun masih akan terus mengawasi mereka, polisijuga menjaga Edward 24 jam, untuk memastikan Edward tidak akan melarikan diri saat sadar nanti.


Gabriel kembali ke ruangan Micheal dan ia melihat Micheal yang sudah tampak jauh lebih baik dari sebelum nya meskipun masih terlihat lemah dan pucat.


"Mommy dimana?" tanya Micheal lirih, ia tak sabar ingin melihat keadaan Mommy nya.


"Micheal mau ketemu Mommy?" tanya Gabriel dan Micheal mengangguk lemah.


"Tunggu sebentar ya, Nak. Daddy jemput Mommy dulu" kata Gabriel dan Micheal tampak senang.


Gabriel pun dengan antusias pergi ke ruang rawat Firda yang ada di kamar ke tiga dari ruangan Micheal.


"Sayang.." seru Gabriel sembari berjalan masuk, keadaan Firda pun tampak jauh lebih baik namun Firda masih di infus, dan sebenar nya Gabriel lah yang keadaan nya lebih parah dari Firda, Gabriel kehilangan cukup banyak darah kemarin, apa lagi terkena luka tusukan di perut nya dan sekarang perut nya di jahit, sebenar nya Dokter mengharuskan Gabriel istirahat di ranjang nya dan tidak boleh banyak bergerak, namun ia seorang suami dan seorang ayah, Gabriel tidak bisa tidur di atas bangsal rumah sakit dan beristirahat begitu saja.


"Ada apa, Bang?" tanya Firda, saat ini Ummi Aisyah sedang menyapi nya sarapan.


"Micheal mau ketemu kamu" kata Gabriel sambil tersenyum.


"Apa dia tidak marah sama aku, Bang?" tanya Firda lirih dan Gabriel langsung menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Dia justru khawatir sama kamu, saat sadar, dia langsung menanyakan mu" kata Gabriel yang justru membuat Firda kembali merasa bersalah.


"Dia menganggap ku Ibu nya, tapi aku gagal menjadi Ibu yang bisa melindungi nya" lirih nya.


"Kamu Ibu terbaik yang ada di dunia" kata Gabriel meyakinkan.


"Benarkah?" tanya Firda dan Gabriel langsung menganggukan kepala nya sambil tersenyum. Firda pun segera menyelesaikan makan nya sementera Gabriel pergi meminta kursi roda pada Suster.


Mereka pun keluar dari ruang rawat Firda dan mereka berpapasan dengan Abi dan Ummi nya Abi Farhan yang datang untuk melihat putra dan cucu mereka.


"Firda.." seru Ibu dari ayah nya itu, wanita lansian itu langsung berlutut dan memeluk cucu kesayangan mereka "Apa yang terjadi, Ndok? Kamu baik baik saja kan?" tanya nya. Firda membalas pelukan sang Nenek dengan erat.


"Ya, kami sudah menjenguk Abi mu, Ndok" kata sang Kakek "Dan awas saja nanti kalau dia sudah bangun, Kakek akan jewer dia karena dia tidak bisa menjaga cucu Kakek dan calon cicit Kakek" gurau nya meskipun sorot mata nya menyiratkan yang se balik nya, sementara Firda tertawa kecil meskipun kini air mata kembali Berlinang.


"Sudah, jangan menangis" ujar sang Nenek menghapus air mata Firda "Kamu gadis kecil kami yang kuat dan pemberani, kami bangga mu, Ndok" tukas nya, Firda hanya bisa menanggapi nya dengan senyum samar. Setelah itu, sang Nenek berdiri dan langsung memeluk Ummi Aisyah, sang menantu. Tangis Ummi Aisyah kembali pecah, mengingat sampai detik ini Abi Farhan dan Mini belum ada kemajuan.


"Sssshttt" Ibu mertua nya mengusap punggung menantu nya itu dengan lembut "Suami mu pria yang kuat, jangan kau tangisi dia selama dia masih bernafas, Nak" lirih nya, padahal sebagai seorang Ibu, ia juga ingin berteriak histeris setelah melihat keadaan putra semata wayang nya.


"Kami dengar..." Ibu nya Abi Farhan melerai pelukan nya "Kamu sudah punya jagoan kecil" kata nya dan Ummi Aisyah mengangguk.


"Dia menanyakan Mommy nya" Jawab Ummi Aisyah sembari menghapus air mata nya.

__ADS_1


"Kita mau ke kamar nya sekarang, ayo..." ajak Gabriel.


Mereka pun pergi bersama ke kamar Micheal, dan Micheal yang melihat Mommy Cantik nya langsung tersenyum, pandangan nya pun langsung tertuju pada perut Firda. Micheal bahkan tidak mengindahkan dua orang asing yang ikut masuk ke kamar rawat nya.


"Adik bayi nya tidak apa apa kan, Mommy?" tanya Micheal lemah dan Firda mengangguk, ia begitu terharu dengan perhatian yang Micheal pada nya.


"seperti nya jagoan ini akan menjadi kakak yang baik" ujar Sang Kakek, Micheal yang menyadari kehadiran dua orang asing itu merasa sedikit terkejut namun Gabriel segera menjelaskan siapa mereka dengan pelan pelan, sehingga Micheal mengerti dan menerima keberadaan mereka.


"Kamu anak yang kuat ya, Micheal" ujar Nenek nya "Kamu pasti nanti bisa menjaga Mommy dan adik bayi" Micheal yang mendengar pujian itu tersenyum lemah.


Sementara itu, Gio saat ini sedang menjaga Mini. Mini terlihat begitu lemah, wajah nya pucat dan itu mengingatkan Gio pada saat pertemuan pertama nya dengan Mini. Gio baru teringat, saat Gabriel datang menjemput Firda, Mini juga ikut. Dan penampilan nya sama seperti saat Mini datang ke rumah Gio, berpenampilan nyentrik dan terlihat seperti gadis yang galak. Cara bicara Mini juga ketus dan sangat berani pada Gio, bahkan selama berada di rumah Firda, Mini selalu merecoki nya dan memanggil nya Tuan Mafia.


"Aneh sekali, Min. Hidup manusia itu cepat sekali berubah ya" monolog nya.


"Tapi kamu masih hidup ya, setelah terkena tembakan dan ledakan, kamu kuat juga, cocok jadi istri Mafia seperti Firda" ia kembali berbicara.


Seorang Dokter datang untuk memeriksa keadaan Mini yang di nyatakan koma, keadaan yang sama yang di alami Abi Farhan.


Dokter itu meminta Gio keluar sementara ia memeriksa keadaan Mini, Gio menunggu di luar dengan harap harap cemas.


"Tuhan, tolong selamatkan dia" ia berdoa dengan begitu tulus, untuk pertama kali nya setelah ia kehilangan keluarga nya, Gio memang tidak pernah lagi berdoa dan tenggelam pada dunia nya sendiri, namun sekarang ia kembali berdoa, untuk gadis Rock itu.

__ADS_1


__ADS_2