
Gabriel dan Firda sama sama duduk bersila di ranjang, kedua nya saling berhadapan dengan bibir yg juga sama sama terkatup rapat.
Setelah acara tangis tangisan dan ungkapan perasaan yg penuh haru, kini kedua nya sama sama terdiam dan tak tahu harus mulai bicara dari mana.
Setelah mengetahui identitas asli Gabriel, tentu ini akan menjadi sangat berbeda bagi Firda. Gabriel yg dulu ia kenal adalah pria dewasa yg tampan, tidak banyak bicara dan Firda menyukai hal itu, Firda merasa nyaman dan percaya begitu saja pada nya. Tak pernah sedikitpun terbersit dalam benak nya bahwa pria yg kini menjadi suami nya ini adalah seorang Don Mafia.
Don Mafia, garis bawahi dua kata itu. Mungkin akan berbeda respon Firda jika Gabriel adalah seorang preman yg suka merampok dan berkelahi di tengah jalan, atau jika dia anggota geng yg biasa tawuran dengan geng lain.
Sementara Gabriel sungguh tak berani angkat bicara, ia bahkan menundukkan kepalanya di depan Firda.
"Sekarang bagaimana?" akhir nya Firda mengangkat suara nya dan Gabriel pun langsung mendongak dan tatapan nya langsung lurus menatap Firda.
Hari ini Firda melihat Gabriel yg begitu berbeda, ia menangis meringkuk, tampak lemah dan terpuruk, kemudian sekarang ia menundukkan kepalanya dalam dan bungkam seribu bahasa apa ini yg nama nya seorang Don Mafia? Fikir nya yg memang masih sulit percaya akan fakta itu.
"Aku sudah berhenti, aku menyerahkan Black Swan pada John" jawab Gabriel lirih, seperti anak anak yg menjawab pertanyaan ibu nya saat di omeli.
"Jadi Black Swan itu nama geng mu?" tanya Firda lagi dan ia langsung teringat pada sebuah buku hitam di ruang kerja Gabriel.
"Kami menyebut nya sebuah kerjaan, kerajaan dunia bawah" jawab Gabriel.
"Ah, seperti komik saja" respon Firda santai yg membuat sudut bibir Gabriel sedikit tertarik, membentuk sebuah senyum samar karena tidak menyangka Firda akan menanggapi nya seperti itu.
"Jadi kau adalah raja nya, bukan? Yg membangun kerajaan itu adalah keluarga mu? Dan buku buku itu adalah biografi keluarga mu?" tanya Firda lagi dan Gabriel mengangguk lemah.
"Baru kali ini aku menemukan raja mundur dari jabatan nya" celetuk Firda lagi yg kembali membuat Gabriel tersenyum samar.
"Apa itu bisa? Kamu meninggalkan kerajaan mu?" tanya Firda penasaran.
"Aku raja nya, jadi aku yg memutuskan semua nya" jawab Gabriel dan Firda mengangguk anggukan kepala nya mengerti.
__ADS_1
"Tapi setelah kamu keluar dari geng angsa hitam itu, apakah kamu benar benar sudah lepas dan tidak punya hubungan lagi dengan mereka?" tanya Firda lagi penasaran. Gabriel sedikit ragu menjawab pertanyaan Firda namun ia tetap menjawab nya.
"Black Swan itu di dirikan oleh keluarga ku dan milik keluarga ku, aku ataupun anggota keluarga ku yg lain akan selalu menjadi orang terpenting di Black Swan dan selalu memiliki hak di dalam nya" tutur Gabriel yg membuat Firda kembali melongo.
"Jadi itu bukan hanya sebuah pekerjaan dimana kamu bisa resign, ya?" Gabriel menggeleng, membuat Firda menghela nafas panjang.
"Tidak, karena Black Swan itu milik kami" jawab Gabriel kemudian dan Firda kembali mengangguk anggukan kepala.
Firda menarik nafas dalam, ia menatap tepat di kedua mata suami nya itu kemudian ia menarik tangan Gabriel yg Gabriel lipat di pangkuan nya.
"Aku sangat menghargai kejujuran mu..." ujar Firda masih menatap mata Gabriel
"Dan aku tahu, kamu tidak suka aku ikut campur urusan pekerjaan mu..."
"Tidak, Firda..." sela Gabriel dengan cepat sambil menggelengkan kepala
"Aku sudah meninggal kan nya, aku lakukan demi diri mu. Aku rela meninggalkan apapun asalkan kamu tidak meninggalkan ku, aku janji..." ucap Gabriel penuh penekanan yg membuat Firda kembali tercengang, apa lagi Gabriel mengatakan nya dengan begitu serius dan itu terbaca dari kedua mata nya.
Mendapatkan tatapan seperti itu, hati Firda kembali terenyuh. Ia menatap Gabriel begitu dengan lembut, Firda mengangkat tangan yg tak di genggam oleh Gabriel dan ia membelai lembut pipi sang suami, menenangkan nya.
"Aku tidak akan meninggalkan mu, aku janji tapi aku juga ingin kamu berjanji..."
"Apa pun itu..." jawab Gabriel dengan cepat "Akan aku lakukan"
"Jangan pernah mendekati dunia hitam itu lagi, jangan pernah berurusan dengan mereka apapun alasannya"
"Iya, Sayang. Aku janji, aku hanya akan fokus pada hidup kita" jawab Gabriel antusias.
"Dan satu hal lagi..." ujar Firda lagi.
__ADS_1
"Katakan saja" ucap Gabriel. Firda menatap Gabriel dengan ragu, namun Gabriel meyakinkan Firda untuk berbicara.
"Aku tahu aku tidak mengerti bisnis, tapi aku mengerti hukum agama kita. Dan usaha club mu itu...."
"Aku akan menutup nya" jawab Gabriel yg membuat Firda menganga lebar dan menatap Gabriel tak percaya.
"Kamu... Kamu yakin?" tanya Firda dan Gabriel mengangguk cepat.
"Asalkan kamu tidak meninggalkan ku dan tetap nyaman berada di sisi ku, aku akan melakukan apapun untuk itu. Termasuk menutup usaha yg tidak kamu sukai, kata kan pada ku apa saja yg tidak kamu sukai, aku akan meninggalkan nya untuk mu"
Hati Firda kembali terenyuh mendengar penuturan Gabriel, Gabriel memang tidak mengatakan bahwa ia sangat mencintai Firda Tapi air mata Gabriel dan keseriusan dalam membuat keputusan ini sudah membuat Firda bisa merasakan betapa besar cinta Gabriel untuk nya. Sebesar cinta Firda untuk Gabriel yg bahkan membuat Firda rela tetap berada di sisi sang mantan Don Mafia walaupun ia tahu nyawa nya juga bisa terancam karena tetap berada di sisi sang suami.
"Apa boleh aku tidur di pangkuan mu?" tanya Gabriel kemudian dengan suara rendah dan Firda langsung mengangguk sambil tersenyum lembut, permintaan Gabriel ini malah membuat Firda semakin sulit percaya bahwa Gabriel adalah seorang Don Mafia. Yg benar saja? Fikir nya.
Gabriel pun kembali meletakkan kepala nya di pangkuan Firda dan ia meringis saat merasakan sakit di luka luka di tubuh nya.
"Pelan pelan..." pinta Firda dengan lembut.
"Emh, rasa nya nyaman sekali" gumam Gabriel kemudian ia memejamkan mata saat di rasa posisi nya sudah nyaman di pangkuan nya. Firda tersenyum dan ia membelai kepala sang suami.
"Aku ingin tidur, apa boleh?" tanya Gabriel yg membuat Firda terkekeh, apa dia benar benar seorang Don?
"Dokter memberiku obat, dan aku mengantuk setelah meminum obat nya" tukas nya.
"Ya, itu supaya kamu beristirahat. Tidur lah, Sayang" Firda berkata dengan lembut.
"Jangan meninggalkan ku saat aku tertidur, aku mohon..." pinta Gabriel lagi memelas yg membuat Firda mengernyitkan kening nya.
Gabriel seperti memiliki trauma karena di tinggalkan, ia seperti benar benar takut di tinggalkan.
__ADS_1
"Tidak akan, aku akan tetap di sini saat kamu membuka mata. Aku janji..." ucap Firda tulus, meyakinkan suami nya.